Saturday, November 7, 2026
Home Blog

Raih penghargaan AMI Awards, Etenia Croft siapkan single baru

0
Penyanyi cilik Etenia Croft sukses menorehkan prestasi membanggakan di industri musik Tanah Air dengan membawa pulang penghargaan bergengsi Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026 untuk kategori Artis Solo Anak-Anak Terbaik lewat karya “Sahabat Terbaik”.
Etenia Croft
Etenia Croft

Kemenangan ini menjadi pencapaian penting dalam perjalanan bermusik Etenia Croft. Untuk pertama kalinya, ia berhasil membawa pulang piala dari ajang penghargaan yang menjadi barometer utama apresiasi bagi insan musik nasional. Malam puncak penganugerahan AMI Awards ke-29 yang mengusung tema “Ruang Nada Nusantara” diselenggarakan di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu (4/11/2026) malam.

Di balik torehan bersejarah tersebut, Etenia Croft mengaku terkejut ketika namanya diumumkan sebagai pemenang di atas panggung. Tanpa persiapan pidato kemenangan sebelumnya, momen tersebut menjadi kejutan manis sekaligus pengalaman yang sangat berharga.

“Sebenarnya kita belum prepare sama sekali. Tiba-tiba pas dipanggil, aku kaget karena kita belum nyiapin apa-apa. Ini pertama kali aku ada di panggung AMI Awards tahun 2026. Aku bersyukur banget bisa dapat piala ini untuk pertama kali lewat lagu Sahabat Terbaik,” ungkap Etenia Croft saat ditemui usai acara.

Etenia Croft dan Candra Darusman
Etenia Croft dan Candra Darusman

Apresiasi dari AMI Awards ini menjadi dorongan moral yang kuat bagi Etenia untuk terus berkarya dan mengembangkan kariernya di industri musik. Baginya, piala ini merupakan wujud nyata bahwa lagu-lagu anak yang murni, jujur, dan sarat nilai positif tetap memiliki tempat istimewa di hati pendengar musik Indonesia.

Dirilis pada 21 April 2026, “Sahabat Terbaik” mengangkat pesan mendalam tentang pentingnya menghargai momen-momen kecil bersama orang terkasih sebelum waktu mengubahnya menjadi kenangan. Karya ini digarap bersama Marvel Marlon selaku komposer dan pelatih vokal, memadukan aransemen megah dengan vokal jernih khas Etenia.

Sebelum dinobatkan sebagai pemenang di malam puncak, “Sahabat Terbaik” telah menuai respons luar biasa dari publik sejak pra-rilis di media sosial, masuk dalam playlist kurasi Spotify “Women of Indonesia”, dan divisualisasikan secara sinematik lewat video musik yang direkam di Eropa. Di kategori Artis Solo Anak-Anak Terbaik, lagu ini bersanding dengan karya musisi cilik berbakat lainnya: Jasmine Ayudhya, Leika Garudita, Mazaya Amania, dan Prince Poetiray.

Etenia Croft
Etenia Croft

Tak berpuas diri dengan torehan piala AMI Awards, Etenia langsung bersiap melangkah ke babak berikutnya dengan menghadirkan single anyar bertajuk “Kenangan Indah”. Lagu yang kembali diciptakan oleh Marvel Marlon ini mengangkat cerita tentang kehangatan memori bersama orang-orang tersayang, sekaligus menjadi langkah nyata Etenia untuk terus memperkaya katalog musik anak Indonesia.

Di samping bernyanyi, Etenia juga mulai memperluas cakrawala di dunia hiburan dengan mendalami kemampuan komunikasi publik (public speaking) dan eksplorasi dunia entertainment lainnya. Ia juga menaruh perhatian besar pada keberlangsungan ekosistem musik anak di Tanah Air, mengajak generasi sebaya untuk terus percaya diri melahirkan karya yang relevan.

“Kita sebagai anak-anak Indonesia harus terus berkarya dan menciptakan lagu-lagu anak-anak yang sesuai dengan umur kita,” tutur Etenia.

Etenia Croft
Etenia Croft

Raihan AMI Awards 2026 menjadi awal yang sangat menjanjikan bagi Etenia Croft dalam memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi perkembangan musik anak di Indonesia.

Dikenal dengan produksi video musik sinematik yang kerap mengambil latar di mancanegara (Jepang dan Eropa), Etenia memegang teguh nilai kerendahan hati, kepedulian terhadap sesama, serta dedikasi untuk memperkaya ketersediaan lagu anak di panggung musik Indonesia.

Film “Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? tayang 12 November

0
BASE Entertainment menghadirkan film terbaru berjudul “Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?”,  karya sutradara Archie Hekagery, yang akan tayang di bioskop mulai 12 November 2026. Diproduseri oleh Shanty Harmayn dan Aoura Lovenson Chandra, film ini diadaptasi dari buku best seller karya Samuel Ray.
Main Poster
Main Poster

Film “Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?” mengikuti dinamika enam calon karyawan yang menjalani masa probation, yang harus bersaing untuk satu posisi karyawan tetap. Membawa isu dan keresahan anak muda tentang tantangan kerasnya mendapatkan pekerjaan dan sulitnya bertahan hidup di tengah tuntutan biaya hidup yang terus melambung tinggi, “Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?” menjadi refleksi emosional untuk melihat perjuangan para pencari kerja dari dekat.

Film “Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?” adalah Sebuah kisah yang menyentuh, dari para karakter yang benar-benar mewakili keresahan banyak orang. Dinamika antar karakter yang dibintangi oleh Aurora Ribero, Rey Bong, Gabriella Ekaputri, Lutfi Afansyah, Daffa Wardhana, dan Arafah Rianti sangatlah kuat. Mereka memiliki masing-masing keunikan dan sifat yang bertolak belakang, dan mencerminkan banyak orang di kehidupan.

“Meskipun di film ini digambarkan ada enam calon karyawan yang saling bersaing, kami ingin menyoroti sisi humanis dari masing-masing pekerja. Kegagalan atau penolakan di dunia kerja bukanlah akhir dari segalanya. Terkadang, rejection is redirection. Film ini adalah pesan harapan bagi siapapun yang sedang lelah berjuang di tengah beban ekonomi saat ini,” ujar produser “Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?”, Shanty Harmayn.

Presscon film “Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?”
Presscon film “Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?”

Penulis buku “Lagi Probation”, Samuel Ray, berharap film ini tidak hanya menghibur tetapi juga mengedukasi para first jobber. “Di dunia nyata, masa probation seringkali membingungkan. Lewat film ini, saya harap teman-teman fresh graduate lebih melek terhadap hak-hak mereka sebagai pekerja dan menghargai value diri mereka, dan tetap mengedepankan empati sebagai manusia,” ujar Samuel Ray.

Film ini relevan dengan realitas yang dihadapi banyak anak muda saat mulai memasuki dunia kerja, ketika mereka belajar beradaptasi, menentukan tujuan, dan mulai membangun masa depan yang diimpikan.

Cast film Presscon film “Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?”
Cast film Presscon film “Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?”

Sementara itu, di balik layar, kompetisi sengit di depan kamera nyatanya berbanding terbalik dengan kehangatan para pemerannya. Persahabatan erat antara jajaran pemain muda ini memberikan napas dan chemistry yang kuat, menjadikan “Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?” sebuah karya yang hangat, jujur, dan sangat relevan. Ikuti perkembangan terbaru film Lagi Probation di akun Instagram @filmlagiprobation dan @base.id. Tonton filmnya di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026.

Color Guard Indonesia raih “Outstanding Performance” di Jepang

0
Color Guard Indonesia meraih predikat ‘Outstanding Performance’ dalam Color Guard Festival Marching in Okayama, Japan 2026 melalui repertoar bertajuk “The Beauty of Borneo”. Penampilan ini menjadi bagian dari misi budaya untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Kalimantan kepada masyarakat internasional melalui seni pertunjukan color guard.
Color Guard Indonesia dengan Repertoar The Beauty Of Borneo
Color Guard Indonesia dengan Repertoar The Beauty Of Borneo

Keikutsertaan pada 2026 ini menandai penampilan kedua Color Guard Indonesia di Okayama, Jepang, setelah penampilan sebelumnya pada 2016. Kembali setelah sepuluh tahun, tim Color Guard Indonesia membawa semangat untuk menghadirkan karya yang mengangkat identitas Indonesia. Momentum tersebut semakin bermakna dengan diraihnya predikat ‘Outstanding Performance’ sebagai pengakuan atas penampilan mereka.

Bagi Color Guard Indonesia, pencapaian ini memiliki makna yang melampaui penghargaan atas sebuah pertunjukan. Panggung di Okayama menjadi ruang untuk membawa cerita tentang Indonesia, memperkenalkan identitas budaya bangsa dan mengajak penonton menghargai kekayaan yang perlu terus dijaga.

Pemberian Penghargaan pada Clolor Guard Indonesia di Okayama Jepang
Pemberian Penghargaan pada Clolor Guard Indonesia di Okayama Jepang

“The Beauty of Borneo” menempatkan Kalimantan sebagai sumber inspirasi utama. Melalui perpaduan gerak, musik, dan ekspresi visual, Color Guard Indonesia menghadirkan penghormatan kepada keindahan alam serta kekayaan budaya Kalimantan. Repertoar ini sekaligus membawa pesan bahwa kebanggaan terhadap warisan bangsa perlu disertai kepedulian untuk menjaga keberlangsungannya.

Pesan tersebut terus hidup setelah rangkaian kegiatan di Jepang berakhir. Bagi tim, misi budaya ini menjadi pengingat untuk senantiasa menjaga alam dan budaya yang dimiliki Indonesia, sekaligus mendekatkannya kepada generasi muda melalui ekspresi seni yang kreatif.

Unsur musikal turut memperkuat penyampaian pesan dalam pertunjukan ini. Color Guard Indonesia menyampaikan apresiasi atas karya “Nusantara” oleh Elwin Hendrijanto yang dibawakan The Resonanz Children’s Choir, “Untamed Heart – Primal Symphony” oleh Elite Music Production, serta “Kalimantan” karya Guruh Sukarno Putra, yang menjadi bagian dari repertoar “The Beauty of Borneo”.

Color Guard Indonesia dengan Repertoar The Beauty Of Borneo
Color Guard Indonesia dengan Repertoar The Beauty Of Borneo

Keikutsertaan dan pencapaian Color Guard Indonesia juga terwujud berkat dukungan berbagai pihak. Tim menyampaikan terima kasih kepada Dana Indonesiana, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), serta seluruh sahabat Color Guard Indonesia atas doa, dukungan, dan dorongan semangat yang menyertai perjalanan ini.

Pengalaman kembali ke Okayama setelah satu dekade menjadi penyemangat bagi Color Guard Indonesia untuk terus berkarya dan memperkenalkan kekayaan Indonesia melalui seni pertunjukan. Pencapaian ini sekaligus memperkuat komitmen tim untuk menghadirkan karya yang membawa identitas dan pesan budaya Indonesia ke panggung internasional.

Dedikasi ini dipersembahkan untuk negeri, dengan semangat agar kekayaan alam dan budaya Indonesia tetap lestari dan dekat di hati.

Color Guard Indonesia
Color Guard Indonesia

Andy Jobs sebagai dewan pembina Color Guard Indonesia merasa bahagia atas pencapaian yang membanggakan dari anak – anak kreatif yang di binanya ini.

“Saya sangat bangga dan bersyukur karena anggota color guard indonesia berasal dari berbagai daerah dan propinsi di indonesia, saya juga sangat bersyukur bahwa color guard indonesia bisa lolos dari proses kurasi panitia dana indonesia raya dan akhirnya dapat tampil di Jepang dan mendapat sambutan yang sangat meriah dari penonton”, Terang Andy selaku Dewan Pembina Color Guard Indonesia.

Tentang Color Guard

Color guard merupakan bagian non musik pada pertunjukan Marching Band yang mendukung keindahan secara visual, dan menghidupkan tema lagu melalui koreografi, tarian, serta permainan property, biasanya berupa olah tubuh atau tarian dengan menggunakan properti flag (bendera), rifle (senapan), sabre (pedang), serta properti lain sesuai dengan konsep yang ingin dibawakan pada saat pertunjukannya.

Seiring dengan perkembangan zaman dan format pertunjukan color guard yang awalnya merupakan bagian dari pertunjukan musik Marching Band, kini telah menjadi sebuah pertunjukan yang lepas dari awalnya dengan memamerkan keindahan permainan bendera, permainan properti, permainan akrobatik, dan juga sebuah tarian yang biasanya menggunakan iringan musik yang diadopsi dari lagu yang sudah ada (rekaman).

Ada anggota baru, Duo Antonia rilis lagu “Jangan Lama – Lama”

0
Duo vokal ”Duo Antonia” resmi merilis single mereka yang berjudul “Jangan Lama-lama”. Single ini sekaligus merupakan single perdana bersama dengan formasi terbarunya, yaitu Widya Angela sebagai lead vocalist, yang dipercaya oleh Dona Antonia selaku founder ”Duo Antonia.”
Cover Art - Jangan Lama-Lama
Cover Art – Jangan Lama-Lama

Dona melihat karakter vokal Widya yang unik, dipadukan dengan pembawaannya yang penuh energi positif, sebagai warna baru yang dapat memperkaya nuansa musikal dalam setiap lagu ciptaannya bersama ”Duo Antonia”, Kehadiran Widya diharapkan dapat menghadirkan interpretasi yang segar sekaligus memperkuat karakter music ”Duo Antonia” tanpa kehilangan identitas musikal yang telah dibangun selama ini.

Di balik proses kreatif lagu ”Duo Antonia” ini, Dona Antonia mengambil peran yang cukup besar. dimana Dona juga berperan sebagai music producer, dan co-arranger bersama dengan Klency Lembono, selain tentunya sebagai songwriter dan composer untuk “Jangan Lama-lama” dan seluruh karya ”Duo Antonia.”

Peran Dona sebagai music producer dalam karya ini menjadi sebuah pencapaian tersendiri. Tidak hanya berada di depan sebagai performer, Dona juga mengambil bagian secara lebih mendalam dalam proses kreatif dan produksi musik, termasuk pengembangan ide hingga mewujudkan karakter musik yang ingin dibawa oleh “Duo Antonia.”

Duo Antonia
Duo Antonia

Sentuhan Bowo Soulmate yang dipercaya Dona sebagai Vocal Director dalam lagu ini turut memperkuat kedalaman ekspresi vokal, sekaligus menonjolkan karakter lagu yang dinamis, groovy, dan memiliki kesan manja yang playful, sehingga menghadirkan warna tersendiri dalam keseluruhan nuansa lagu.

Single yang dirilis secara eksklusif di bawah naungan label “Alunan Musik Abadi” ini bercerita tentang penantian seorang perempuan atas pernyataan cinta dari kekasihnya.

“Saya berharap lagu ini bisa relate dan menjadi teman penyemangat bagi para pendengar. Semoga ‘Jangan Lama-lama’ bisa membawa energi positif dan membuat siapa pun yang mendengarkannya ikut merasakan semangat dari lagu ini,” ungkap Dona.

Duo Antonia
Duo Antonia

“Jangan Lama-lama” kini sudah dapat dinikmati di seluruh Digital Streaming Platform (DSP) seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, Meta, dan platform musik lainnya.

Segera dengarkan “Jangan Lama-lama” dari ”Duo Antonia” di platform musik kesayangan kalian dan rasakan sendiri warna baru ”Duo Antonia!”

Film “Desember Jani” : Cerita 4 perempuan dari 3 generasi

0
Palari Films resmi merilis trailer dan poster film “Desember Jani”, usai menjalani World Premiere di Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-39 dalam kompetisi Asian Future. Di kompetisi tersebut, “Desember Jani” juga meraih Special Mention, Kisah tentang keluarga yang menunggu seorang anak pulang ini kini pulang ke penonton yang paling dekat dengan ceritanya, keluarga Indonesia, dan tayang di bioskop mulai 10 Desember 2026.
Presscon Desember Jani
Presscon Desember Jani

Trailer “Desember Jani” memperkenalkan empat perempuan dari tiga generasi dalam satu rumah: Oma (Tutie Kirana), Winnie (Sigi Wimala), serta dua anak perempuannya, Julia (Hyori Mika) dan Jani (Chempa Puteri). Saat Julia pergi dari rumah tanpa pamit, Jani menyimpan satu hal yang tak terucap. Ia harus memilih: tetap diam demi kakaknya, atau akhirnya bicara kepada ibunya.

Nuansa yang sama terasa di poster resminya “Desember Jani”. Keempatnya berada di ruang tamu yang sama. Ada kehangatan antara Jani dan Oma, namun juga jarak yang dingin antara Winnie dan anak sulungnya. Potret keluarga yang tidak sempurna, tapi masih mau mencoba.

Kemenangan “Desember Jani” di Tokyo menjadi apresiasi berharga bagi para pembuat film dan jajaran pemeran.

Presscon Desember Jani
Presscon Desember Jani

“Asian Future Special Mention memberikan kepercayaan bahwa akan selalu ada kesempatan untuk pertama kali. Film panjang pertama untuk Ariani Darmawan sebagai sutradara, skenario pertama untuk Cyntha Hariadi, pertama kali menjadi aktor utama bagi Chempa Puteri, dan film panjang pertama buat aktor Hyori Mika. Penghargaan ini juga apresiasi besar untuk kembalinya Sigi Wimala ke layar lebar, dan Tutie Kirana yang telah berkarya lebih dari 50 tahun. Harapan kami hanya satu, Desember Jani dirayakan di rumah sendiri dan ditonton oleh para penonton film Indonesia. Dan yang paling penting, memantik berbagai percakapan yang belum selesai dalam keluarga.” ujar produser Meiske Taurisia.

“Desember Jani” merupakan debut film panjang Ariani Darmawan setelah rehat. Seniman visual sekaligus pendiri Kineruku Bandung ini sebelumnya menggarap film pendek dan dokumenter bertema identitas, termasuk Sugiharti Halim yang berkompetisi di Clermont-Ferrand. Film ini menjadi refleksi personalnya sebagai seorang ibu dan anak.

“Dari luar, mungkin kita akan melihat bahwa ini cerita tentang keluarga tiga generasi. Ada satu anaknya yang pergi dari rumah dan bagaimana mereka menunggu sang anak pulang. Sambil menunggu, kemudian mereka saling terkoneksi satu sama lain. Tapi lebih dari itu, saya pikir “Desember Jani” juga tentang perasaan-perasaan terdalam mereka. Semua orang pasti punya lukanya masing-masing. Bahkan yang paling kecil pun juga sudah memiliki lukanya sendiri,” ujar sutradara Ariani Darmawan.

Presscon Desember Jani
Presscon Desember Jani

Skenarionya ditulis Ariani bersama Cyntha Hariadi, penyair dan novelis favorit Ariani sejak kumpulan cerpen Manifesto Flora. Mengagumi Ariani sebagai sutradara, Cyntha pun menyambut ajakan kolaborasi di debut skenarionya ini. Lewat “Desember Jani”, ia menghadirkan karakter multi-dimensi dengan sudut pandang masing-masing, sehingga penonton dapat memahami Oma, Winnie, Julia, dan Jani.

“Blue”, album kolaborasi Gloria Jessica dan Ade Govinda

0
Setelah delapan tahun menunggu, Gloria Jessica dan musisi sekaligus pencipta lagu Ade Govinda akhirnya menutup penantian itu lewat “Blue”, album perdana mereka yang resmi dirilis awal Oktober 2026 lalu, Sebelas lagu patah hati di dalamnya bisa didengarkan di seluruh platform musik digital. Di hari yang sama, video klip title track “Timpang” tayang di kanal YouTube Ade Nurulianto.
Artwork Blue
Artwork Blue

Album ini lahir dari kolaborasi yang dinantikan sejak lama. Ade Govinda pertama kali mendekati Gloria Jessica pada 2018 dengan satu cita-cita bahwa karyanya dinyanyikan oleh Gloria, yang menurutnya paling pas membawakan melodi dan liriknya. Cita-cita itu pun terwujud. Lagu yang semula hanya direncanakan sebagai satu master akhirnya berkembang menjadi satu album utuh, karena suara Gloria dinilai terlalu sayang untuk dilepas hanya lewat satu lagu.

Bagi Gloria Jessica, kolaborasi ini lebih dari sekadar bermusik. “Aku belajar banyak dari Kak Ade, bukan cuma sebagai kolaborator atau musisi, tapi juga tentang kehidupan, perjuangan, dan karier,” ujarnya.

“Album yang dinyanyikan Gloria Jessica ini berisi 11 lagu patah hati dengan pendekatan yang berbeda-beda. Aku mengajak semua pendengar untuk menyimak seluruh lagunya. Menurutku, ini akan menjadi album tergalau sepanjang masa,” ujar Ade Govinda.

Gloria Jessica dan Ade Govinda
Gloria Jessica dan Ade Govinda

Tracklist: “Terbelah Jadi Dua, Timpang, Dominasi, Baik-Baik, Jika Bertemu Lebih Cepat, Kepastian, Jika Kau Bukan Cinta, Tanpa Batas Waktu, Lebih Hati-Hati, Dominasi” (Acoustic Version) dan “Blue” (feat. Mads Wegner).

Sebelum album ini hadir, “Terbelah Jadi Dua” dan “Tanpa Batas Waktu” menjadi dua lagu yang lebih dulu sukses dan dikenal sebagai soundtrack sebelum album dirilis. “Terbelah Jadi Dua” dirilis pertama karena menjadi lagu yang sejak awal menjadi niat kolaborasi ini. Adapun “Timpang” baru hadir setelah album dirilis, sekaligus menjadi title track album.

Gloria Jessica dan Ade Govinda
Gloria Jessica dan Ade Govinda

Sambutan pendengar terhadap “Terbelah Jadi Dua” pun luar biasa. Lagu ini telah diputar lebih dari 21 juta kali di Spotify dan masuk Top 50 Indonesia di peringkat 23. Di YouTube, video musik resmi dan lyric video-nya ditonton hampir 9 juta kali, sementara di YouTube Music lagu ini telah diputar lebih dari 19 juta kali. Di TikTok, lebih dari 8 juta konten telah dibuat menggunakan lagu ini. Lagu ini juga hadir di Spotify OOH Billboard di Ratu Plaza pada 4-8 Oktober 2026.

Video Klip “Timpang”, Title Track Album.

Bersamaan dengan perilisan album, Gloria Jessica dan Ade Govinda menghadirkan video klip “Timpang” yang dibintangi aktris Dinda Kirana dan aktor Theo Supple. Keduanya beradu akting sebagai pasangan suami istri yang rumah tangganya diguncang oleh kehilangan dan penyesalan. Video klip ini disutradarai Bagoes Tresna.

Jenaka Mahila diam – diam suka di single “Memendam Suka”

0
Setelah rilis “Teman Sejati?”, penyanyi dan penulis lagu muda Jenaka Mahila kembali menyapa penikmat musik lewat single terbaru berjudul “Memendam Suka”, yang masih berada di bawah naungan label MyMusic Records. Lagu ini bercerita tentang menaruh suka diam-diam yang bikin senyum-senyum sendiri.
Artwork Jenaka Mahila - Memendam Suka
Artwork Jenaka Mahila – Memendam Suka

Di ciptakan oleh Ana Achjuman, Jenaka Mahila menceritakan momen pertama kali naksir seseorang, alias “cinta monyet” lewat lagu “Memendam Suka”. Liriknya sangat relate dengan keseharian anak sekolah, mulai dari teman sebangku yang modus pinjam buku sampai rasa gengsi dan malu-malu yang selalu menyertai cinta pertama.

Bagi Jenaka Mahila, “Memendam Suka” menjadi fase baru. Putri bungsu dari pasangan Tora Sudiro dan Mieke Amalia ini sebelumnya merilis “Teman Sejati?” pada 20 Juni 2025. Lagu itu terasa sangat personal karena lirik dan notasinya ia ciptakan sendiri. Kisahnya tentang hubungan persahabatan yang awalnya terasa nyaman dan dianggap sebagai “rumah”, namun ternyata penuh kepalsuan.

Kini, untuk pertama kalinya Jenaka mengeksplorasi tema percintaan. “Di sini itu pertama kali aku mau rilis lagu mengenai cinta-cintaan, suka-sukaan, jadi it’s a fresh start for me, like explore new things,” ungkap Jenaka Mahila.

Jenaka Mahila
Jenaka Mahila

Proses rekaman pun jadi tantangan tersendiri bagi Jenaka. “Kesulitannya pas aku recording lagu ‘Memendam Suka’ itu karena aku udah lama nggak recording. Jadi aku waktu itu nyoba untuk adapt to the place, karena it’s been a long time since I last stepped into a recording studio, terus aku harus kayak adaptasi lagi,” jelasnya.

Soal lirik, ada satu bagian yang menjadi favorit Jenaka yaitu “Aku suka banget yang ‘Aku mulai curiga kalau kau ada rasa, sampaikanlah saja kepadaku’, itu gemes banget. Liriknya aku suka banget, relatable banget,” tambah Jenaka.

Dalam video musiknya, “Memendam Suka” divisualisasikan lewat sehari penuh Jenaka yang dipenuhi senyum berbunga-bunga karena memikirkan seseorang yang ia suka. Dari kamarnya, ia memutar musik dan menuliskan perasaannya di buku diary, lalu melanjutkan harinya dengan bersantai di kolam renang sambil membaca ulang tulisannya dan tersenyum sendiri. Ia kemudian bersepeda ke taman, menggelar bekal dan musik, dan kembali larut dalam diary-nya. Saat bersiap pulang, senyum bahagianya mendadak berubah menjadi senyum canggung ketika ia tak sengaja bertemu pria yang selama ini ia tulis di diary-nya. Di video musik ini, Jenaka juga turut terlibat dalam pengembangan konsep.

Jenaka berharap lagu ini bisa diterima dengan baik. “Semoga lagunya disukain sama masyarakat Indonesia, bisa diterima, dan all the best, semoga berkah semuanya, amin,” harapnya.

Jenaka Mahila
Jenaka Mahila

Sementara itu, sebagai pencipta lagu, Ana Achjuman berharap lagu ini bisa menyentuh pendengar dari berbagai usia.

Jika harus merangkum lagu ini dalam satu kata, Jenaka memilih “Gemas”. Audio dan video “Memendam Suka” bisa di simak di seluruh DSP dan tonton video musiknya di kanal YouTube MyMusic Records.

Matter Mos kolaborasi dengan Dere di “Senyum Tidurnya”

0
Matter Mos dan Dere merilis singel baru berjudul “Senyum Tidurnya” pada tanggal 16 Oktober 2026 lalu. Ini merupakan kolaborasi perdana antara keduanya. Lagu “Senyum Tidurnya” bercerita tentang sebuah harap untuk bisa memiliki momen di mana otak, batin, dan hati bisa rehat dengan tenang di tengah ketidakpastian yang dihadapi.
Artwork Matter Mos & Dere - Senyum Tidurnya
Artwork Matter Mos & Dere – Senyum Tidurnya

Harapan untuk bisa merasakan momen yang membuat kita senyum tidurnya. Memiliki latar belakang yang serupa, proses penulisan karya ini mengalir dengan mudah dan natural. Penggabungan nuansa hiphop dari Matter Mos serta permainan gitar ritmis dari Dere menawarkan sebuah kesegaran baru.

“Sebagai sesama anak Jakarta Timur, rasanya pengin aja kolaborasi sama Dere. Awalnya gue ingin melibatkan Dere di proyek yang sudah ada, tapi ketika Dere main ke rumah, kepikiran kenapa nggak buat kolaborasi yang benar-benar baru? Jadi proses itu mengambil 4 jam. We just work on it, find the melody, mencari lirik, apa segala macam di situ. Ada Jinan juga yang berbagi ide selama kita mengerjakan proyek ini,” ujar Matter Mos, yang memiliki nama asli Fadhil Alamudi.

“Melodi gitar di lagu “Senyum Tidurnya” sudah ada idenya di kepalaku dari sekitar 2 tahun lalu. Tapi rasanya si suara gitar perlu ketemu rumah yang pas. Tiba-tiba saat tulis bareng Matter Mos, ide gitarnya datang lagi dan ternyata suasananya benar-benar terasa ‘cocok’. Akhirnya, ide gitar itu langsung kita rekam, Matter Mos naikin pitch dan buat beat drumnya, lalu kita langsung isi-isi lirik. Setelah beberapa jam ngulik dan ngobrol ke sana ke mari, lagunya jadi,” kata Dere.

Matter Mos & Dere
Matter Mos & Dere

Selain audio, video visual lagu “Senyum Tidurnya” juga turut dirilis. Disutradarai oleh Jovian Fraajie, konsep video ini terinspirasi dari ritme groovy pada lagunya. Di dalamnya, terdapat siluet Matter Mos dan Dere menari-nari dengan permainan gelap terang cahaya tiga warna. Ketiga warnanya menjadi penggambaran lirik lagu ini. Jingga menggambarkan semangat, biru menggambarkan keragu-raguan, dan hijau merupakan perpaduan antara keduanya untuk menggambarkan harapan.

“Sebelumnya gue sudah pernah menari di klip “Sujud”, begitu pun Dere di “Puspa”. Jadi pada saat dengar ketukan “Senyum Tidurnya” yang asyik, kayaknya wajib ada tarian di sini,” ujar Matter Mos.

“Senyum Tidurnya” telah tersedia di berbagai layanan musik digital. Semoga lagu ini bisa berkesan baik di hati teman-teman. Selamat mendengarkan.

Natania Karin rilis album baru “Siluet Kita Berjalan dan Menjauh”

0
Lima tahun setelah rilisan album perdananya, Natania Karin menjajakan album baru berjudul “Siluet Kita Berjalan dan Menjauh”, berisikan sebelas trek, menceritakan kisah-kisah kenangan yang mati di dalam waktu untuk hidup di dalam kita.
ARTWORK SILUET KITA BERJALAN DAN MENJAUH
ARTWORK SILUET KITA BERJALAN DAN MENJAUH

Natania Karin mendendangkan lagu-lagu sayang, marah, jenaka, damba, juga kontemplasi dari sudut pandang seseorang yang mengintip dari masa depan, pengamat rahasia yang telah memahami perpisahan itu sudah/pasti/akan terjadi sebelum tokoh-tokoh dalam lagunya pun curiga.

Sebelas lagu dalam album ini memang berangkat dari kejadian-kejadian personal maupun yang Natania Karin amati dari orang terdekat sekitarnya selama lima tahun ke belakang. Kompilasinya antara lain adalah seorang pengecut yang menjadi berani melalui cinta, jerih payah hati seorang sahabat, surat terbuka untuk semua ayah, museum yang hanya berisi bayang-bayang kenangan, keluhan perempuan independen yang dimanfaatkan lelaki kebocahan dan siluet-siluet masa lalu yang selalu membayangi setiap langkah kita.

Semuanya ini dibungkus dalam balutan musik pop, folk, dan R&B yang kaya akan petikan gitar, goresan strings dan semilir piano, mengiringi tautan lirik yang melodis dan ekspresif. Natania Karin juga menggandeng Sal Priadi yang sudah bekerja erat dengannya selama tujuh tahun, sebagai kolaborator penulis lagu dan penyanyi pada trek keenam yang berjudul “Api dan Salju”.

Natania Karin
Natania Karin

Kalau biasanya Karin dikenal sebagai backing vocal yang ikut menghiasi panggung-panggung Sal, kali ini Sal turut mewarnai lagu Karin dengan menawarkan perspektif sebagai lawan tengkarnya, dimana mereka berdua menjelma pasangan yang tengah berdansa dan bernegosiasi dalam perbedaan mereka.

Untuk produksi sebelas lagu dalam album ini, Karin dibersamai sejumlah produser, baik mereka yang telah familiar dan memiliki rekam jejak panjang, maupun mereka yang tengah merintis. Di antaranya adalah Lafa Pratomo, Gihon Lohanda, Dissa Kamajaya atau yang kerap dikenal sebagai Jacques, Bayu Rusady, Tjdika dari Littlefingers dan Klio Mathew, Alexander Kosasih dan Feliks Fernando, serta Evan Gunardi.

Judul “Siluet Kita Berjalan dan Menjauh” diambil dari potongan lirik lagu pembuka album, yaitu “Siluet”, yang sudah dirilis duluan menjadi single pada bulan November 2025 lalu sebelum disusul oleh “Lelaki Sok Kuat” dan “Bermain SMA” sebagai single kedua dan ketiga sebelum perilisan album.

 Natania Karin
Natania Karin

Lagu “Siluet” sendiri menjadi prolog bagi pesan-pesan yang hendak diutarakan dalam album ini, menawarkan kaca selubung bagi pendengar untuk bisa memandang lagu-lagu lainnya sebagai memori yang terpampang dari masa lalu; meminta didengar, rindu untuk dimaknai dan dibawa serta semua amanah dan kebaikannya, terlucuti dari segala yang pernah menjadikannya sakit atau murka.

“Siluet Kita Berjalan dan Menjauh”, album penuh kedua Natania Karin bisa didengarkan di seluruh media streaming digital. Kita semua punya kenangan. Kita semua punya siluet, yang bersamanya kita terus berjalan dan menjauh.

Film “Pasukan 1000 Janda” bakal tayang di 12 November 2026

0
Manara Films mempersembahkan film fantasy action karya sutradara Archie Hekagery berjudul “Pasukan 1000 Janda”, yang terinspirasi dari kisah nyata perjuangan Laksamana Malahayati dan Pasukan Inong Balee di Tanah Aceh.
Poster film Pasukan 1000 Janda
Poster film Pasukan 1000 Janda

Film “Pasukan 1000 Janda” ini menghadirkan kisah epik dalam perjuangan melawan penjajah yang ingin menduduki tanah para warga Aceh, namun berhasil diusir dengan semangat juang para perempuan yang tengah berduka.

Film “Pasukan 1000 Janda” ini mengikuti kisah Laksamana Malahayati (Atiqah Hasiholan), yang harus kembali bertempur sekali lagi di medan perang. Namun, pertempuran kali ini juga penuh lapisan emosional. Sebab, suaminya baru saja gugur. Ia harus memimpin para perempuan lain yang suaminya juga gugur saat melawan penjajah.

Laksamana Malahayati melatih para perempuan yang kemudian disebut dengan Pasukan Inong Balee tersebut menjadi ahli bela diri, memegang senjata, dan bergerilya di pesisir. “Pasukan 1000 Janda” berhasil menghidupkan kisah epik Malahayati ke layar lebar dengan pendekatan yang modern.

Adegan-adegan pertempuran dari duel 1 vs 1 hingga penghancuran kapal yang menjadi salah satu adegan puncak film ini disajikan dengan dramatis.

Atiqah Hasiholan
Atiqah Hasiholan

“Dengan balutan fantasy action yang terinspirasi dari kisah sejarah Malahayati, “Pasukan 1000 Janda” menyajikan tontonan yang akan menghibur, penuh aksi laga kolosal, dan bisa ditonton keluarga,” ujar sutradara Archie Hekagery.

“Para perempuan di film ini membuktikan bahwa kehilangan bukan berarti akhir dari segalanya. Laksamana Malahayati dan Pasukan Inong Balee maju ke medan tempur berangkat dari rasa duka yang justru bertransformasi menjadi kekuatan besar untuk bangkit dan mempertahankan tanah air,” tambah Archie.

Di film “Pasukan 1000 Janda”, Atiqah Hasiholan harus menjalani workshop action selama tiga bulan. Ia pun harus belajar menggunakan rencong, senjata tradisional Aceh.

Presscon dan press screening film Pasukan 1000 Janda
Presscon dan press screening film Pasukan 1000 Janda

“Ini adalah film action pertama saya. Saya harus melakukan adegan laga dengan tali sling di atas kapal, dan yang paling berkesan adalah saya harus duel satu lawan satu dengan aktor laga internasional berpengalaman Ron,” ujar Atiqah Hasiholan.

Bagi Cut Mini, yang memerankan Maisaroh, salah satu Pasukan Inong Balee, mengungkapkan nilai yang bisa diteladani dari film Pasukan 1000 Janda.

“Perempuan pada dasarnya sudah diciptakan sangat kuat. Menangis dan bersedih itu wajar ketika kehilangan, tetapi air mata itu justru menjadi booster untuk bangkit kembali. Pasukan Inong Balee membuktikan bahwa kekuatan itu ada di dalam diri setiap perempuan, tinggal kita memilih untuk menyerah atau bangkit menjadi pejuang yang tangguh,” ujar Cut Mini.

Presscon dan press screening film Pasukan 1000 Janda
Presscon dan press screening film Pasukan 1000 Janda

Film “Pasukan 1000 Janda” akan hadir dengan tontonan yang menyajikan aksi laga megah berbalut kisah yang terinspirasi dari sejarah nasional. Tak hanya tontonan dan cerita yang relevan untuk perempuan, namun juga menjadi tontonan untuk keluarga dan generasi muda.

Disutradarai Archie Hekagery, “Pasukan 1000 Janda” diproduseri oleh Yuda Wirafianto dengan ko-produser Mifta Nur Rizki, dan produser eksekutif Bunga Mentari. Film ini dibintangi oleh jajaran aktris ternama dan berbakat Indonesia. Atiqah Hasiholan dipercaya sebagai Laksamana Malahayati yang perkasa dan berani memimpin pasukan. Sementara itu, para pasukan Inong Balee di antaranya diperankan oleh Cut Mini, Tasha Siahaan, Fergie Brittany, dan Ully Triani. Turut bergabung di jajaran pemeran di film ini, Emil Kusumo, Vincent Verhaag, Hans de Kraker, Dafina Jamasir, Syaura Salsabila, Muzakki Ramdhan, dan Ron Smoorenburg, aktor laga internasional aktor internasional asal Belanda yang pernah menjadi lawan Jackie Chan di film Who Am I?.

Film Pasukan 1000 Janda akan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026.