Thursday, July 23, 2026
Home Blog

“Buitenjazz Meet The Legends” tinggalkan kesan manis

0
Sabtu malam, 20 Juni 2026, “Buitenjazz Meet The Legends” digelar, ada sesuatu yang berbeda dari konser-konser Buitenjazz biasanya. Ratusan penonton yang memadati kursi, sebagian besar datang berpakaian semi-formal, sebagian lagi terang-terangan menyeka air mata bahkan sebelum satu not pun dimainkan, sepertinya mereka tahu bahwa malam itu bukan sekadar sebuah pertunjukan musik. Itu adalah reuni. Reuni antara mereka dan kenangan yang selama ini hanya hidup di kaset, di playlist, di sudut-sudut ingatan yang paling hangat.
Ermi Kullit On Stage
Ermi Kullit On Stage

Buitenjazz Meet The Legends”, dengan mengusung tema An Intimate Jazz Rendezvous yang dihelat oleh Buitenfest di bawah arahan Event Director Nanang Yuswanto, menjadi salah satu momen paling berkesan dalam kalender musik jazz Indonesia tahun ini. Tiket nyaris habis terjual, sebuah awal yang seharusnya tidak mengejutkan lagi, mengingat nama-nama yang diusung ke atas panggung adalah Ermy Kullit, Deddy Dhukun, dan Mus Mujiono.

Salah satu keputusan artistik yang paling berani dan paling berhasil dalam “Buitenjazz Meet The Legends” adalah pilihan untuk tidak membuat satu panggung yang sama untuk ketiga legenda. Setiap maestro dihadirkan dalam ruang estetikanya sendiri.

Ermy Kullit membuka malam Buitenjazz dengan The Velvet Intimacy, panggung minimalis yang ditransformasikan menjadi sebuah jazz club New York era 1930-an, lengkap dengan tekstur kain beludru, lampu rendah merah marun, dan atmosfer yang terasa begitu intim sampai penonton di baris belakang pun merasa duduk persis di depan sang diva.

Deddy Dhukun On stage
Deddy Dhukun On stage

Saat Ermy membuka suara untuk melantunkan baris lirik pertamanya, keheningan sempat menggantung beberapa detik sebelum akhirnya pecah oleh gemuruh tepuk tangan dan teriakan penonton. Enam hit sepanjang masa dibawakan dalam aransemen kuratorial yang mahal dan elegan. Istimewanya, pada repertoar lagu “Tergoda“, kehadiran koreografi dari talent dancer sengaja diselipkan untuk memberi kedalaman dimensi visual, mempertegas emosi dan gairah yang tersimpan di balik lirik lagunya.

Kejutan terbesar yang tidak disangka audiens malam itu terjadi setelah jeda antar-segmen. Transisi dari set Ermy Kullit menuju Deddy Dhukun pada awalnya terlihat datar, namun disitu letak kejutannya. Pergantian set stage terjadi sangat teatrikal dan mulus (seamless) pada saat Deddy Dhukun membawakan medley ‘Puji Syukur’ memasuki ‘Sakura’ dan ‘Semua Menjadi Satu’; tirai beludru yang semula menjadi latar belakang keintiman panggung Ermy Kullit, mendadak runtuh dalam hitungan detik lewat teknik kabuki drop yang dramatis seiring dengan aransemen musik yang diramu oleh sang Music Director. Proses jatuhnya kain beludru tersebut sarat akan konsep pertunjukan yang sophisticated dengan kompleksitas kreatif dan tingkat kepresisian yang tinggi. Perpindahan lanskap visual ini terjadi secara halus tanpa merusak mood penonton yang sedang larut dalam narasi yang dibangun.

Dari balik gestur teatrikal turunnya tirai itulah konsep The Luminous Realm Deddy Dhukun dimulai. Ini adalah sebuah ruang multisensori yang mengawinkan dinamika konten visual pada layar LED dengan permainan tata cahaya atmosferik yang presisi. 6 karya abadi yang dihadirkan Deddy Dhukun malam itu bukan lagi sekadar untuk memicu nostalgia telinga, melainkan dirasakan oleh seluruh indra. Kedalaman rasa ini semakin pekat saat nomor “Oh Yaa” dibawakan, di mana interaksi para penari di atas panggung bergaya broadway yang berhasil menerjemahkan energi dan denyut lagu menjadi sebuah gerakan yang hidup.

Mus Mudjiono On Stage
Mus Mudjiono On Stage

Sebagai pemuncak malam itu, Mus Mujionio dihadirkan dengan konsep Urban Expression: sebuah interpretasi modern yang memadukan estetika industrial sebagai ‘kerangka’ dan nuansa retro sebagai jiwanya. Total 8 hits dibawakan Mus Mujiono dengan dengan sangat apik dan penuh energi bahkan di usia yang tidak muda lagi; sebuah masterclass dari seorang maestro!  Suara khas dan permainan gitar yang khas dari sang virtuoso membuktikan sekali lagi mengapa nama Mus Mujiono selalu ditulis dengan huruf kapital dalam lembar sejarah musik jazz tanah air.

Untuk sebuah perhelatan perdana berskala medium-besar, catatan jumlah penonton yang mendekati target saja dianggap sebagai puncak pencapaian. Namun bagi tim di balik layar, keberhasilan ini justru menjadi babak pembuka dari sebuah perjalanan yang lebih panjang.

Begitu malam pertunjukan usai, gelombang pesan langsung membanjiri kanal-kanal media sosial Buitenjazz. Menariknya, antusiasme ini tidak hanya datang dari publik Bogor atau kawasan Jabodetabek saja. Permintaan mulai mengalir dari kota-kota besar lain, sudut-sudut kota yang rupanya menyimpan kerinduan mendalam akan pertunjukan musikal dengan kaliber sedemikian rupa. Pertanyaan yang masuk pun seragam: “Kapan giliran kota kami?”

Buitenjazz Meet The Legends
Buitenjazz Meet The Legends

Nanang Yuswanto selaku Event Director, bersama dua inisiator Buitenjazz lainnya, Jogi Hutabarat dan Triono Pudji Susetio (yang juga bertindak sebagai Music Director), mengakui bahwa respons publik ini bergerak jauh melampaui ekspektasi awal mereka. Buitenjazz yang konsisten merawat ekosistem jazz lokal sejak pertengahan 2025 lewat gerakan ‘Around The City’ bukan sekadar sukses menyajikan format konser premium yang belum pernah ada di Bogor sebelumnya. Lebih dari itu, mereka secara tidak sengaja berhasil memetakan sebuah dahaga pasar yang lama tidak terpuaskan: adanya kebutuhan nyata dari komunitas penikmat jazz dewasa di berbagai kota besar Indonesia yang rindu akan suguhan musik yang benar-benar matang, intim, dan berkelas.

Di balik kompleksitas elemen kreatif yang tersaji di atas panggung, terdapat sistem kerja operasional yang bergerak sesuai dengan alur kerja yang matang terencana di area belakang layar. Estetika dan kemegahan tiga set stage Buitenjazz Meet The Legends dapat tersaji dengan rapi karena tata kelola produksi yang mengawal detail pertunjukan secara ketat, detik demi detik, yang semuanya diorkestrasi oleh Agustinus Cahyono selaku Show Director, yang memegang kendali dinamika pergerakan di panggung dengan tidak kurang dari 100 treatment of checkpoint. Setiap transisi, pergantian babak, hingga detail eksekusi mekanis dikawal secara presisi oleh Bima Wilami selaku Show Caller untuk memastikan tidak ada ruang bagi kesalahan sekecil apa pun.

Kemewahan Buitenjazz Meet The Legends tidak bisa dipisahkan dari keandalan infrastruktur produksinya. Sebagai “menu utama” pertunjukan, sektor tata suara mendapatkan dukungan sepenuhnya dari IMS Indonesia dengan sistem audio JBL untuk menjamin kualitas repoduksi suara sebagaimana mestinya.

Buitenjazz Meet The Legends
Buitenjazz Meet The Legends

Menyempurnakan aspek audio, RedSun Lighting hadir sebagai elemen kreatif pendukung yang membangun atmosfer panggung dan emosi penonton lewat permainan cahaya yang dinamis. Kepercayaan besar pada kolaborasi teknis ini menjadi kunci sukses di balik kualitas pertunjukan yang tanpa kompromi.

Film “Juminten Edan” bangkitkan kembali aura horor klasik

0
Berbeda dari film – film horor lainnya, film “Juminten Edan” muncul di Industri film horor Indonesia dengan vibe dan aura yang berbeda. Film yang di bintangi Dimas Aditya berpasangan dengan Meisya Amira ini lebih mengutamakan unsur drama dan Thriller.
Presscon film Juminten Edan
Presscon film Juminten Edan

Karena film “Juminten Edan” ini bermain di sektor drama dan thriller, oleh karena itu sepanjang film ini diputar sangat jarang sekali ada momen – moment jumpscare dan hal – hal menyeramkan lainnya, namun begitu ada beberapa adegan kekerasan dan kejam yang muncul di film ini.

Film “Juminten Edan” hadir menawarkan sebuah drama yang melibatkan psikologis tokohnya dengan di balut oleh cerita misteri yang kelam dan gelap serta dibumbui beberapa adegan sadis yang sangat kejam. Ini mengingatkan kita akan aura film – film horor era 90an yang sangat klasik.

Berikut sinopsis film “Juminten Edan”

Cerita berpusat pada Juminten (diperankan Meisya Amira), seorang perempuan tunarungu dan tunawicara. Kepulangan ini sebenarnya menjadi mimpi buruk bagi Juminten. Desa tersebut menyimpan trauma masa kecil yang ingin ia kubur dalam-dalam.

Presscon film Juminten Edan
Presscon film Juminten Edan

Juminten mulai dihantui oleh sosok kakeknya sendiri, seorang dukun yang tewas mengenaskan dibakar warga setelah mencoba menjadikan cucunya sendiri sebagai tumbal. Tragisnya, karena dianggap gila dan berbahaya, warga desa menerapkan adat setempat yang kejam: Juminten dipasung. Ia dipisahkan secara paksa dari suami dan putri semata wayangnya, Saskia.

Selanjutnya para penonton akan dipaksa untuk berfikir mengenai rentetan kejadian yang dialami Juminten serta berbagai kilas balik yang di cerityakan oleh film ini untuk menjelaskan pada penonton apa yang sebenarnya terjadi.

Selain menampilkan Meisya Amira sebagai Juminten dan Dimas Aditya sebagai Manto, film ini di perkuat Anne J Coto, Kukuh Prasetyo, Deden Bagaskara, Bambang Oeban, Wina Marrino, Sharon Jovian, Teguh Julianto, Wanto Cacing, Feril Ali dan Maria Lituhayu.

Film “Juminten Edan” akan tayang di bioskop pada 23 Juli 2026. Jangan lupa tonton ya.

Film komedi horor “Cek Khodam” semarakkan akhir pekan ini

0
Film komedi horor bertajuk “Cek Khodam” sudah tayang di seluruh bioskop tanah air sejak 16 Juli kemarin. “Cek Khodam” merupakan film komedi horor Indonesia yang mengangkat fenomena cek khodam yang viral di media sosial beberapa waktu lalu.
Presscon film "Cek Khodam"
Presscon film “Cek Khodam”

Film “Cek Khodam” ini disutradarai oleh Jeropoint yang juga dikenal sebagai penulis kisah horor di media sosial thread. Salah satu kisah horor yang ditulis Jeropoint adalah “Di Ambang Kematian” yang juga pernah diadaptasi ke layar lebar pada 2024.

Selain bertugas sebagai sutradara di film “Cek Khodam”, Jeropoint juga bertindak sebagai penulis naskah bersama Sandikagusti dan Shintapuji. Di film ini Jeropoint mengarahkan para cast yang juga merupakan konten kreator seperti Saputra Kori, Kak Gem, Tante Lala, Adi Sudirja, entertainer asal Thailand, Jirayut sampai dengan para komedian seperti Benidictus Siregar, Ence Bagus, dan Fanny Fadillah.

Berikut sinopsis film “Cek Khodam”

Cerita berpusat pada tiga sahabat, yakni Sakti, Wira, dan Bima, yang mencoba meraih popularitas dengan membuat konten bertema Cek Khodam. Tanpa mereka sadari, konten tersebut memicu perubahan besar di dunia gaib. Angka Ketakutan Manusia (AKM) terus menurun karena masyarakat tidak lagi menganggap hantu dan khodam sebagai sosok yang menyeramkan.

Kondisi itu membuat para penghuni dunia gaib merasa kehilangan wibawa. Hantu yang dulu ditakuti kini justru dijadikan bahan lelucon dan konten hiburan. Melihat situasi tersebut, Panglima Khodam turun langsung ke dunia manusia. Ia mendapat misi mengembalikan martabat dunia gaib sekaligus meningkatkan kembali rasa takut manusia terhadap makhluk tak kasatmata.

Presscon film "Cek Khodam"
Presscon film “Cek Khodam”

Namun, rencana itu tidak berjalan sesuai harapan. Setiap upaya para khodam untuk menakut-nakuti manusia justru memicu kekacauan yang semakin lucu sekaligus absurd. Konflik demi konflik menghadirkan perpaduan horor dan komedi yang menjadi daya tarik utama film ini.

Kehadiran Jirayut menjadi salah satu daya tarik utama film ini tersebut, Jirayut dipercaya memerankan salah satu karakter yang terlibat dalam petualangan penuh kekacauan akibat konten cek khodam.

FilmCek Khodam bisa menjadi salah satu pilihan tontonan menarik di bioskop akhir pekan ini.

Tembus 122 ribu pendengar, Lindee Cremona makin pede

0
Penyanyi belia berbakat asal Jakarta, Lindee Cremona semakin percaya diri melangkah di industri musik Indonesia. Berbekal karakter vocal yang lembut, jernih dan penuh ketulusan, Lindee telah membuktikan bakatnya dengan merilis banyak single terhitung sejak awal karir sampai dengan sekarang.
Lindee Cremona
Lindee Cremona

Dari banyak lagu yang telah Lindee Cremona rilis, ada beberapa single yang meraih stream tinggi di Spotify. Lagu – lagu Lindee seperti “Mama, Sahabat Seperti Bintang, Bukan Akhir Cinta, Malas Tapi Terpaksa” dan rilisan terbarunya bertajuk “Yang Masih Bisa Berdoa” telah memberi kontribusi yang membuat Monthly Listenernya di Spotify menyentuh 122 ribu orang.

Lindee Cremona sendiri menanggapi kemajuannya ini dengan bijak, menurut Lindee keberhasilannya mendapatkan Monthly Listenernya yang banyak di spotify tersebut karena adanya dukungan banyak pihak selama ini. Nama – nama berpengalaman di industri musik tanah air seperti  Nissan Fortz, Pace Kribo, Jubing Kristianto hingga Franky Makatita dan Wendy Bagindas hadir mengawal perjalanan Lindee di industri musik Indonesia.

Di usianya yang belia, yaitu 12 tahun, Lindee Cremona menunjukkan bahwa musik mampu menjadi bahasa yang melampaui usia. Lindee kerap menghadirkan cerita keseharian yang bermakna dan menyentuh sebagai tema yang diangkat di tiap karya lagunya. Setiap nada yang dilantunkan mengalir alami, Lindee pandai menghadirkan penghayatan dan rasa nyaman ketika menyanyikan lagu dengan genre apa saja.

Monthly Listener Spotify Lindee Cremona
Monthly Listener Spotify Lindee Cremona

 “Aku memang menyanyi dengan penghayatan lirik yang ada. BTW thanks untuk kakak vocal director yang sudah ngarahin saya saat di studio rekaman,” ungkap Lindee.

Perjalanan Lindee di industri music dibangun di atas kecintaan yang mendalam terhadap seni dan proses belajar yang konsisten. Prinsipnya pun unik, menyanyi baginya adalah usaha membangun identitas, bukan sekadar popularitas. Lindee berhasil meraih keduanya.

Dari belasan lagunya yang sudah tersaji di stream, nampak bahwa Lindee banyak menyanyikan lagu tentang kasih sayang keluarga, persahabatan, harapan, doa dan rasa Syukur. Ini relevan bagi lintas generasi.

Lindee Cremona
Lindee Cremona

Lindee juga dikawal lirikis handal yang Albert Kenchen.

“Lirik yang saya tulis themanya keseharian. Dengan bahasa yang sederhana. Ternyata inilah yang membuat nyaman hingga bisa sampai ke pendengarnya,” ujar Albert, sang Ayah yang bersama keluarga besarnya sangat mendukung Langkah Lindee di dunia menyanyi ini.

Lindee bukan sekadar penyanyi remaja, ia pandai menghangatkan telinga dan hati. Lindee hadir sebagai representasi generasi baru penyanyi perempuan Indonesia. Muda, tulus dan inspiratif. Kini Lindee sedang menapak perjalanan menuju masa depan gemilang.

 

Hadir dari keluarga musisi, Maliqa rilis single “Rindu Menggila”

1
Di tengah lahirnya generasi baru musik Indonesia, hadir sosok muda berbakat bernama Maliqa Nasution, penyanyi pendatang baru berusia 20 tahun yang membawa karakter vokal lembut, emosional, dan modern dalam karya-karyanya.
Artwork Single Rindu Menggila
Artwork Single Rindu Menggila

Maliqa merupakan putri pertama dari Mickey Nasution dan Daisy Ariana, yang tumbuh di lingkungan keluarga dengan ikatan kuat terhadap dunia musik dan seni. Sejak kecil, Maliqa telah akrab dengan berbagai warna musik yang membentuk kepekaan artistik serta kecintaannya terhadap dunia tarik suara.

Maliqa berasal dari keluarga musik ternama Indonesia. Maliqa merupakan keponakan dari dua penyanyi legendaris Indonesia, Diana Nasution dan Rita Nasution, serta sepupu dari musisi Marcello Tahitoe.

Meski memiliki warisan musikal yang kuat, Maliqa memilih untuk melangkah dengan identitas dan warna musiknya sendiri.

Alih-alih membangun persona diva yang penuh jarak, Maliqa hadir sebagai penyanyi pop modern dengan pendekatan yang intimate, hangat, dan personal. Ia membawa sosok yang terasa dekat dengan pendengarnya, hangat, tulus, dan mudah diterima.

Maliqa
Maliqa

Tahun 2026 menjadi langkah awal perjalanan profesional Maliqa di industri musik melalui single debut berjudul “Rindu Menggila”, yang dirilis di bawah label Horahore Records⁠.

Lagu ini mengangkat tema kerinduan yang mendalam tentang perasaan yang terus tinggal di hati, bahkan ketika waktu terus berjalan. Dengan balutan aransemen pop modern dan nuansa emosional yang kuat, Rindu Menggila menjadi perkenalan yang solid terhadap identitas musikal Maliqa.

Single debut ini turut mendapat dukungan dari sejumlah musisi nasional berpengalaman, di antaranya : Yoggy Rachmady, Gustaf Alexandro Katuuk, Noldy Benjamin dan Helena Andrian.

Maliqa
Maliqa

Lagu “Rindu Menggila” merupakan karya cipta Mickey Nasution, yang selain dikenal sebagai ayah Maliqa, juga merupakan mantan musisi dan vokalis Panhead Band serta Karua Boys Band.

Dengan karakter vokal yang lembut namun penuh emosi, penampilan yang elegan, serta aura muda yang autentik, Maliqa muncul sebagai salah satu talenta baru yang menjanjikan di industri musik Indonesia.

Hingga saat ini, single debutnya telah meraih 40.000+ streams di Spotify, sebuah pencapaian yang menjanjikan bagi artis pendatang baru independent.

Girl band anak ‘Sparkle’ rilis single debut “Sampai Kita Besar Nanti”

0
Girl band anak bernama ‘Sparkle’ baru saja melakukan debut dan merilis single perdana bertajuk “Sampai Kita Besar Nanti”. Melalui single perdananya ini, girl band yang beranggotakan Schalea Fasyannira, Fayra Sukma Anjani, dan Safaa Nafisa Anfasa ini mengangkat tema momen persahabatan dan kebersamaan antara teman dalam suka maupun duka.
Sparkle
Sparkle
Single “Sampai Kita Besar Nanti” menampilkan aransemen dan warna musik ceria dengan lirik yang mudah diingat, serta koreografi yang enerjik dan gemas di kemasan video musiknya. Seluruh konsep mulai dari audio dan video musik dari single nya ‘Sparkle’. digarap sedemikian rupa agar terasa dekat dengan keseharian anak-anak.

Lagu ‘Sampai Kita Besar Nanti’ yang memuat pesan pesan positif dalam menjaga persahabatan ini menjadi langkah awal Sparkle dalam meramaikan industri musik anak Indonesia.

Menyimak konsep di musik videonya yang telah tayang resmi di Youtube Channelnya, ‘Sparkle’ tampil dengan konsep yang penuh warna dan menggambarkan keceriaan khas anak.

Sejak pertama kali ditampilkan saat perform di acara peluncuran singlenya dan di seluruh media sosial, lagu ‘Sampai Kita Besar Nanti’ dari ‘Sparkle’ mendapat sambutan hangat dari anak-anak yang hadir dan menyaksikan di media sosial.

Single ‘Sampai Kita Besar Nanti’ ditulis oleh penulis lagu, aranjer dan guru vokal Bemby Noor.

“Untuk bisa menulis lagu dengan tema seperti ini, saya harus flashback kembali membayangkan ingatan saya tentang masa SD dahulu. Saya harus mengingat kembali masalah – masalah apa saja yang muncul saat saya kecil dulu “, terang Bemby.

Sparkle
Sparkle

Menurut Bemby, Lagu ini menggambarkan bagaimana teman memiliki peran penting dalam menemani setiap momen. Melalui liriknya, ‘Sparkle’ ingin mengajak anak-anak Indonesia untuk lebih menghargai teman.

Trio ‘Sparkle’ adalah teman yang sudah saling kenal sejak Sama – sama di playground TK. Pengalaman itulah yang kemudian terasa selaras dengan pesan yang ingin disampaikan melalui single “Sampai Kita Besar Nanti”, yaitu persahabatan.

Single “Sampai Kita Besar Nanti” sudah bisa di simak di seluruh Digital Store Platform, sementara itu jangan lupa juga untuk menyaksikan video musiknya di Youtube sambil bernyanyi, menari, dan menikmati pesan positif yang dibawakan oleh ‘Sparkle’.

Unit Deathmetal, Siksa Kubur, luncurkan EP “Dari Langit”

0
Selama hampir tiga dekade, Siksa Kubur terus menjadi salah satu nama paling berpengaruh dalam perjalanan musik ekstrem Indonesia. Berdiri sejak tahun 1996, unit Deathmetal asal Jakarta ini telah menapaki berbagai fase perjalanan yang panjang, mulai dari panggung ke panggung komunitas, pertunjukan di berbagai kota di Indonesia, hingga festival berskala Internasional.
ARTWORK SIKSA KUBUR - DARI LANGIT
ARTWORK SIKSA KUBUR – DARI LANGIT

Konsistensi mereka juga dibuktikan melalui rangkaian tur Nasional maupun Asia yang semakin mempertegas eksistensinya di skena musik ekstrem. Kini, Siksa Kubur kembali menghadirkan karya EP album bertajuk “Dari Langit” yang dirilis via Youtube BrutalMind Records pada 02 Juli 2026. Sebuah rilisan yang menawarkan pendekatan konseptual dengan mengangkat kisah fiksi mengenai kehidupan ekstraterestrial dan asal mula peradaban manusia, sekaligus mengajak pendengar merenungkan konsekuensi dari setiap pilihan yang akan menentukan masa depan peradaban.

“Dari Langit” milik Siksa Kubur berbicara tentang kehidupan ekstraterestrial. Kisah ini dibangun secara fiksi menceritakan tentang awal penciptaan umat manusia dan turunnya sebuah keilmuan yang datang dari entitas langit. EP ini membawa pesan tentang konsekuensi pilihan yang akan manusia terima kelak.” Ujar Septian Maulana.

Secara musikal, “Dari Langit” tetap berakar kuat pada karakter Deathmetal klasik yang menjadi identitas Siksa Kubur, dengan terpengaruh dari nama-nama seperti Cannibal Corpse, Malevolent Creation, Deicide, Morbid Angel, dan Suffocation. Di sisi lain, EP ini juga memperluas eksplorasi musikal melalui sentuhan Blackmetal ala Emperor, Immortal, dan Satyricon, dan juga dipadukan dengan elemen Progressive Rock dan Progressive Deathmetal yang terinspirasi dari Opeth, Rush, hingga Death, serta nuansa Thrash dan Heavy Metal yang akhirnya memperkaya dinamika komposisi dari karyanya.

Visual artwork untuk “Dari Langit” dikerjakan oleh Andik Godfinger. Sementara, proses mixing dipercayakan kepada Adria Sevrianto dan mastering diselesaikan oleh Hamzah, yang menghasilkan sajian audio yang mampu merepresentasikan atmosfer gelap sekaligus megah yang menjadi benang merah dari keseluruhan konsep EP Siksa Kubur ini.

Untuk video sendiri dikerjakan oleh BSA Graphics dan layoutnya oleh Pradana Graphics. Sebagai tindak lanjut perilisan “Dari Langit” ini, Siksa Kubur telah menyiapkan sejumlah agenda, termasuk showcase di Jakarta dan Bali yang akan menjadi titik awal untuk memperkenalkan materi terbaru mereka secara langsung kepada publik. Selain itu, band ini juga tengah mempersiapkan rangkaian penampilan di berbagai kota serta tur lanjutan sebagai bagian dari promosi EP tersebut.

Siksa Kubur
Siksa Kubur

Saat ini Siksa Kubur di perkuat oleh Septian Maulana : Vokal, Andre Tiranda : Guitar, Ricky Rangga : Guitar II, Adhytia Perkasa : Drum dan Krisnanda Yusuf : Additional Guitar

Melalui “Dari Langit”, Siksa Kubur kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pelopor Deathmetal Indonesia yang terus berevolusi tanpa kehilangan akar musikalnya. EP ini bukan sekadar menghadirkan agresivitas musikal, tetapi juga menawarkan sebuah narasi konseptual yang mengajak pendengar menelusuri batas antara mitologi, fiksi, dan refleksi terhadap eksistensi manusia.

Track list EP Siksa Kubur – Dari Langit sbb : Scene I – Prologos, Scene II – Demolisi (Holoskaustos), Scene III – Niskala Mata, Scene IV – Epilogos (Tou Khaos).

Billkiss luncurkan single baru berjudul “Beruntung”

1
Band pop asal Bogor, Billkiss, kembali merilis single terbaru berjudul “Beruntung” yang sudah tersedia di seluruh digital streaming platform sejak 30 Juni 2026. Masih membawa nuansa khas Billkiss dengan warna pop manis dan ceria, lagu ini hadir dengan energi positif yang hangat dan menyenangkan.
ARTWORK BERUNTUNG - BILLKISS jpg
ARTWORK BERUNTUNG – BILLKISS jpg

“Beruntung” menceritakan tentang dua orang yang sama-sama merasa beruntung karena dipertemukan di saat keduanya sedang sendiri. Lagu ini menggambarkan perasaan hangat ketika akhirnya menemukan seseorang yang tepat, di waktu yang tepat. Bahkan, cerita dalam lagu ini bisa menjadi lanjutan dari single Billkiss sebelumnya, “Layar Hati”.

Lagu ini ditulis oleh Helvi Eriyanti, bassist Billkiss. Proses rekaman dilakukan di Lancar Jaya Studio dengan bantuan Acoy Rocker Kasarunk dan Band Omom yang turut membantu dalam proses aransemen. Untuk proses mixing, lagu ini juga dikerjakan oleh Acoy di studio yang sama.

Sebagai penulis lagu sekaligus bassist Billkiss, Helvi percaya bahwa setiap orang pada akhirnya akan dipertemukan dengan sosok yang tepat di waktu yang tepat. Karena itu, sebelum bertemu dengan orang tersebut, kita juga perlu mempersiapkan diri untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Saat energi baik itu tumbuh, manusia terbaik pun akan datang dengan energi yang sama.

Billkiss
Billkiss

Sementara itu, Maulin sebagai vokalis Billkiss menambahkan bahwa setiap orang memiliki versi “beruntung”-nya masing-masing. Karena itu, penting untuk mensyukuri apa yang dimiliki saat ini dan menikmati setiap proses kehidupan yang dijalani.

Melalui “Beruntung”, Billkiss berharap lagu ini bisa menemani banyak orang dan menularkan energi positif kepada siapa pun yang mendengarkannya.

Single “Beruntung” akan resmi dirilis pada 30 Juni 2026 dan dapat didengarkan di seluruh digital streaming platform.

Juliet Project luncurkan single elegan bertajuk “Kisah Hidup”

0
Juliet Project new formation kini hadir menawarkan musik yang lebih eksperimental dengan memainkan musik genre pop rock indie 80s-90s yang lebih fresh.
Artwork Kisah Hidup
Artwork Kisah Hidup

Trio Juliet Project Zidni Hakim (vokal), Willy Kinan (gitar) dan Bimo Sulaksono (bass, piano / synth, drum) memperkenalkan single berjudul “Kisah Hidup” yang ditulis oleh Bimo Sulaksono sendiri.

Lagu “Kisah Hidup” dari Juliet Project ini menceritakan tentang curhatan kisah dinamika isi jiwa hati dari seseorang yang baru saja bangkit dari keterpurukan.

Video musik lagu “Kisah Hidup” yang telah tayang di Youtube Channel Juliet Project sendiri dibuat atau di generated mengunakan AI oleh Bimo Sulaksono. Konsep cerita di video musiknya mnceritakan tentang se-gerombolan perampok yang selamat dari bahaya kejaran aparat.

Berbeda dengan lagu – lagu Bimo Sulaksono sebelumnya yang sering mengeksplorasi musik dan sound 60 sampai 70an, pada single terbarunya ini Bimo, Zidni dan Willy terasa lebih kalem, santai dan banyak memunculkan sound – sound vintage di tahun 80an yang disengaja atau tidak terasa lebih jazzy dan elegan dari sebelumnya.

Juliet Project
Juliet Project

Juliet Project berharap dengan dirilisnya single “Kisah Hidup” bisa ikut meramaikan panggung musik Indonesia. Juliet Project sendiri memprediksi kembali bahwa aliran musik alternative indie 80s-90s bakal kembali muncul dan meramaikan industri musik tanah air ke depannya.

“Semoga single terbaru “Juliet Project” ini bisa diterima dan didengar sepanjang masa dikancah musik pop rock indie tanah air”, tegas Bimo Sulaksono.

Selain video  musiknya bisa di tonton di Youtube Channel Juliet Project, Single bertajuk “Kisah Hidup” ini sudah bisa disimak diseluruh Digital Store Platform.

Funky Kopral kembali hadir dengan single anyar “Terus Melangkah”

0
Band Funk legendaris Indonesia, Funky Kopral, resmi membuka babak baru dalam perjalanan karier mereka melalui perilisan single terbaru bertajuk “Terus Melangkah”. Lebih dari sekadar karya baru, lagu ini menjadi simbol lahirnya semangat baru Funky Kopral dengan bergabungnya vokalis dan basis baru yang membawa energi segar tanpa meninggalkan karakter khas yang telah menjadi identitas band selama bertahun-tahun.
Art Work Terus Melangkah
Art Work Terus Melangkah

Sebagai salah satu pionir musik Funk di Indonesia, Funky Kopral kembali menegaskan eksistensinya lewat sebuah lagu yang mengangkat tema tentang harapan, keteguhan hati, dan keberanian untuk terus melangkah menghadapi setiap fase kehidupan.

“Terus Melangkah” menyampaikan pesan sederhana namun kuat: hidup akan terus berjalan, apa pun keadaan yang sedang dihadapi. Dalam kondisi apa pun, setiap orang diajak untuk tetap optimis, bangkit dari keterpurukan, dan terus bergerak menuju masa depan yang lebih baik.

“Pesan utama dari lagu ini adalah hidup akan terus berjalan, apa pun keadaan yang sedang kita hadapi. Dalam kondisi apa pun, kita harus tetap optimis, terus bangkit, dan terus melangkah ke depan.ujar personil Funky Kopral.

Single ini juga menjadi tonggak penting dalam perjalanan Funky Kopral. Formasi baru lahir dari hubungan pertemanan yang berkembang melalui banyak diskusi dan kesamaan visi untuk membawa band terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan identitasnya.

Chemistry antarpersonel terbentuk secara alami melalui berbagai sesi jamming dan eksplorasi musikal. Perbedaan latar belakang justru melahirkan warna baru yang semakin memperkaya karakter musik Funky Kopral.

“Setiap personel memiliki karakter dan pengalaman musikal yang berbeda. Justru perbedaan itulah yang memberi warna baru dalam musik Funky Kopral tanpa menghilangkan identitas yang sudah dikenal selama ini.”terang Funky Kopral.

Judul “Terus Melangkah” dipilih karena merepresentasikan perjalanan Funky Kopral sekaligus menjadi refleksi kehidupan setiap orang.

Funky Kopral
Funky Kopral

“Judul ini sangat mewakili perjalanan Funky Kopral maupun kehidupan sehari-hari kita semua. Apa pun yang terjadi dan bagaimana pun kondisinya, kita harus tetap melangkah. Lagu ini menjadi simbol semangat baru Funky Kopral untuk terus berkarya.” Tambah Funky Kopral.

Dalam proses produksinya, lagu ini dikerjakan secara kolaboratif oleh seluruh personel. Lirik ditulis oleh Hebron Christiansen Nababan (Ebon) bersama Rio, sementara komposisi diciptakan oleh Robbi Wibowo (Robbi), Hebron Christiansen Nababan (Ebon), Arif Handoko (Coco), dan Dimas Reza Kurniawan (Echa). Aransemen musik digarap bersama oleh Robbi, Ebon, Coco, dan Echa, dengan Bayu Randu bertindak sebagai produser dan owner dari label Greenland.

Bagi para Funchopat, perubahan formasi bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari langkah baru yang lebih segar. Funky Kopral menegaskan bahwa semangat mereka untuk terus berkarya tidak pernah berubah.

“Sampai hari ini Funky Kopral masih terus berkarya. Perubahan formasi adalah bagian dari perjalanan sebuah band, tetapi semangat dan komitmen kami untuk terus menghasilkan karya tetap sama.” Terang Bayu Randu produser sekaligus owner dari label Greenland.

“Terus Melangkah” menjadi pembuka dari rangkaian karya yang tengah dipersiapkan Funky Kopral. Band ini mengungkapkan bahwa mereka sedang menggarap materi-materi baru yang akan segera diperkenalkan kepada publik dalam waktu mendatang.

Melalui single ini, Funky Kopral berharap dapat kembali menjangkau para pendengar lama sekaligus memperkenalkan musik mereka kepada generasi baru.

Funky Kopral
Funky Kopral

“Kami berharap lagu ‘Terus Melangkah’ bisa dinikmati oleh semua penikmat musik, khususnya Funchopat yang selama ini selalu mendukung perjalanan Funky Kopral. Semoga lagu ini juga bisa diterima oleh generasi baru dan menjadi teman dalam perjalanan hidup mereka.”tutur Robby Funky Kopral.

Dengan formasi baru, semangat baru, dan karya yang lahir dari optimisme, Funky Kopral membuktikan bahwa perjalanan mereka masih terus berlanjut. “Terus Melangkah” bukan sekadar judul lagu, tetapi juga menjadi filosofi perjalanan band untuk terus tumbuh, beradaptasi, dan berkarya bagi musik Indonesia.