Wednesday, November 4, 2026
Home Blog

Natania Karin rilis album baru “Siluet Kita Berjalan dan Menjauh”

0
Lima tahun setelah rilisan album perdananya, Natania Karin menjajakan album baru berjudul “Siluet Kita Berjalan dan Menjauh”, berisikan sebelas trek, menceritakan kisah-kisah kenangan yang mati di dalam waktu untuk hidup di dalam kita.
ARTWORK SILUET KITA BERJALAN DAN MENJAUH
ARTWORK SILUET KITA BERJALAN DAN MENJAUH

Natania Karin mendendangkan lagu-lagu sayang, marah, jenaka, damba, juga kontemplasi dari sudut pandang seseorang yang mengintip dari masa depan, pengamat rahasia yang telah memahami perpisahan itu sudah/pasti/akan terjadi sebelum tokoh-tokoh dalam lagunya pun curiga.

Sebelas lagu dalam album ini memang berangkat dari kejadian-kejadian personal maupun yang Natania Karin amati dari orang terdekat sekitarnya selama lima tahun ke belakang. Kompilasinya antara lain adalah seorang pengecut yang menjadi berani melalui cinta, jerih payah hati seorang sahabat, surat terbuka untuk semua ayah, museum yang hanya berisi bayang-bayang kenangan, keluhan perempuan independen yang dimanfaatkan lelaki kebocahan dan siluet-siluet masa lalu yang selalu membayangi setiap langkah kita.

Semuanya ini dibungkus dalam balutan musik pop, folk, dan R&B yang kaya akan petikan gitar, goresan strings dan semilir piano, mengiringi tautan lirik yang melodis dan ekspresif. Natania Karin juga menggandeng Sal Priadi yang sudah bekerja erat dengannya selama tujuh tahun, sebagai kolaborator penulis lagu dan penyanyi pada trek keenam yang berjudul “Api dan Salju”.

Natania Karin
Natania Karin

Kalau biasanya Karin dikenal sebagai backing vocal yang ikut menghiasi panggung-panggung Sal, kali ini Sal turut mewarnai lagu Karin dengan menawarkan perspektif sebagai lawan tengkarnya, dimana mereka berdua menjelma pasangan yang tengah berdansa dan bernegosiasi dalam perbedaan mereka.

Untuk produksi sebelas lagu dalam album ini, Karin dibersamai sejumlah produser, baik mereka yang telah familiar dan memiliki rekam jejak panjang, maupun mereka yang tengah merintis. Di antaranya adalah Lafa Pratomo, Gihon Lohanda, Dissa Kamajaya atau yang kerap dikenal sebagai Jacques, Bayu Rusady, Tjdika dari Littlefingers dan Klio Mathew, Alexander Kosasih dan Feliks Fernando, serta Evan Gunardi.

Judul “Siluet Kita Berjalan dan Menjauh” diambil dari potongan lirik lagu pembuka album, yaitu “Siluet”, yang sudah dirilis duluan menjadi single pada bulan November 2025 lalu sebelum disusul oleh “Lelaki Sok Kuat” dan “Bermain SMA” sebagai single kedua dan ketiga sebelum perilisan album.

 Natania Karin
Natania Karin

Lagu “Siluet” sendiri menjadi prolog bagi pesan-pesan yang hendak diutarakan dalam album ini, menawarkan kaca selubung bagi pendengar untuk bisa memandang lagu-lagu lainnya sebagai memori yang terpampang dari masa lalu; meminta didengar, rindu untuk dimaknai dan dibawa serta semua amanah dan kebaikannya, terlucuti dari segala yang pernah menjadikannya sakit atau murka.

“Siluet Kita Berjalan dan Menjauh”, album penuh kedua Natania Karin bisa didengarkan di seluruh media streaming digital. Kita semua punya kenangan. Kita semua punya siluet, yang bersamanya kita terus berjalan dan menjauh.

Film “Pasukan 1000 Janda” bakal tayang di 12 November 2026

0
Manara Films mempersembahkan film fantasy action karya sutradara Archie Hekagery berjudul “Pasukan 1000 Janda”, yang terinspirasi dari kisah nyata perjuangan Laksamana Malahayati dan Pasukan Inong Balee di Tanah Aceh.
Poster film Pasukan 1000 Janda
Poster film Pasukan 1000 Janda

Film “Pasukan 1000 Janda” ini menghadirkan kisah epik dalam perjuangan melawan penjajah yang ingin menduduki tanah para warga Aceh, namun berhasil diusir dengan semangat juang para perempuan yang tengah berduka.

Film “Pasukan 1000 Janda” ini mengikuti kisah Laksamana Malahayati (Atiqah Hasiholan), yang harus kembali bertempur sekali lagi di medan perang. Namun, pertempuran kali ini juga penuh lapisan emosional. Sebab, suaminya baru saja gugur. Ia harus memimpin para perempuan lain yang suaminya juga gugur saat melawan penjajah.

Laksamana Malahayati melatih para perempuan yang kemudian disebut dengan Pasukan Inong Balee tersebut menjadi ahli bela diri, memegang senjata, dan bergerilya di pesisir. “Pasukan 1000 Janda” berhasil menghidupkan kisah epik Malahayati ke layar lebar dengan pendekatan yang modern.

Adegan-adegan pertempuran dari duel 1 vs 1 hingga penghancuran kapal yang menjadi salah satu adegan puncak film ini disajikan dengan dramatis.

Atiqah Hasiholan
Atiqah Hasiholan

“Dengan balutan fantasy action yang terinspirasi dari kisah sejarah Malahayati, “Pasukan 1000 Janda” menyajikan tontonan yang akan menghibur, penuh aksi laga kolosal, dan bisa ditonton keluarga,” ujar sutradara Archie Hekagery.

“Para perempuan di film ini membuktikan bahwa kehilangan bukan berarti akhir dari segalanya. Laksamana Malahayati dan Pasukan Inong Balee maju ke medan tempur berangkat dari rasa duka yang justru bertransformasi menjadi kekuatan besar untuk bangkit dan mempertahankan tanah air,” tambah Archie.

Di film “Pasukan 1000 Janda”, Atiqah Hasiholan harus menjalani workshop action selama tiga bulan. Ia pun harus belajar menggunakan rencong, senjata tradisional Aceh.

Presscon dan press screening film Pasukan 1000 Janda
Presscon dan press screening film Pasukan 1000 Janda

“Ini adalah film action pertama saya. Saya harus melakukan adegan laga dengan tali sling di atas kapal, dan yang paling berkesan adalah saya harus duel satu lawan satu dengan aktor laga internasional berpengalaman Ron,” ujar Atiqah Hasiholan.

Bagi Cut Mini, yang memerankan Maisaroh, salah satu Pasukan Inong Balee, mengungkapkan nilai yang bisa diteladani dari film Pasukan 1000 Janda.

“Perempuan pada dasarnya sudah diciptakan sangat kuat. Menangis dan bersedih itu wajar ketika kehilangan, tetapi air mata itu justru menjadi booster untuk bangkit kembali. Pasukan Inong Balee membuktikan bahwa kekuatan itu ada di dalam diri setiap perempuan, tinggal kita memilih untuk menyerah atau bangkit menjadi pejuang yang tangguh,” ujar Cut Mini.

Presscon dan press screening film Pasukan 1000 Janda
Presscon dan press screening film Pasukan 1000 Janda

Film “Pasukan 1000 Janda” akan hadir dengan tontonan yang menyajikan aksi laga megah berbalut kisah yang terinspirasi dari sejarah nasional. Tak hanya tontonan dan cerita yang relevan untuk perempuan, namun juga menjadi tontonan untuk keluarga dan generasi muda.

Disutradarai Archie Hekagery, “Pasukan 1000 Janda” diproduseri oleh Yuda Wirafianto dengan ko-produser Mifta Nur Rizki, dan produser eksekutif Bunga Mentari. Film ini dibintangi oleh jajaran aktris ternama dan berbakat Indonesia. Atiqah Hasiholan dipercaya sebagai Laksamana Malahayati yang perkasa dan berani memimpin pasukan. Sementara itu, para pasukan Inong Balee di antaranya diperankan oleh Cut Mini, Tasha Siahaan, Fergie Brittany, dan Ully Triani. Turut bergabung di jajaran pemeran di film ini, Emil Kusumo, Vincent Verhaag, Hans de Kraker, Dafina Jamasir, Syaura Salsabila, Muzakki Ramdhan, dan Ron Smoorenburg, aktor laga internasional aktor internasional asal Belanda yang pernah menjadi lawan Jackie Chan di film Who Am I?.

Film Pasukan 1000 Janda akan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026.

Penyanyi asal Jogja, Maretha Esther rilis single “Love Isn’t Real”

0
Penyanyi dan penulis lagu pendatang baru Maretha Esther, yang dikenal dengan nama panggung Reth, resmi merilis single debutnya bertajuk “Love Isn’t Real”, sebuah lagu R&B yang personal dan emosional, mengangkat kisah tentang patah hati serta kesadaran bahwa cinta tidak selalu berjalan seperti yang diharapkan.
ALBUM-COVER-RETH
ALBUM-COVER-RETH
Melalui penulisan lirik yang intim dan karakter vokalnya yang penuh penghayatan, Reth menggambarkan kerentanan seseorang setelah kehilangan orang yang dicintai, sembari mempertanyakan kembali kenangan, janji, dan perasaan yang dahulu terasa begitu nyata. Memadukan pengaruh R&B kontemporer dengan harmoni yang hangat serta penceritaan yang ekspresif, “Love Isn’t Real” menjadi perjalanan reflektif yang menelusuri duka, penerimaan, dan proses melepaskan.

Berangkat dari pengalamannya sebagai penulis lagu dan vokalis, Reth terus mengembangkan identitas musikalnya, menggabungkan kejujuran emosional dengan tekstur musikal yang kaya. Setelah berbagai karya dan kontribusinya sebagai penulis lagu, termasuk keterlibatannya bersama pemenang Indonesian Idol 2023, Salma Salsabil, perilisan ini menjadi langkah penting berikutnya dalam membangun identitas artistiknya.

Melalui “Love Isn’t Real”, Reth mengajak pendengar memasuki ruang refleksi yang penuh kerentanan, mengingatkan bahwa meskipun cinta dapat memudar atau berakhir, emosi dan pelajaran yang ditinggalkannya akan selalu memiliki makna.

“Love Isn’t Real” tersedia di seluruh platform streaming digital mulai Minggu, 16 Agustus 2026.

Maretha Esther
Maretha Esther

Tentang Maretha Ester

Maretha Esther, yang dikenal secara profesional sebagai Reth, adalah penyanyi, penulis lagu, dan vokalis asal Yogyakarta. Lulusan terbaik Program Studi Vokal Pop Jazz ISI Yogyakarta ini membangun identitas musikalnya melalui perpaduan R&B, jazz, dan ekspresi vokal yang terinspirasi dari musik gospel. Karya-karyanya mengeksplorasi tema cinta, penyembuhan, dan pencarian jati diri melalui penulisan lagu yang intim serta penampilan yang penuh penghayatan.

Rilis single baru, Think A Belle perkenalkan formasi baru juga

0
Think A Belle kembali hadir dengan karya terbaru mereka, single berjudul “Barangkali”. Lagu ini bercerita tentang sebuah hubungan yang terasa hambar, di mana dua orang yang seharusnya saling menguatkan justru kini berjalan tanpa arah. Tidak ada lagi percikan, hanya rutinitas dan keheningan yang makin terasa.
Think A belle
Think A belle

Think A Belle memaknai single “Barangkali” sebagai pesan tentang keberanian untuk memberi ruang yang mungkin dengan mengambil sikap berpisah sementara, agar keduanya bisa menemukan kembali diri sendiri, karena tidak semua hubungan harus dipertahankan jika memang sudah tidak lagi membuat kita bahagia. Kadang, waktu sendiri adalah jawaban terbaik.

Single “Barangkali” ini menjadi rilisan pertama dari formasi kedua Think A Belle, sekaligus menandai babak baru perjalanan musik mereka. Dengan warna musik yang tetap khas plus lirik yang jujur, single “Barangkali” diharapkan bisa menjadi teman bagi siapa pun yang sedang merasakan hal serupa.

Think A Belle adalah band yang terbentuk dari persahabatan dan kecintaan yang sama terhadap musik. Dengan perpaduan melodi yang kuat, lirik yang personal, serta aransemen yang khas, Think A Belle terus berusaha menghadirkan karya yang bisa menyentuh hati banyak orang.

Think A Belle
Think A Belle

Dirilisnya single “Barangkali” ini sekaligus menjadi ajang Think A Belle memperkenalkan formasi terbarunya ke tengah – tengah masyarakat dan industri musik Indonesia yang kali ini digawangi oleh : Calista (Vokal), Nunoz Nugraha (Gitar), Andika Naliputra “Peterpan” (Gitar 2 / Keyboard), Cecep Abdurahman (Bass) dan Luthfan (Drums)

“Kami berharap, semoga karya-karya Think A Belle dapat dinikmati dan disukai oleh orang banyak. Terima kasih selalu untuk semua yang sudah mendukung perjalanan musik kami” ujar para member Think A Belle.

Dimas Supartono : “Musik dan Property bisa jalan bareng”

0
Nama Dimas Supartono selama ini dikenal di industri musik sebagai seorang produser, sekaligus putra almarhum musisi Tono Supartono. Namun, kini Dimas mulai memperluas kiprahnya dengan merambah bisnis properti melalui pengembangan perumahan Nuansa Indah Village di Sawangan, Depok.
Dimas Supartono
Dimas Supartono

Di bawah PT Karya Perkasa Indonesia yang dipimpinnya, Dimas Supartono mengembangkan kawasan perumahan dengan luas total mencapai 26 hektare. Dari keseluruhan lahan tersebut, sekitar 7 hektare telah dikembangkan, dengan Cluster Cinnamon sebagai tahap pengembangan yang berjalan saat ini.

Dimas mengungkapkan, keputusan terjun ke bisnis properti berawal dari peluang yang dilihatnya di kawasan Depok, termasuk pembebasan lahan yang telah dilakukan beberapa tahun lalu.

“Karena adanya kesempatan dan peluang yang baik di daerah Depok yang sedang saya kembangkan. Mengingat pembebasan tanah di beberapa tahun yang lalu dengan harga yang cukup baik,” ujar Dimas.

Ia menjelaskan, pengembangan Nuansa Indah Village bermula dari lahan yang ditawarkan pemilik sebelumnya kepada PT Karya Perkasa Indonesia. Sejak itu, pengembangan dilakukan secara bertahap hingga kawasan yang dimiliki saat ini.

Nuansa Indah Village mengusung konsep perumahan asri yang menyasar konsumen kelas menengah. Selain hunian asri, Nuansa Indah Village memiliki fasilitas kolam renang dan danau indah. Menurut Dimas, segmen tersebut memiliki potensi permintaan yang cukup besar di kawasan Sawangan dan sekitarnya.

Saat ini, pengembangan berfokus pada Cluster Cinnamon yang terdiri dari sekitar 200 unit rumah di atas lahan seluas 3,5 hektare. Dimas bersyukur proses pengembangan dapat berjalan sesuai target yang telah direncanakan.

Nuansa Indah Village
Nuansa Indah Village

“Alhamdulillah, bisa mencapai target sesuai yang kita rencanakan. Target ke depannya mengembangkan cluster-cluster setelah ini, dan juga beberapa fasilitas umum yang masih dalam pengembangan,” tuturnya.

Meski mulai serius membangun bisnis properti, Dimas mengakui bahwa beradaptasi dengan bidang baru memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam hal waktu dan kesiapan modal.

Menurutnya, proses produksi musik relatif dapat diselesaikan dalam waktu singkat, sedangkan pembangunan rumah membutuhkan perencanaan, waktu pengerjaan, serta dukungan modal yang lebih besar.

“Ketika membuat musik bisa diselesaikan dalam kurun waktu satu bulan. Lain halnya dalam membuat rumah, perlu waktu yang lebih lama dan kesiapan modal yang cukup,” jelasnya.

Di tengah kesibukannya mengembangkan Nuansa Indah Village, Dimas memastikan dirinya tidak akan meninggalkan industri musik yang telah menjadi bagian dari kehidupannya sejak kecil.

Kecintaannya terhadap musik tumbuh dari lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia tersebut. Sebagai putra almarhum Tono Supartono, Dimas terbiasa mengikuti perkembangan musik, baik karya musisi Indonesia maupun mancanegara.

Dimas Supartono
Dimas Supartono

Ia juga memiliki studio musik dan terus mengikuti dinamika industri musik sebagai bekal untuk melahirkan karya-karya baru.

“Kalau properti ada beberapa peluang dan keuntungan yang bisa diraih, sedangkan musik adalah passion,” ungkap Dimas.

Pada 2024, Dimas merilis lagu berjudul “Jujur Saja” yang dinyanyikan Ira Batti. Kini, ia kembali mempersiapkan karya terbaru untuk meramaikan industri musik Indonesia.

Dimas pun memberikan sinyal bahwa single berikutnya akan dirilis dalam waktu dekat.

“Tentu siap. Ditunggu ya, single-single berikutnya dalam waktu dekat ini akan rilis lagu berikutnya,” katanya.

Dengan mengembangkan bisnis properti sekaligus mempersiapkan karya musik baru, Dimas Supartono menunjukkan bahwa perjalanan karier tidak harus terpaku pada satu bidang. Baginya, properti menjadi peluang untuk mengembangkan bisnis, sementara musik tetap menjadi ruang untuk menyalurkan kecintaan dan kreativitasnya

Seru! penampilan RockNRoll Theatre di Jakarta Rocktober 2026

0
Rocknroll Theatre menjadi salah satu daya tarik utama Jakarta Rocktober 2026 yang sukses digelar di Amethyst Club Jakarta, Kamis (29/10/2026). Supergrup musik tersebut tampil sebagai special guest star dengan membawakan sekitar tujuh lagu di hadapan para pengunjung.
PWI Jaya
PWI Jaya

Perhelatan musik yang memadukan penampilan band rock seperti Rocknroll Theatre dan musik elektronik (EDM) ini menghadirkan sejumlah musisi dan DJ. Acara dimulai pukul 20.00 WIB dengan sambutan Ketua Panitia Jakarta Rocktober, Yazid Nasution, serta Ketua PWI Jaya, Kesit B Handoyo.

Event yang digagas Seksi Infotainment & Lifestyle (SIWIL) PWI Jaya tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus PWI Jaya dan Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Marten Slamet.

Hans Sinyal
Hans Sinyal

Dalam sambutannya, Kesit B Handoyo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Jakarta Rocktober sebagai perhelatan musik tahunan. Ia berharap kegiatan ini dapat terus menjadi wadah silaturahmi antara wartawan dan musisi.

Rangkaian pertunjukan diawali oleh Briana sebagai band pembuka. Setelah itu, panggung diisi secara bergantian oleh Mansinner, Rizuka & Band, Hyper Rock, D.B.D, Eca Sukma, serta Hans Sinjal “Grassrock“.

Rock N Roll Theatre
Rock N Roll Theatre

Setelah penampilan sejumlah band tersebut, Rocknroll Theatre hadir sebagai special guest star. Penampilan Ferdy ‘Element’ Tahier, Bongky Marcell BIP, Gugun GBS, Bimo Juliette, Jarwo ex Naif, Edo Voodoo, Eza Yayang, Tony Bunga dll ini menjadi salah satu momen yang dinantikan dalam perhelatan tahun ini.

Jakarta Rocktober 2026 juga menawarkan pengalaman berbeda melalui perpaduan musik rock dan EDM. DJ Andy Pitch tampil membawakan setlist lagu-lagu rock hits era 1990-an yang diolah dengan beat EDM Breakbeat/Progresif.

Rock N Roll Theatre
Rock N Roll Theatre

Aransemen tersebut menghadirkan warna baru bagi lagu-lagu rock yang telah akrab di telinga penggemarnya. Setelah DJ Andy Pitch, suasana dilanjutkan dengan penampilan FDJ Amelles dan DJ Wigy Ryandra hingga penghujung acara.

Kesuksesan Jakarta Rocktober 2026 tidak terlepas dari dukungan sejumlah pihak, yakni Amethyst Club, Moru Management, WorldHotels, dan Kopi Kapal Api.

JR2026
JR2026

SIWIL PWI Jaya selaku penyelenggara berharap Jakarta Rocktober dapat terus menjadi agenda musik tahunan yang mempertemukan wartawan, musisi, dan komunitas pencinta musik dalam suasana kebersamaan.

El Jordan, penyanyi cilik yang hobi basket rilis single “Kejar Mimpi”

0
Industri musik anak nasional nampaknya mulai kembali menggeliat dengan hadirnya beberapa penyanyi anak yang mulai bermunculan. Setelah munculnya beberapa penyanyi anak – anak perempuan yang meluncurkan karya lagunya di tiga tahun belakangan ini, Stoodio Music selaku salah satu ekosistem bisnis musik memperkenalkan talent anak pendatang baru bernama ‘El Jordan’
El Jordan
El Jordan

Hadir dengan meluncurkan single debut karya musisi Angga Foster berjudul “Kejar Mimpi”, El Jordan membawa pesan semangat meraih cita-cita untuk seluruh teman – teman se usianya yang bakal menyimak dan mendengarkan lagu tersebut.

“Tema lirik di single “Kejar Mimpi” ini adalah ajakan bagi generasi seusia El Jordan untuk berani memiliki mimpi, terus berusaha meraihnya, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai rintangan”, terang Angga Foster yang juga bertindak sebagai produser di single tersebut.

Bukan hanya suka bernyanyi, El Jordan, yang merupakan Putera dari pasangan Arief Indra Satria dan Fitri Muthia adalah anak berusia 11 tahun yang juga menekuni olahraga bola basket. Sejak usia 9 tahun, El telah mengikuti berbagai kegiatan dan kompetisi basket, sekaligus mengukir sejumlah prestasi di bidang olahraga tersebut. Saat ini El mulai menekuni karir bernyanyinya dan mulai harus bisa membagi waktu dengan kegiatan basket dan sekolahnya.

Fitri Muthia, El Jordan dan Angga Foster
Fitri Muthia, El Jordan dan Angga Foster

“El itu memiliki pencapaian akademis yang membanggakan, nilai – nilai di sekolahnya selalu baik, dia paham bahwa pendidikan tetap menjadi salah satu prioritas utama. Kalau untuk membagi waktu antara sekolah, basket dan nyanyi saya rasa dia sangat bisa dan siap, kelemahan El adalah menjaga mood nya aja, kita perlu sabar dan punya cara untuk menjaga mood nya El terutama seperti pada saat rekaman single “Kejar Mimpi” tersebut”, tutur sang mama, Fitri Muthia, di temuai awak media di mbloc, Jaksel, Sabtu 31 Oktober 2026.

Di dunia musik, kemampuan vokal El juga dikembangkan secara serius. Selama beberapa tahun terakhir, ia menjalani pembelajaran vokal bersama Cavell Secioria di Elfa Music School Bekasi. Menariknya, Cavell Secioria merupakan anak dari maestro besar musik Indonesia, Elfa Secioria. Bimbingan vokal tersebut menjadi bekal penting bagi El untuk membangun kepercayaan diri dan mengembangkan kemampuannya sebagai penyanyi muda.

Single “Kejar Mimpi” akan dirilis resmi di berbagai Digital Platform pada Senin 2 November 2026, Berbarengan dengan itu juga akan dirilis official video klip dari single yang musiknya di kerjakan oleh Angga Foster dan Gilang Adi Kurniawan tersebut. Beberapa pengalaman menarik dialami saat El melakukan sesi syuting video klip yang di besut oleh Irwan Fauzy tersebut.

El Jordan
El Jordan

Angga Foster bercerita tentang kejadian – kejadian menarik yang dialami mulai dari awal rencana pembuatan video klip sampai proses finishingnya.

“Waktu kita mau menentukan jadwal syuting nya aja udh banyak kendala seperti penentuan tanggal yang agak memakan waktu karena di video klip ini El melibatkan teman – teman dekatnya sebagai model. Tanggal syuting berubah rubah karena pas El bisa eh teman -temannya gak bisa, demikian juga sebaliknya. Tapi giliran sudah on schedule, proses syuting El malah sangat cepat akibat El nyaman karena ada teman – temannya yang ikut syuting jadi model. Mood nya El bagus banget makanya proses syuting cepatt selesai”, cerita Angga Foster.

Salah satu cara El menaikkan mood selain kehadiran teman – temannya adalah peran sang papa, Arief Indra Satria yang selalu memantau proses kreatif El saat rekaman.

“Papanya El itu penyanyi juga, dia pernah jadi kontestan Indonesian Idol, suara nya bagus, tekhnik bernyanyinya juga mumpuni. Saat El kehilangan mood di waktu rekaman dan gak ada yang bisa menangani itu, biasanya kita telpon Papa nya yang kerap ada tugas kerja di luar kota untuk membantu El mengarahkan cara nyanyi dan semangatnya, dan biasanya itu pasti berhasil”, ungkap Mama El, Fitri Muthia.

El Jordan
El Jordan

Angga Foster menuturkan kepada awak media bahwa setelah merilis single debut “Kejar Mimpi” ini El akan menjalani promosi seperti visit radio, membuat banyak konten dan manggung di berbagai gig plus El harus mulai mempersiapkan perilisan single – single berikutnya.

“Aku siap koq untuk menjalani semua rencana – rencana yang sudah di persiapkan untuk aku, aku siap juga dalam setiap 2 atau 3 bulan merilis lagu baru dan aku semangat”, jawab El ketika menjawab pertanyaan reporter kaset.id

El Jordan adalah penyanyi anak yang punya dedikasi besar terhadap aktifitasnya dan Pendidikan akademiknya. El punya semangat yang membara, kemampuan vokal dan karakter yang kuat serta keinginan untuk maju yang keras. Sukses selalu El Jordan.

William Wijaya dan Shasyelfa puncaki Bintang Radio 2026

0
Bintang Radio 2026 telah usai menyelesaikan grand finalnya. Grand final yang berlangsung 2 babak pada 28 dan 29 Oktober dan babak result show di 31 Oktober telah sukses digelar dan memunculkan juara baru di kategori putera dan putri.
Para finalis Bintang Radio 2026
Para finalis Bintang Radio 2026

William Wijaya dari RRI Jakarta berhasil meraih Juara 1 kategori putra Bintang Radio 2026, sedangkan Shasyelfa Setyaning dari RRI Bandung keluar sebagai Juara 1 kategori putri sekaligus menyabet gelar Juara Favorit.

Para pemenang dari mulai juara 1, 2, 3 sampai dengan juara harapan 1 dan 2 plus juara favorit diumumkan dalam Result Show Bintang Radio 2026 yang menjadi puncak kompetisi digelar di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI, Jakarta, Sabtu (31/10/2026).

William Wijaya Juara 1 Kategori Putera
William Wijaya Juara 1 Kategori Putera

Di kategori Putera, William Wijaya dari RRI Jakarta menduduki posisi tertinggi dengan perolehan 127.025 suara disusul juara kedua, Umar Thalib La Waru dari RRI Kendari dengan 86.068 suara, juara ketiga, Muhammad Hamzah dari RRI Pontianak dengan 43.809 suara. Sementara itu posisi Juara Harapan 1 diraih Muhammad Angga Fahlika dari RRI Samarinda dengan 21.380 suara dan Billy Christopher Supit dari RRI Singaraja meraih Juara Harapan 2 dengan 36.891 suara.

Di Kategori Puteri, Shasyelfa Setyaning dari RRI Bandung menjadi pemuncak sekaligus Juara Favorit dengan perolehan suara tertinggi, yakni 263.550 suara, diikuti oleh juara kedua Leony Almeida Sinter dari RRI Banjarmasin dengan 101.553 suara, lalu sang juara ketiga Keysha Diva Azzahra Putri Susanto dari RRI Semarang meraih 106.634 suara. Untuk juara harapan satu dan dua di raih oleh Kanaya Sheva Alea Gershan dari RRI Makassar memperoleh suara 38.995 dan Hugies Imelda Putri dari RRI Bandar Lampung meraih 40.491 suara.

Shasyelfa Setyaning Juara 1 Kategori Puteri
Shasyelfa Setyaning Juara 1 Kategori Puteri

Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI), Dr. I. Hendrasmo, S.I.P., M.A., mengungkapkan kebahagiaan dan kebanggaannya terhadap para finalis yang telah berjuang sampai detik terakhir. Menurut Dr. I. Hendrasmo, S.I.P., M.A., Bintang Radio memiliki sejarah panjang dalam melahirkan penyanyi berbakat Tanah Air. Sejak pertama kali diselenggarakan 75 tahun lalu, ajang tersebut telah menjadi panggung bagi sejumlah nama besar, seperti Titiek Puspa, Broery Marantika, dan Hetty Koes Endang.

Ditegaskan oleh Dr. I. Hendrasmo, S.I.P., M.A., bahwa generasi muda tidak hanya dituntut memiliki kemampuan bernyanyi, tetapi juga mampu menyampaikan pesan positif melalui karya dan suara mereka. Ia juga mengingatkan agar para finalis menggunakan popularitas dan kemampuan bermusik untuk menyuarakan kebenaran, membangun toleransi, serta melawan penyebaran hoaks.

Pembagian Hadiah Bintang radio 2026
Pembagian Hadiah Bintang radio 2026

Sementara itu, juri Bintang Radio Indonesia 2026, Bemby Noor, yang mewakili dua juri lainnya, yakni Mita Lestari dan Ferdy Tahier, menyampaikan bahwa seluruh finalis telah memberikan penampilan maksimal sepanjang kompetisi.

“Para peserta memiliki kualitas vokal dan karakter penampilan yang baik sehingga persaingan untuk menentukan pemenang berlangsung cukup ketat. Sebagai dewan juri, kami bertiga menilai dengan objektif”, terang Bemby Noor.

Shasyelfa Setyaning dan William Wijaya
Shasyelfa Setyaning dan William Wijaya

Dr. I. Hendrasmo, S.I.P., M.A., menyampaikan bahwa RRI telah menyiapkan single bagi para finalis sebagai langkah awal untuk merambah industri musik Indonesia. Melalui Bintang Radio Indonesia 2026, RRI kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi ruang lahirnya talenta-talenta musik baru sekaligus memberikan kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk menunjukkan kemampuan mereka di tingkat nasional maupun dunia.

Rilis EP “Kawan Palsu”, unit glam rock ‘Reborn Ryota’ siap tur

0
Usai merilis beberapa single sepanjang tahun 2026 lalu, akhirnya band rock ‘Reborn Ryota’ meluncurkan juga EP / mini album perdananya.  Melalui EP yang diberi judul “Kawan Palsu” tersebut, Reborn Ryota memperkenalkan 5 lagu yang semakin mentahbiskan mereka menjadi group band bergaya Glam Rock lewat musik, lirik dan atribut serta outfit yang mereka tampilkan di atas panggung.
Presscon Launching EP Kawan Palsu_Reborn Ryota
Presscon Launching EP Kawan Palsu_Reborn Ryota

EP “Kawan Palsu” memiliki 5 lagu di track listnya yaitu “Kawan Palsu, Salah Jalan, Ayah Menjaga, Ratu Hati” dan “Fight For It”. Di gawangi Allan (vokal), Arya (gitar), Ghani (bass) dan Tio (drums), lirik di EP perdana Reborn Ryota ini memiliki keterkaitan tema dari satu lagu ke lagu berikutnya yaitu tema sosial.

“Saya banyak dibantu oleh sahabat saya, Adol, dalam membuat lagu, tema yang diangkat di lagu – lagu Reborn Ryota banyak diangkat dari kisah nyata yang saya alami dan kehidupan sehari – hari saja”, jelas Allan, frontman Reborn Ryota dalam sesi konferensi pers di acara peluncuran EP “Kawan Palsu”, Jum’at (30/10) di Glamz Antasari.

Reborn Ryota 4 On Stage
Reborn Ryota 4 On Stage

“Lagu Reborn Ryota yang berjudul “Ayah Menjaga” dengan lagu “Salah Jalan”, kedua lagu tersebut saling berkaitan menjadi satu cerita bersambung yaitu tentang Ayah yang menjaga anaknya jangan sampai salah jalan. Itu adalah cerita pribadi Mas Allan yang diangkat kedalam lagu. Jadi saya buat dari pengalaman hidup Mas Allan juga”, ujar Adol yang merupakan sahabat Allan.

EP “Kawan Palsu” di produksi dan di produseri sendiri oleh Reborn bekerja sama dengan Nada Bumi Indonesia yang juga bertindak sebagai publisher dan aggregator. EP ‘Kawan Palsu’ menjadi kelanjutan dari single-single Reborn sebelumnya sebelum mereka merilis album pertama mereka di tahun 2027.

Reborn Ryota 4 On Stage
Reborn Ryota 4 On Stage

Di depan awak media, Allan mengaku bahwa mereka berempat memang sangat menyukai musik dan penampilan ala glam rock. Bahkan Allan pernah menyempatkan untuk memantau dan melakukan survey tentang perkembangan musik glam rock di tanah air.

“Saya sempat survey ke daerah – daerah saat saya sendiri maupun saat manggung bersama Reborn Ryota, ternyata masih banyak pecinta musik ini di daerah – daerah apalagi saat kita manggung, respon penonton terhadap musik ini masih sangat kuat, oleh karena itu setelah perilisan EP ini kita berencana mengadakan tur ke daerah dan akan kita mulai dari Jawa Tengah”, terang Allan.

EP “Kawan Palsu” dikerjakan selama 3 bulan oleh personil Reborn Ryota, pengumpulan materi lagu nya sendiri sudah di cicil semenjak kita merilis single pertama dan kedua beberapa bulan lalu.

Reborn Ryota
Reborn Ryota

“Ya, dari mulai ngumpulin lagu, rekaman sampai mixing mastering kurang lebih 3 bulan lah kita kerjain. Untuk video klip dari lagu “Kawan Palsu” sendiri baru akan kita launching di bulan November depan “, tutur Allan.

Peluncuran mini album “Kawan Palsu” sendiri juga dibarengi digelarnya intimated showcase Reborn Ryota juga menggelar mini showcase malam itu yang tampil energik membawakan lagu-lagu di EP “Kawan Palsu”.

EP “Kawan Palsu” dari Reborn Ryota akan segera rilis di Digital Store Platform kesayangan kita, yuk kita support!

Hari kedua grand final Bintang Radio 2026, dewan juri takjub!

0
Memasuki hari kedua Grand Final Bintang Radio 2026 yang dilangsungkan di Auditorium RRI Jakarta, Kamis 29/10/2026, sepuluh finalis Bintang Radio 2026 tersebut diwajibkan membawakan dua lagu yaitu : lagu pop daerah Nusantara dan lagu hits lintas generasi pilihan dari penyelenggara Bintang Radio yang menjadi tantangan / babak challenge buat para peserta.
Grand Final Bintang Radio 2026 hari kedua
Grand Final Bintang Radio 2026 hari kedua

Billy Christopher Supit dari RRI Singaraja tampil aman di Grand Final Bintang Radio 2026 hari kedua lewat lagu “Sue Orang Jamu” dari Jawa Tengah, namun pada lagu “Semut Hitam” dari band rock legendaris Godbless, Billy justru terlihat menurun dan banyak kekurangan. Sementara itu Leony Almeira Sinter wakil RRI Banjarmasin yang tampil prima di lagu “Si Patokaan”, justru semakin meningkat di lagu kedua “Cintaku Padamu” dari Ita Purnamasari.

Hari kedua Grand Final Bintang Radio 2026 ini juga ditandai dengan beberapa kontestan yang masih stabil diatas panggung seperti saat mereka tampil di hari pertama. William Wijaya dari RRI Jakarta yang menyanyikan lagu Jambi “Dodoi Si Dodoi” dan “Bawalah Cintaku”, Keysha Diva Azzahra Putri Susanto dari RRI Semarang dengan lagu “Butet” dan “Sinaran”, serta Umar Thalib La Waru dari RRI Kendari menyanyikan “Sengko”, lagu dari Sumatera Utara dan “Barcelona” nya Fariz RM, tampil stabil dan percaya diri.

Tidak hanya yang tampil stabil, beberapa kontestan Bintang Radio 2026 seperti Muhammad Angga Fahlika dari RRI Samarinda dengan lagu “Es Lilin” dan “Malam Biru” serta Muhammad Hamzah dari RRI Pontianak yang menyanyikan “Wayawai Windawe” dari Papua dan “Ada Kamu” mengalami sedikit slip di beberapa bagian lagu.

Dua kontestan lain yaitu Kanaya Sheva Alea Gershan dari RRI Makassar dengan lagu “Kicir Kicir” dan “Mengapa” serta Hugies Imelca Putri dari RRI Lampung yang membawakan “Cik Cik Periuk” dan “Dulu” di hari kedua grand final ini justru mengalami peningkatan. Keduanya tampil baik dan penuh kontrol. Berbeda dengan kontestan asal RRI Bandung, Shasyelfa Setyaning yang ramai di kawal pendukungnya dari RRI bandung membawakan lagu “Bolelebo” dan “Takkan Apa” yang dibawah dukungan suporternya justru tampil tidak lebih baik dari hari pertama.

Grand Final Bintang Radio 2026 hari kedua
Grand Final Bintang Radio 2026 hari kedua

 

Juri Bemby Noor menilai persaingan tahun ini berlangsung ketat. Menurutnya, beberapa peserta menunjukkan aura bintang dan kualitas yang kuat, sementara penampilan hari kedua menghadirkan dinamika dibandingkan hari sebelumnya.

“Pesertanya tahun ini paling oke, paling punya aura bintang, lagu daerah menjadi ujian tersendiri karena setiap lagu memiliki karakter, gaya bernyanyi, dan skala vokal yang berbeda. Para finalis, menurutnya, mampu menghadapi tantangan tersebut.” kata Bemby.

Sementara itu Ferdy Tahier yang juga menjadi juri mengatakan penilaian tidak hanya bertumpu pada teknik vokal, tetapi juga penguasaan panggung dan aura bintang.

Dewan Juri : Bemby Noor, Mytha lestari dan Ferdy Tahier
Dewan Juri : Bemby Noor, Mytha lestari dan Ferdy Tahier

“Penampilan mereka semua sangat mengejutkan, bagus sekali,” ujar Ferdy.

Ferdy menambahkan bahwa penilaian juri dilakukan berdasarkan kualitas peserta, sementara voting turut berkontribusi sebesar 30 persen.

Juri ketiga, Mytha Lestari juga mengapresiasi peningkatan penampilan para finalis. Ia menilai mereka lebih menikmati panggung dan tampil lebih siap pada hari kedua. Menurut Mytha, busana daerah yang dikenakan peserta turut memperkuat penampilan, meski lagu yang dibawakan tidak selalu berasal dari daerah mereka.

Gimana penampilan para kontestan di hari ketiga yang merupakan babak result nanti? Ikuti terus yuk.