Monday, July 27, 2026
Home Blog

Deheng House dan DMC Production gelar “Tribute To 2D”

0
DEHENG HOUSE bersama DMC Production mempersembahkan “TRIBUTE TO 2D”, konser penghormatan terhadap perjalanan karya dan persahabatan dua musisi penting Indonesia, Deddy Dhukun dan Dian Pramana Poetra, yang akan digelar pada 26 Agustus 2026 di deCONCERT Room – DEHENG HOUSE, Lantai 4.
Presscon Tribute To 2D
Presscon Tribute To 2D

Konser di Deheng House ini menghadirkan Deddy Dhukun sebagai Main Tribute, bersama Wijaya 80, Pesona Tiga Suara, Andien, dan Sandhy Sondoro sebagai Guest Performers yang akan membawakan kembali sejumlah lagu hits dan karya pilihan 2D dalam beragam interpretasi musikal.

2D bukan sekadar kolaborasi dua musisi, tetapi juga cerita tentang persahabatan Deddy Dhukun dan Dian Pramana Poetra yang melahirkan karya-karya berkarakter kuat dalam perjalanan musik Indonesia. Perpaduan pop, jazz, soul, harmoni yang khas, serta lirik yang dekat dengan kehidupan membuat karya mereka tetap dikenang lintas generasi dan bisa disaksikan langsung di Deheng House.

Deddy Dhukun
Deddy Dhukun

“TRIBUTE TO 2D” dihadirkan di deheng House bukan semata sebagai nostalgia, melainkan sebagai upaya menjaga warisan musik Indonesia agar terus hidup, dimainkan, dan diperkenalkan kepada generasi baru. Kepergian Dian Pramana Poetra meninggalkan kehilangan besar, namun karya yang diciptakannya bersama Deddy Dhukun tetap hidup. Konser ini menjadi penghormatan terhadap perjalanan tersebut sekaligus perayaan bahwa sebuah karya besar dapat terus menemukan kehidupan baru dari generasi ke generasi.

Pemilihan Guest Performers mewakili karakter dan generasi musikal yang berbeda. Wijaya 80 membawa semangat musik era 1980-an dengan pendekatan segar yang mampu menjembatani nostalgia dan generasi baru. Andien, dengan karakter pop-jazz dan interpretasi musikalnya yang elegan, akan memberikan perspektif baru terhadap kekayaan harmoni karya 2D. Sementara Sandhy Sondoro menghadirkan kekuatan vokal soulful dan emosional yang memberi warna berbeda pada lagu-lagu 2D.

Presscon Tribute To 2D
Presscon Tribute To 2D

Salah satu bagian paling personal dalam konser ini adalah kehadiran Pesona Tiga Suara, yang beranggotakan dua putra Deddy Dhukun dan satu putra Dian Pramana Poetra. Kehadiran mereka menjadi simbol kuat dari regenerasi: jika dahulu kedua ayah mereka dipertemukan oleh persahabatan dan musik, kini generasi putra mereka berdiri bersama untuk meneruskan karya dan semangat yang telah diwariskan.

Melalui “TRIBUTE TO 2D”, lagu-lagu yang telah dikenal publik akan hadir kembali dengan interpretasi berbeda tanpa meninggalkan jiwa karya aslinya. Pertemuan Deddy Dhukun dengan musisi lintas generasi menjadikan konser ini bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana sebuah karya dapat terus relevan di masa depan. Bagi DEHENG HOUSE dan DMC Production, TRIBUTE TO 2D merupakan bagian dari komitmen untuk memberikan ruang bagi apresiasi terhadap karya dan sejarah musik Indonesia, sekaligus mendorong regenerasi serta kolaborasi lintas generasi. Melalui deCONCERT Room, DEHENG HOUSE juga ingin membangun sebuah rumah pertunjukan yang menghadirkan kedekatan antara musisi, karya, cerita, dan penonton dalam pengalaman konser yang lebih intim.

Presscon Tribute To 2D
Presscon Tribute To 2D

“TRIBUTE TO 2D” membawa satu pesan utama : musisi dapat berganti generasi, tetapi karya yang baik tidak pernah benar-benar pergi. Ia akan terus hidup selama dimainkan, dinyanyikan, dan diwariskan.

Serial drama “WeTV Original 12 IPA 4” angkat kisah remaja SMA

0
Fenomena digital yang telah menguras air mata jutaan pembaca kini siap meledak di layar kaca. WeTV Indonesia bersama Unlimited Production secara resmi memperkenalkan WeTV Original 12 IPA 4, sebuah serial drama remaja yang diadaptasi dari Alternate Universe (AU) viral yang telah meraih lebih dari 35,8 juta tayangan dan 1,3 juta suka di TikTok.
Presscon WeTV Original 12 IPA 4
Presscon WeTV Original 12 IPA 4

Menjelang penayangan WeTV Original 12 IPA 4 pada 24 Juli 2026, sebuah acara Exclusive Press Screening digelar di XXI Epicentrum, Jakarta, menghadirkan jajaran pemain bintang dan tim produksi. Mengusung tema berani RejectsFighting for Recognition, serial ini mendobrak stereotip drama sekolah biasa dengan mengangkat kisah perjuangan murid-murid yang dianggap “kelas buangan” untuk mendapatkan pengakuan.

Nayla D. Purnama memerankan karakter ganda, Hanin dan Hana di WeTV Original 12 IPA 4, dalam sebuah penyamaran berbahaya demi menuntaskan janji terakhir sang kembaran untuk menyatukan kembali keluarga mereka yang hancur. Ketegangan semakin memuncak dengan hadirnya Junior Roberts sebagai Jarvis, sang popular boy yang menyimpan sisi pemberontak, dan Sandy Pradana sebagai Joan, musisi misterius yang menjadi pusat debaran hati Hanin.

Di bawah arahan sutradara Dinna Jasanti, serial WeTV Original 12 IPA 4 yang mempunyai durasi 8 episode ini menjanjikan pengalaman emosional yang intens, memadukan persaingan klub tari (dance), pengkhianatan, hingga pencarian jati diri yang sangat relevan dengan generasi muda. Sepanjang penayangan episode pertama, para penggemar dan awak media yang hadir tampak larut mengikuti alur cerita. Berbagai adegan emosional berhasil menyentuh perasaan penonton, namun di saat yang sama diselingi komedi segar dari tingkah laku para remaja yang mengundang gelak tawa di dalam studio. Tak hanya itu, beragam aksi kenakalan khas anak sekolah yang ditampilkan juga menghadirkan nuansa nostalgia, mengajak penonton kembali mengenang masa-masa SMA yang penuh warna, persahabatan, dan cerita yang tak terlupakan.

Presscon WeTV Original 12 IPA 4
Presscon WeTV Original 12 IPA 4

Mengenai visi besar di balik proyek ini, Febriamy Hutapea (Executive Producer & Country Head WeTV Indonesia) mengatakan WeTV Original 12 IPA 4 merupakan jawaban atas kerinduan penonton akan kisah remaja khususnya masa-masa SMA. Selain itu, series ini sekaligus tantangan bagi WeTV untuk kembali membawa cerita remaja untuk dapat diterima penonton secara global.

“WeTV Original 12 IPA 4 hadir sebagai jawaban bagi penonton yang merindukan cerita remaja berlatar SMA dengan emosi yang jujur dan dekat dengan realitas. Kekuatan utama serial ini bukan

sekadar pada romantisme sekolah, melainkan pada dinamika persahabatan dan keberanian para siswa di kelas ‘buangan’ dalam menghadapi stigma. Namun, lebih dari sekadar drama remaja, serial ini membawa pesan krusial bagi para orang tua. Kita diperlihatkan bagaimana ekspektasi dan ego orang tua sering kali menjadi beban berat yang memengaruhi kesehatan mental anak. Harapan kami, serial ini dapat menjadi ruang refleksi dan membuka pintu komunikasi yang lebih jujur antara anak dan orang tua di rumah.” jelas Febriamy Hutapea.

Presscon WeTV Original 12 IPA 4
Presscon WeTV Original 12 IPA 4

Oswin Bonifanz (Produser Unlimited Production) menambahkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam mengadaptasi cerita yang telah lebih dahulu populer adalah menerjemahkan imajinasi para pembaca ke dalam visual yang dapat diterima penonton. Karena itu, proses pemilihan pemain menjadi salah satu tahapan yang paling panjang dan krusial untuk memastikan setiap karakter dapat dihidupkan sesuai ekspektasi penggemar.

“Ini adalah salah satu series dengan cast terbanyak, sehingga butuh waktu panjang untuk memvisualisasikan semua karakter agar sesuai ekspektasi penggemar. Kami melihat profil asli pemain dan bagaimana mereka membawakan karakter di dalam series ini dengan sangat matang agar imajinasi pembaca dapat diterjemahkan dengan baik ke layar kaca,” jelas Oswin Bonifanz.

Mewakili para pemeran utama, Nayla D. Purnama dan Junior Roberts membagikan antusiasme

mereka terhadap proses produksi WeTV Original 12 IPA 4. Keduanya mengungkapkan bahwa keakraban yang terjalin di antara para pemain dan kru menciptakan suasana kerja yang nyaman dan menyenangkan. Chemistry yang terbangun secara alami tersebut membuat seluruh tim semakin bersemangat dalam menghidupkan cerita dan karakter yang ada di dalam serial ini.

Presscon WeTV Original 12 IPA 4
Presscon WeTV Original 12 IPA 4

“Banyak sekali kejadian masa SMA yang diangkat ke dalam cerita ini, seperti momen bolos bareng yang kalau divisualisasikan menjadi sangat menarik. Chemistry yang terbangun secara alami di antara pemain dan kru membuat suasana kerja sangat nyaman, dan kami bersemangat menghidupkan karakter yang sudah sangat dicintai ini,” ungkap Nayla antusias.

Jangan lewatkan keseruan kisah masa sekolah dan perjuangan Hanin menembus batas stigma dan menemukan cinta di tengah luka yang retak. WeTV Original “12 IPA 4” tayang mulai 24 Juli 2026, eksklusif hanya di WeTV.

“Buitenjazz Meet The Legends” tinggalkan kesan manis

0
Sabtu malam, 20 Juni 2026, “Buitenjazz Meet The Legends” digelar, ada sesuatu yang berbeda dari konser-konser Buitenjazz biasanya. Ratusan penonton yang memadati kursi, sebagian besar datang berpakaian semi-formal, sebagian lagi terang-terangan menyeka air mata bahkan sebelum satu not pun dimainkan, sepertinya mereka tahu bahwa malam itu bukan sekadar sebuah pertunjukan musik. Itu adalah reuni. Reuni antara mereka dan kenangan yang selama ini hanya hidup di kaset, di playlist, di sudut-sudut ingatan yang paling hangat.
Ermi Kullit On Stage
Ermi Kullit On Stage

Buitenjazz Meet The Legends”, dengan mengusung tema An Intimate Jazz Rendezvous yang dihelat oleh Buitenfest di bawah arahan Event Director Nanang Yuswanto, menjadi salah satu momen paling berkesan dalam kalender musik jazz Indonesia tahun ini. Tiket nyaris habis terjual, sebuah awal yang seharusnya tidak mengejutkan lagi, mengingat nama-nama yang diusung ke atas panggung adalah Ermy Kullit, Deddy Dhukun, dan Mus Mujiono.

Salah satu keputusan artistik yang paling berani dan paling berhasil dalam “Buitenjazz Meet The Legends” adalah pilihan untuk tidak membuat satu panggung yang sama untuk ketiga legenda. Setiap maestro dihadirkan dalam ruang estetikanya sendiri.

Ermy Kullit membuka malam Buitenjazz dengan The Velvet Intimacy, panggung minimalis yang ditransformasikan menjadi sebuah jazz club New York era 1930-an, lengkap dengan tekstur kain beludru, lampu rendah merah marun, dan atmosfer yang terasa begitu intim sampai penonton di baris belakang pun merasa duduk persis di depan sang diva.

Deddy Dhukun On stage
Deddy Dhukun On stage

Saat Ermy membuka suara untuk melantunkan baris lirik pertamanya, keheningan sempat menggantung beberapa detik sebelum akhirnya pecah oleh gemuruh tepuk tangan dan teriakan penonton. Enam hit sepanjang masa dibawakan dalam aransemen kuratorial yang mahal dan elegan. Istimewanya, pada repertoar lagu “Tergoda“, kehadiran koreografi dari talent dancer sengaja diselipkan untuk memberi kedalaman dimensi visual, mempertegas emosi dan gairah yang tersimpan di balik lirik lagunya.

Kejutan terbesar yang tidak disangka audiens malam itu terjadi setelah jeda antar-segmen. Transisi dari set Ermy Kullit menuju Deddy Dhukun pada awalnya terlihat datar, namun disitu letak kejutannya. Pergantian set stage terjadi sangat teatrikal dan mulus (seamless) pada saat Deddy Dhukun membawakan medley ‘Puji Syukur’ memasuki ‘Sakura’ dan ‘Semua Menjadi Satu’; tirai beludru yang semula menjadi latar belakang keintiman panggung Ermy Kullit, mendadak runtuh dalam hitungan detik lewat teknik kabuki drop yang dramatis seiring dengan aransemen musik yang diramu oleh sang Music Director. Proses jatuhnya kain beludru tersebut sarat akan konsep pertunjukan yang sophisticated dengan kompleksitas kreatif dan tingkat kepresisian yang tinggi. Perpindahan lanskap visual ini terjadi secara halus tanpa merusak mood penonton yang sedang larut dalam narasi yang dibangun.

Dari balik gestur teatrikal turunnya tirai itulah konsep The Luminous Realm Deddy Dhukun dimulai. Ini adalah sebuah ruang multisensori yang mengawinkan dinamika konten visual pada layar LED dengan permainan tata cahaya atmosferik yang presisi. 6 karya abadi yang dihadirkan Deddy Dhukun malam itu bukan lagi sekadar untuk memicu nostalgia telinga, melainkan dirasakan oleh seluruh indra. Kedalaman rasa ini semakin pekat saat nomor “Oh Yaa” dibawakan, di mana interaksi para penari di atas panggung bergaya broadway yang berhasil menerjemahkan energi dan denyut lagu menjadi sebuah gerakan yang hidup.

Mus Mudjiono On Stage
Mus Mudjiono On Stage

Sebagai pemuncak malam itu, Mus Mujionio dihadirkan dengan konsep Urban Expression: sebuah interpretasi modern yang memadukan estetika industrial sebagai ‘kerangka’ dan nuansa retro sebagai jiwanya. Total 8 hits dibawakan Mus Mujiono dengan dengan sangat apik dan penuh energi bahkan di usia yang tidak muda lagi; sebuah masterclass dari seorang maestro!  Suara khas dan permainan gitar yang khas dari sang virtuoso membuktikan sekali lagi mengapa nama Mus Mujiono selalu ditulis dengan huruf kapital dalam lembar sejarah musik jazz tanah air.

Untuk sebuah perhelatan perdana berskala medium-besar, catatan jumlah penonton yang mendekati target saja dianggap sebagai puncak pencapaian. Namun bagi tim di balik layar, keberhasilan ini justru menjadi babak pembuka dari sebuah perjalanan yang lebih panjang.

Begitu malam pertunjukan usai, gelombang pesan langsung membanjiri kanal-kanal media sosial Buitenjazz. Menariknya, antusiasme ini tidak hanya datang dari publik Bogor atau kawasan Jabodetabek saja. Permintaan mulai mengalir dari kota-kota besar lain, sudut-sudut kota yang rupanya menyimpan kerinduan mendalam akan pertunjukan musikal dengan kaliber sedemikian rupa. Pertanyaan yang masuk pun seragam: “Kapan giliran kota kami?”

Buitenjazz Meet The Legends
Buitenjazz Meet The Legends

Nanang Yuswanto selaku Event Director, bersama dua inisiator Buitenjazz lainnya, Jogi Hutabarat dan Triono Pudji Susetio (yang juga bertindak sebagai Music Director), mengakui bahwa respons publik ini bergerak jauh melampaui ekspektasi awal mereka. Buitenjazz yang konsisten merawat ekosistem jazz lokal sejak pertengahan 2025 lewat gerakan ‘Around The City’ bukan sekadar sukses menyajikan format konser premium yang belum pernah ada di Bogor sebelumnya. Lebih dari itu, mereka secara tidak sengaja berhasil memetakan sebuah dahaga pasar yang lama tidak terpuaskan: adanya kebutuhan nyata dari komunitas penikmat jazz dewasa di berbagai kota besar Indonesia yang rindu akan suguhan musik yang benar-benar matang, intim, dan berkelas.

Di balik kompleksitas elemen kreatif yang tersaji di atas panggung, terdapat sistem kerja operasional yang bergerak sesuai dengan alur kerja yang matang terencana di area belakang layar. Estetika dan kemegahan tiga set stage Buitenjazz Meet The Legends dapat tersaji dengan rapi karena tata kelola produksi yang mengawal detail pertunjukan secara ketat, detik demi detik, yang semuanya diorkestrasi oleh Agustinus Cahyono selaku Show Director, yang memegang kendali dinamika pergerakan di panggung dengan tidak kurang dari 100 treatment of checkpoint. Setiap transisi, pergantian babak, hingga detail eksekusi mekanis dikawal secara presisi oleh Bima Wilami selaku Show Caller untuk memastikan tidak ada ruang bagi kesalahan sekecil apa pun.

Kemewahan Buitenjazz Meet The Legends tidak bisa dipisahkan dari keandalan infrastruktur produksinya. Sebagai “menu utama” pertunjukan, sektor tata suara mendapatkan dukungan sepenuhnya dari IMS Indonesia dengan sistem audio JBL untuk menjamin kualitas repoduksi suara sebagaimana mestinya.

Buitenjazz Meet The Legends
Buitenjazz Meet The Legends

Menyempurnakan aspek audio, RedSun Lighting hadir sebagai elemen kreatif pendukung yang membangun atmosfer panggung dan emosi penonton lewat permainan cahaya yang dinamis. Kepercayaan besar pada kolaborasi teknis ini menjadi kunci sukses di balik kualitas pertunjukan yang tanpa kompromi.

Film “Juminten Edan” bangkitkan kembali aura horor klasik

0
Berbeda dari film – film horor lainnya, film “Juminten Edan” muncul di Industri film horor Indonesia dengan vibe dan aura yang berbeda. Film yang di bintangi Dimas Aditya berpasangan dengan Meisya Amira ini lebih mengutamakan unsur drama dan Thriller.
Presscon film Juminten Edan
Presscon film Juminten Edan

Karena film “Juminten Edan” ini bermain di sektor drama dan thriller, oleh karena itu sepanjang film ini diputar sangat jarang sekali ada momen – moment jumpscare dan hal – hal menyeramkan lainnya, namun begitu ada beberapa adegan kekerasan dan kejam yang muncul di film ini.

Film “Juminten Edan” hadir menawarkan sebuah drama yang melibatkan psikologis tokohnya dengan di balut oleh cerita misteri yang kelam dan gelap serta dibumbui beberapa adegan sadis yang sangat kejam. Ini mengingatkan kita akan aura film – film horor era 90an yang sangat klasik.

Berikut sinopsis film “Juminten Edan”

Cerita berpusat pada Juminten (diperankan Meisya Amira), seorang perempuan tunarungu dan tunawicara. Kepulangan ini sebenarnya menjadi mimpi buruk bagi Juminten. Desa tersebut menyimpan trauma masa kecil yang ingin ia kubur dalam-dalam.

Presscon film Juminten Edan
Presscon film Juminten Edan

Juminten mulai dihantui oleh sosok kakeknya sendiri, seorang dukun yang tewas mengenaskan dibakar warga setelah mencoba menjadikan cucunya sendiri sebagai tumbal. Tragisnya, karena dianggap gila dan berbahaya, warga desa menerapkan adat setempat yang kejam: Juminten dipasung. Ia dipisahkan secara paksa dari suami dan putri semata wayangnya, Saskia.

Selanjutnya para penonton akan dipaksa untuk berfikir mengenai rentetan kejadian yang dialami Juminten serta berbagai kilas balik yang di cerityakan oleh film ini untuk menjelaskan pada penonton apa yang sebenarnya terjadi.

Selain menampilkan Meisya Amira sebagai Juminten dan Dimas Aditya sebagai Manto, film ini di perkuat Anne J Coto, Kukuh Prasetyo, Deden Bagaskara, Bambang Oeban, Wina Marrino, Sharon Jovian, Teguh Julianto, Wanto Cacing, Feril Ali dan Maria Lituhayu.

Film “Juminten Edan” akan tayang di bioskop pada 23 Juli 2026. Jangan lupa tonton ya.

Film komedi horor “Cek Khodam” semarakkan akhir pekan ini

0
Film komedi horor bertajuk “Cek Khodam” sudah tayang di seluruh bioskop tanah air sejak 16 Juli kemarin. “Cek Khodam” merupakan film komedi horor Indonesia yang mengangkat fenomena cek khodam yang viral di media sosial beberapa waktu lalu.
Presscon film "Cek Khodam"
Presscon film “Cek Khodam”

Film “Cek Khodam” ini disutradarai oleh Jeropoint yang juga dikenal sebagai penulis kisah horor di media sosial thread. Salah satu kisah horor yang ditulis Jeropoint adalah “Di Ambang Kematian” yang juga pernah diadaptasi ke layar lebar pada 2024.

Selain bertugas sebagai sutradara di film “Cek Khodam”, Jeropoint juga bertindak sebagai penulis naskah bersama Sandikagusti dan Shintapuji. Di film ini Jeropoint mengarahkan para cast yang juga merupakan konten kreator seperti Saputra Kori, Kak Gem, Tante Lala, Adi Sudirja, entertainer asal Thailand, Jirayut sampai dengan para komedian seperti Benidictus Siregar, Ence Bagus, dan Fanny Fadillah.

Berikut sinopsis film “Cek Khodam”

Cerita berpusat pada tiga sahabat, yakni Sakti, Wira, dan Bima, yang mencoba meraih popularitas dengan membuat konten bertema Cek Khodam. Tanpa mereka sadari, konten tersebut memicu perubahan besar di dunia gaib. Angka Ketakutan Manusia (AKM) terus menurun karena masyarakat tidak lagi menganggap hantu dan khodam sebagai sosok yang menyeramkan.

Kondisi itu membuat para penghuni dunia gaib merasa kehilangan wibawa. Hantu yang dulu ditakuti kini justru dijadikan bahan lelucon dan konten hiburan. Melihat situasi tersebut, Panglima Khodam turun langsung ke dunia manusia. Ia mendapat misi mengembalikan martabat dunia gaib sekaligus meningkatkan kembali rasa takut manusia terhadap makhluk tak kasatmata.

Presscon film "Cek Khodam"
Presscon film “Cek Khodam”

Namun, rencana itu tidak berjalan sesuai harapan. Setiap upaya para khodam untuk menakut-nakuti manusia justru memicu kekacauan yang semakin lucu sekaligus absurd. Konflik demi konflik menghadirkan perpaduan horor dan komedi yang menjadi daya tarik utama film ini.

Kehadiran Jirayut menjadi salah satu daya tarik utama film ini tersebut, Jirayut dipercaya memerankan salah satu karakter yang terlibat dalam petualangan penuh kekacauan akibat konten cek khodam.

FilmCek Khodam bisa menjadi salah satu pilihan tontonan menarik di bioskop akhir pekan ini.

Tembus 122 ribu pendengar, Lindee Cremona makin pede

0
Penyanyi belia berbakat asal Jakarta, Lindee Cremona semakin percaya diri melangkah di industri musik Indonesia. Berbekal karakter vocal yang lembut, jernih dan penuh ketulusan, Lindee telah membuktikan bakatnya dengan merilis banyak single terhitung sejak awal karir sampai dengan sekarang.
Lindee Cremona
Lindee Cremona

Dari banyak lagu yang telah Lindee Cremona rilis, ada beberapa single yang meraih stream tinggi di Spotify. Lagu – lagu Lindee seperti “Mama, Sahabat Seperti Bintang, Bukan Akhir Cinta, Malas Tapi Terpaksa” dan rilisan terbarunya bertajuk “Yang Masih Bisa Berdoa” telah memberi kontribusi yang membuat Monthly Listenernya di Spotify menyentuh 122 ribu orang.

Lindee Cremona sendiri menanggapi kemajuannya ini dengan bijak, menurut Lindee keberhasilannya mendapatkan Monthly Listenernya yang banyak di spotify tersebut karena adanya dukungan banyak pihak selama ini. Nama – nama berpengalaman di industri musik tanah air seperti  Nissan Fortz, Pace Kribo, Jubing Kristianto hingga Franky Makatita dan Wendy Bagindas hadir mengawal perjalanan Lindee di industri musik Indonesia.

Di usianya yang belia, yaitu 12 tahun, Lindee Cremona menunjukkan bahwa musik mampu menjadi bahasa yang melampaui usia. Lindee kerap menghadirkan cerita keseharian yang bermakna dan menyentuh sebagai tema yang diangkat di tiap karya lagunya. Setiap nada yang dilantunkan mengalir alami, Lindee pandai menghadirkan penghayatan dan rasa nyaman ketika menyanyikan lagu dengan genre apa saja.

Monthly Listener Spotify Lindee Cremona
Monthly Listener Spotify Lindee Cremona

 “Aku memang menyanyi dengan penghayatan lirik yang ada. BTW thanks untuk kakak vocal director yang sudah ngarahin saya saat di studio rekaman,” ungkap Lindee.

Perjalanan Lindee di industri music dibangun di atas kecintaan yang mendalam terhadap seni dan proses belajar yang konsisten. Prinsipnya pun unik, menyanyi baginya adalah usaha membangun identitas, bukan sekadar popularitas. Lindee berhasil meraih keduanya.

Dari belasan lagunya yang sudah tersaji di stream, nampak bahwa Lindee banyak menyanyikan lagu tentang kasih sayang keluarga, persahabatan, harapan, doa dan rasa Syukur. Ini relevan bagi lintas generasi.

Lindee Cremona
Lindee Cremona

Lindee juga dikawal lirikis handal yang Albert Kenchen.

“Lirik yang saya tulis themanya keseharian. Dengan bahasa yang sederhana. Ternyata inilah yang membuat nyaman hingga bisa sampai ke pendengarnya,” ujar Albert, sang Ayah yang bersama keluarga besarnya sangat mendukung Langkah Lindee di dunia menyanyi ini.

Lindee bukan sekadar penyanyi remaja, ia pandai menghangatkan telinga dan hati. Lindee hadir sebagai representasi generasi baru penyanyi perempuan Indonesia. Muda, tulus dan inspiratif. Kini Lindee sedang menapak perjalanan menuju masa depan gemilang.

 

Hadir dari keluarga musisi, Maliqa rilis single “Rindu Menggila”

1
Di tengah lahirnya generasi baru musik Indonesia, hadir sosok muda berbakat bernama Maliqa Nasution, penyanyi pendatang baru berusia 20 tahun yang membawa karakter vokal lembut, emosional, dan modern dalam karya-karyanya.
Artwork Single Rindu Menggila
Artwork Single Rindu Menggila

Maliqa merupakan putri pertama dari Mickey Nasution dan Daisy Ariana, yang tumbuh di lingkungan keluarga dengan ikatan kuat terhadap dunia musik dan seni. Sejak kecil, Maliqa telah akrab dengan berbagai warna musik yang membentuk kepekaan artistik serta kecintaannya terhadap dunia tarik suara.

Maliqa berasal dari keluarga musik ternama Indonesia. Maliqa merupakan keponakan dari dua penyanyi legendaris Indonesia, Diana Nasution dan Rita Nasution, serta sepupu dari musisi Marcello Tahitoe.

Meski memiliki warisan musikal yang kuat, Maliqa memilih untuk melangkah dengan identitas dan warna musiknya sendiri.

Alih-alih membangun persona diva yang penuh jarak, Maliqa hadir sebagai penyanyi pop modern dengan pendekatan yang intimate, hangat, dan personal. Ia membawa sosok yang terasa dekat dengan pendengarnya, hangat, tulus, dan mudah diterima.

Maliqa
Maliqa

Tahun 2026 menjadi langkah awal perjalanan profesional Maliqa di industri musik melalui single debut berjudul “Rindu Menggila”, yang dirilis di bawah label Horahore Records⁠.

Lagu ini mengangkat tema kerinduan yang mendalam tentang perasaan yang terus tinggal di hati, bahkan ketika waktu terus berjalan. Dengan balutan aransemen pop modern dan nuansa emosional yang kuat, Rindu Menggila menjadi perkenalan yang solid terhadap identitas musikal Maliqa.

Single debut ini turut mendapat dukungan dari sejumlah musisi nasional berpengalaman, di antaranya : Yoggy Rachmady, Gustaf Alexandro Katuuk, Noldy Benjamin dan Helena Andrian.

Maliqa
Maliqa

Lagu “Rindu Menggila” merupakan karya cipta Mickey Nasution, yang selain dikenal sebagai ayah Maliqa, juga merupakan mantan musisi dan vokalis Panhead Band serta Karua Boys Band.

Dengan karakter vokal yang lembut namun penuh emosi, penampilan yang elegan, serta aura muda yang autentik, Maliqa muncul sebagai salah satu talenta baru yang menjanjikan di industri musik Indonesia.

Hingga saat ini, single debutnya telah meraih 40.000+ streams di Spotify, sebuah pencapaian yang menjanjikan bagi artis pendatang baru independent.

Girl band anak ‘Sparkle’ rilis single debut “Sampai Kita Besar Nanti”

0
Girl band anak bernama ‘Sparkle’ baru saja melakukan debut dan merilis single perdana bertajuk “Sampai Kita Besar Nanti”. Melalui single perdananya ini, girl band yang beranggotakan Schalea Fasyannira, Fayra Sukma Anjani, dan Safaa Nafisa Anfasa ini mengangkat tema momen persahabatan dan kebersamaan antara teman dalam suka maupun duka.
Sparkle
Sparkle
Single “Sampai Kita Besar Nanti” menampilkan aransemen dan warna musik ceria dengan lirik yang mudah diingat, serta koreografi yang enerjik dan gemas di kemasan video musiknya. Seluruh konsep mulai dari audio dan video musik dari single nya ‘Sparkle’. digarap sedemikian rupa agar terasa dekat dengan keseharian anak-anak.

Lagu ‘Sampai Kita Besar Nanti’ yang memuat pesan pesan positif dalam menjaga persahabatan ini menjadi langkah awal Sparkle dalam meramaikan industri musik anak Indonesia.

Menyimak konsep di musik videonya yang telah tayang resmi di Youtube Channelnya, ‘Sparkle’ tampil dengan konsep yang penuh warna dan menggambarkan keceriaan khas anak.

Sejak pertama kali ditampilkan saat perform di acara peluncuran singlenya dan di seluruh media sosial, lagu ‘Sampai Kita Besar Nanti’ dari ‘Sparkle’ mendapat sambutan hangat dari anak-anak yang hadir dan menyaksikan di media sosial.

Single ‘Sampai Kita Besar Nanti’ ditulis oleh penulis lagu, aranjer dan guru vokal Bemby Noor.

“Untuk bisa menulis lagu dengan tema seperti ini, saya harus flashback kembali membayangkan ingatan saya tentang masa SD dahulu. Saya harus mengingat kembali masalah – masalah apa saja yang muncul saat saya kecil dulu “, terang Bemby.

Sparkle
Sparkle

Menurut Bemby, Lagu ini menggambarkan bagaimana teman memiliki peran penting dalam menemani setiap momen. Melalui liriknya, ‘Sparkle’ ingin mengajak anak-anak Indonesia untuk lebih menghargai teman.

Trio ‘Sparkle’ adalah teman yang sudah saling kenal sejak Sama – sama di playground TK. Pengalaman itulah yang kemudian terasa selaras dengan pesan yang ingin disampaikan melalui single “Sampai Kita Besar Nanti”, yaitu persahabatan.

Single “Sampai Kita Besar Nanti” sudah bisa di simak di seluruh Digital Store Platform, sementara itu jangan lupa juga untuk menyaksikan video musiknya di Youtube sambil bernyanyi, menari, dan menikmati pesan positif yang dibawakan oleh ‘Sparkle’.

Unit Deathmetal, Siksa Kubur, luncurkan EP “Dari Langit”

0
Selama hampir tiga dekade, Siksa Kubur terus menjadi salah satu nama paling berpengaruh dalam perjalanan musik ekstrem Indonesia. Berdiri sejak tahun 1996, unit Deathmetal asal Jakarta ini telah menapaki berbagai fase perjalanan yang panjang, mulai dari panggung ke panggung komunitas, pertunjukan di berbagai kota di Indonesia, hingga festival berskala Internasional.
ARTWORK SIKSA KUBUR - DARI LANGIT
ARTWORK SIKSA KUBUR – DARI LANGIT

Konsistensi mereka juga dibuktikan melalui rangkaian tur Nasional maupun Asia yang semakin mempertegas eksistensinya di skena musik ekstrem. Kini, Siksa Kubur kembali menghadirkan karya EP album bertajuk “Dari Langit” yang dirilis via Youtube BrutalMind Records pada 02 Juli 2026. Sebuah rilisan yang menawarkan pendekatan konseptual dengan mengangkat kisah fiksi mengenai kehidupan ekstraterestrial dan asal mula peradaban manusia, sekaligus mengajak pendengar merenungkan konsekuensi dari setiap pilihan yang akan menentukan masa depan peradaban.

“Dari Langit” milik Siksa Kubur berbicara tentang kehidupan ekstraterestrial. Kisah ini dibangun secara fiksi menceritakan tentang awal penciptaan umat manusia dan turunnya sebuah keilmuan yang datang dari entitas langit. EP ini membawa pesan tentang konsekuensi pilihan yang akan manusia terima kelak.” Ujar Septian Maulana.

Secara musikal, “Dari Langit” tetap berakar kuat pada karakter Deathmetal klasik yang menjadi identitas Siksa Kubur, dengan terpengaruh dari nama-nama seperti Cannibal Corpse, Malevolent Creation, Deicide, Morbid Angel, dan Suffocation. Di sisi lain, EP ini juga memperluas eksplorasi musikal melalui sentuhan Blackmetal ala Emperor, Immortal, dan Satyricon, dan juga dipadukan dengan elemen Progressive Rock dan Progressive Deathmetal yang terinspirasi dari Opeth, Rush, hingga Death, serta nuansa Thrash dan Heavy Metal yang akhirnya memperkaya dinamika komposisi dari karyanya.

Visual artwork untuk “Dari Langit” dikerjakan oleh Andik Godfinger. Sementara, proses mixing dipercayakan kepada Adria Sevrianto dan mastering diselesaikan oleh Hamzah, yang menghasilkan sajian audio yang mampu merepresentasikan atmosfer gelap sekaligus megah yang menjadi benang merah dari keseluruhan konsep EP Siksa Kubur ini.

Untuk video sendiri dikerjakan oleh BSA Graphics dan layoutnya oleh Pradana Graphics. Sebagai tindak lanjut perilisan “Dari Langit” ini, Siksa Kubur telah menyiapkan sejumlah agenda, termasuk showcase di Jakarta dan Bali yang akan menjadi titik awal untuk memperkenalkan materi terbaru mereka secara langsung kepada publik. Selain itu, band ini juga tengah mempersiapkan rangkaian penampilan di berbagai kota serta tur lanjutan sebagai bagian dari promosi EP tersebut.

Siksa Kubur
Siksa Kubur

Saat ini Siksa Kubur di perkuat oleh Septian Maulana : Vokal, Andre Tiranda : Guitar, Ricky Rangga : Guitar II, Adhytia Perkasa : Drum dan Krisnanda Yusuf : Additional Guitar

Melalui “Dari Langit”, Siksa Kubur kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pelopor Deathmetal Indonesia yang terus berevolusi tanpa kehilangan akar musikalnya. EP ini bukan sekadar menghadirkan agresivitas musikal, tetapi juga menawarkan sebuah narasi konseptual yang mengajak pendengar menelusuri batas antara mitologi, fiksi, dan refleksi terhadap eksistensi manusia.

Track list EP Siksa Kubur – Dari Langit sbb : Scene I – Prologos, Scene II – Demolisi (Holoskaustos), Scene III – Niskala Mata, Scene IV – Epilogos (Tou Khaos).

Billkiss luncurkan single baru berjudul “Beruntung”

1
Band pop asal Bogor, Billkiss, kembali merilis single terbaru berjudul “Beruntung” yang sudah tersedia di seluruh digital streaming platform sejak 30 Juni 2026. Masih membawa nuansa khas Billkiss dengan warna pop manis dan ceria, lagu ini hadir dengan energi positif yang hangat dan menyenangkan.
ARTWORK BERUNTUNG - BILLKISS jpg
ARTWORK BERUNTUNG – BILLKISS jpg

“Beruntung” menceritakan tentang dua orang yang sama-sama merasa beruntung karena dipertemukan di saat keduanya sedang sendiri. Lagu ini menggambarkan perasaan hangat ketika akhirnya menemukan seseorang yang tepat, di waktu yang tepat. Bahkan, cerita dalam lagu ini bisa menjadi lanjutan dari single Billkiss sebelumnya, “Layar Hati”.

Lagu ini ditulis oleh Helvi Eriyanti, bassist Billkiss. Proses rekaman dilakukan di Lancar Jaya Studio dengan bantuan Acoy Rocker Kasarunk dan Band Omom yang turut membantu dalam proses aransemen. Untuk proses mixing, lagu ini juga dikerjakan oleh Acoy di studio yang sama.

Sebagai penulis lagu sekaligus bassist Billkiss, Helvi percaya bahwa setiap orang pada akhirnya akan dipertemukan dengan sosok yang tepat di waktu yang tepat. Karena itu, sebelum bertemu dengan orang tersebut, kita juga perlu mempersiapkan diri untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Saat energi baik itu tumbuh, manusia terbaik pun akan datang dengan energi yang sama.

Billkiss
Billkiss

Sementara itu, Maulin sebagai vokalis Billkiss menambahkan bahwa setiap orang memiliki versi “beruntung”-nya masing-masing. Karena itu, penting untuk mensyukuri apa yang dimiliki saat ini dan menikmati setiap proses kehidupan yang dijalani.

Melalui “Beruntung”, Billkiss berharap lagu ini bisa menemani banyak orang dan menularkan energi positif kepada siapa pun yang mendengarkannya.

Single “Beruntung” akan resmi dirilis pada 30 Juni 2026 dan dapat didengarkan di seluruh digital streaming platform.