Nama Dimas Supartono selama ini dikenal di industri musik sebagai seorang produser, sekaligus putra almarhum musisi Tono Supartono. Namun, kini Dimas mulai memperluas kiprahnya dengan merambah bisnis properti melalui pengembangan perumahan Nuansa Indah Village di Sawangan, Depok.
Dimas Supartono
Di bawah PT Karya Perkasa Indonesia yang dipimpinnya, Dimas Supartono mengembangkan kawasan perumahan dengan luas total mencapai 26 hektare. Dari keseluruhan lahan tersebut, sekitar 7 hektare telah dikembangkan, dengan Cluster Cinnamon sebagai tahap pengembangan yang berjalan saat ini.
Dimas mengungkapkan, keputusan terjun ke bisnis properti berawal dari peluang yang dilihatnya di kawasan Depok, termasuk pembebasan lahan yang telah dilakukan beberapa tahun lalu.
“Karena adanya kesempatan dan peluang yang baik di daerah Depok yang sedang saya kembangkan. Mengingat pembebasan tanah di beberapa tahun yang lalu dengan harga yang cukup baik,” ujar Dimas.
Ia menjelaskan, pengembangan Nuansa Indah Village bermula dari lahan yang ditawarkan pemilik sebelumnya kepada PT Karya Perkasa Indonesia. Sejak itu, pengembangan dilakukan secara bertahap hingga kawasan yang dimiliki saat ini.
Nuansa Indah Village mengusung konsep perumahan asri yang menyasar konsumen kelas menengah. Selain hunian asri, Nuansa Indah Village memiliki fasilitas kolam renang dan danau indah. Menurut Dimas, segmen tersebut memiliki potensi permintaan yang cukup besar di kawasan Sawangan dan sekitarnya.
Saat ini, pengembangan berfokus pada Cluster Cinnamon yang terdiri dari sekitar 200 unit rumah di atas lahan seluas 3,5 hektare. Dimas bersyukur proses pengembangan dapat berjalan sesuai target yang telah direncanakan.
Nuansa Indah Village
“Alhamdulillah, bisa mencapai target sesuai yang kita rencanakan. Target ke depannya mengembangkan cluster-cluster setelah ini, dan juga beberapa fasilitas umum yang masih dalam pengembangan,” tuturnya.
Meski mulai serius membangun bisnis properti, Dimas mengakui bahwa beradaptasi dengan bidang baru memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam hal waktu dan kesiapan modal.
Menurutnya, proses produksi musik relatif dapat diselesaikan dalam waktu singkat, sedangkan pembangunan rumah membutuhkan perencanaan, waktu pengerjaan, serta dukungan modal yang lebih besar.
“Ketika membuat musik bisa diselesaikan dalam kurun waktu satu bulan. Lain halnya dalam membuat rumah, perlu waktu yang lebih lama dan kesiapan modal yang cukup,” jelasnya.
Di tengah kesibukannya mengembangkan Nuansa Indah Village, Dimas memastikan dirinya tidak akan meninggalkan industri musik yang telah menjadi bagian dari kehidupannya sejak kecil.
Kecintaannya terhadap musik tumbuh dari lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia tersebut. Sebagai putra almarhum Tono Supartono, Dimas terbiasa mengikuti perkembangan musik, baik karya musisi Indonesia maupun mancanegara.
Dimas Supartono
Ia juga memiliki studio musik dan terus mengikuti dinamika industri musik sebagai bekal untuk melahirkan karya-karya baru.
“Kalau properti ada beberapa peluang dan keuntungan yang bisa diraih, sedangkan musik adalah passion,” ungkap Dimas.
Pada 2024, Dimas merilis lagu berjudul “Jujur Saja” yang dinyanyikan Ira Batti. Kini, ia kembali mempersiapkan karya terbaru untuk meramaikan industri musik Indonesia.
Dimas pun memberikan sinyal bahwa single berikutnya akan dirilis dalam waktu dekat.
“Tentu siap. Ditunggu ya, single-single berikutnya dalam waktu dekat ini akan rilis lagu berikutnya,” katanya.
Dengan mengembangkan bisnis properti sekaligus mempersiapkan karya musik baru, Dimas Supartono menunjukkan bahwa perjalanan karier tidak harus terpaku pada satu bidang. Baginya, properti menjadi peluang untuk mengembangkan bisnis, sementara musik tetap menjadi ruang untuk menyalurkan kecintaan dan kreativitasnya
Rocknroll Theatre menjadi salah satu daya tarik utama Jakarta Rocktober 2026 yang sukses digelar di Amethyst Club Jakarta, Kamis (29/10/2026). Supergrup musik tersebut tampil sebagai special guest star dengan membawakan sekitar tujuh lagu di hadapan para pengunjung.
PWI Jaya
Perhelatan musik yang memadukan penampilan band rock seperti Rocknroll Theatre dan musik elektronik (EDM) ini menghadirkan sejumlah musisi dan DJ. Acara dimulai pukul 20.00 WIB dengan sambutan Ketua Panitia Jakarta Rocktober, Yazid Nasution, serta Ketua PWI Jaya, Kesit B Handoyo.
Event yang digagas Seksi Infotainment & Lifestyle (SIWIL) PWI Jaya tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus PWI Jaya dan Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Marten Slamet.
Hans Sinyal
Dalam sambutannya, Kesit B Handoyo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Jakarta Rocktober sebagai perhelatan musik tahunan. Ia berharap kegiatan ini dapat terus menjadi wadah silaturahmi antara wartawan dan musisi.
Rangkaian pertunjukan diawali oleh Briana sebagai band pembuka. Setelah itu, panggung diisi secara bergantian oleh Mansinner, Rizuka & Band, Hyper Rock, D.B.D, Eca Sukma, serta Hans Sinjal “Grassrock“.
Rock N Roll Theatre
Setelah penampilan sejumlah band tersebut, Rocknroll Theatre hadir sebagai special guest star. Penampilan Ferdy ‘Element’ Tahier, Bongky Marcell BIP, Gugun GBS, Bimo Juliette, Jarwo ex Naif, Edo Voodoo, Eza Yayang, Tony Bunga dll ini menjadi salah satu momen yang dinantikan dalam perhelatan tahun ini.
Jakarta Rocktober 2026 juga menawarkan pengalaman berbeda melalui perpaduan musik rock dan EDM. DJ Andy Pitch tampil membawakan setlist lagu-lagu rock hits era 1990-an yang diolah dengan beat EDM Breakbeat/Progresif.
Rock N Roll Theatre
Aransemen tersebut menghadirkan warna baru bagi lagu-lagu rock yang telah akrab di telinga penggemarnya. Setelah DJ Andy Pitch, suasana dilanjutkan dengan penampilan FDJ Amelles dan DJ Wigy Ryandra hingga penghujung acara.
Kesuksesan Jakarta Rocktober 2026 tidak terlepas dari dukungan sejumlah pihak, yakni Amethyst Club, Moru Management, WorldHotels, dan Kopi Kapal Api.
JR2026
SIWIL PWI Jaya selaku penyelenggara berharap Jakarta Rocktober dapat terus menjadi agenda musik tahunan yang mempertemukan wartawan, musisi, dan komunitas pencinta musik dalam suasana kebersamaan.
Industri musik anak nasional nampaknya mulai kembali menggeliat dengan hadirnya beberapa penyanyi anak yang mulai bermunculan. Setelah munculnya beberapa penyanyi anak – anak perempuan yang meluncurkan karya lagunya di tiga tahun belakangan ini, Stoodio Music selaku salah satu ekosistem bisnis musik memperkenalkan talent anak pendatang baru bernama ‘El Jordan’
El Jordan
Hadir dengan meluncurkan single debut karya musisi Angga Foster berjudul “Kejar Mimpi”, El Jordan membawa pesan semangat meraih cita-cita untuk seluruh teman – teman se usianya yang bakal menyimak dan mendengarkan lagu tersebut.
“Tema lirik di single “Kejar Mimpi” ini adalah ajakan bagi generasi seusia El Jordan untuk berani memiliki mimpi, terus berusaha meraihnya, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai rintangan”, terang Angga Foster yang juga bertindak sebagai produser di single tersebut.
Bukan hanya suka bernyanyi, El Jordan, yang merupakan Putera dari pasangan Arief Indra Satria dan Fitri Muthia adalah anak berusia 11 tahun yang juga menekuni olahraga bola basket. Sejak usia 9 tahun, El telah mengikuti berbagai kegiatan dan kompetisi basket, sekaligus mengukir sejumlah prestasi di bidang olahraga tersebut. Saat ini El mulai menekuni karir bernyanyinya dan mulai harus bisa membagi waktu dengan kegiatan basket dan sekolahnya.
Fitri Muthia, El Jordan dan Angga Foster
“El itu memiliki pencapaian akademis yang membanggakan, nilai – nilai di sekolahnya selalu baik, dia paham bahwa pendidikan tetap menjadi salah satu prioritas utama. Kalau untuk membagi waktu antara sekolah, basket dan nyanyi saya rasa dia sangat bisa dan siap, kelemahan El adalah menjaga mood nya aja, kita perlu sabar dan punya cara untuk menjaga mood nya El terutama seperti pada saat rekaman single “Kejar Mimpi” tersebut”, tutur sang mama, Fitri Muthia, di temuai awak media di mbloc, Jaksel, Sabtu 31 Oktober 2026.
Di dunia musik, kemampuan vokal El juga dikembangkan secara serius. Selama beberapa tahun terakhir, ia menjalani pembelajaran vokal bersama Cavell Secioria di Elfa Music School Bekasi. Menariknya, Cavell Secioria merupakan anak dari maestro besar musik Indonesia, Elfa Secioria. Bimbingan vokal tersebut menjadi bekal penting bagi El untuk membangun kepercayaan diri dan mengembangkan kemampuannya sebagai penyanyi muda.
Single “Kejar Mimpi” akan dirilis resmi di berbagai Digital Platform pada Senin 2 November 2026, Berbarengan dengan itu juga akan dirilis official video klip dari single yang musiknya di kerjakan oleh Angga Foster dan Gilang Adi Kurniawan tersebut. Beberapa pengalaman menarik dialami saat El melakukan sesi syuting video klip yang di besut oleh Irwan Fauzy tersebut.
El Jordan
Angga Foster bercerita tentang kejadian – kejadian menarik yang dialami mulai dari awal rencana pembuatan video klip sampai proses finishingnya.
“Waktu kita mau menentukan jadwal syuting nya aja udh banyak kendala seperti penentuan tanggal yang agak memakan waktu karena di video klip ini El melibatkan teman – teman dekatnya sebagai model. Tanggal syuting berubah rubah karena pas El bisa eh teman -temannya gak bisa, demikian juga sebaliknya. Tapi giliran sudah on schedule, proses syuting El malah sangat cepat akibat El nyaman karena ada teman – temannya yang ikut syuting jadi model. Mood nya El bagus banget makanya proses syuting cepatt selesai”, cerita Angga Foster.
Salah satu cara El menaikkan mood selain kehadiran teman – temannya adalah peran sang papa, Arief Indra Satria yang selalu memantau proses kreatif El saat rekaman.
“Papanya El itu penyanyi juga, dia pernah jadi kontestan Indonesian Idol, suara nya bagus, tekhnik bernyanyinya juga mumpuni. Saat El kehilangan mood di waktu rekaman dan gak ada yang bisa menangani itu, biasanya kita telpon Papa nya yang kerap ada tugas kerja di luar kota untuk membantu El mengarahkan cara nyanyi dan semangatnya, dan biasanya itu pasti berhasil”, ungkap Mama El, Fitri Muthia.
El Jordan
Angga Foster menuturkan kepada awak media bahwa setelah merilis single debut “Kejar Mimpi” ini El akan menjalani promosi seperti visit radio, membuat banyak konten dan manggung di berbagai gig plus El harus mulai mempersiapkan perilisan single – single berikutnya.
“Aku siap koq untuk menjalani semua rencana – rencana yang sudah di persiapkan untuk aku, aku siap juga dalam setiap 2 atau 3 bulan merilis lagu baru dan aku semangat”, jawab El ketika menjawab pertanyaan reporter kaset.id
El Jordan adalah penyanyi anak yang punya dedikasi besar terhadap aktifitasnya dan Pendidikan akademiknya. El punya semangat yang membara, kemampuan vokal dan karakter yang kuat serta keinginan untuk maju yang keras. Sukses selalu El Jordan.
Bintang Radio 2026 telah usai menyelesaikan grand finalnya. Grand final yang berlangsung 2 babak pada 28 dan 29 Oktober dan babak result show di 31 Oktober telah sukses digelar dan memunculkan juara baru di kategori putera dan putri.
Para finalis Bintang Radio 2026
William Wijaya dari RRI Jakarta berhasil meraih Juara 1 kategori putra Bintang Radio 2026, sedangkan Shasyelfa Setyaning dari RRI Bandung keluar sebagai Juara 1 kategori putri sekaligus menyabet gelar Juara Favorit.
Para pemenang dari mulai juara 1, 2, 3 sampai dengan juara harapan 1 dan 2 plus juara favorit diumumkan dalam Result Show Bintang Radio 2026 yang menjadi puncak kompetisi digelar di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI, Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
William Wijaya Juara 1 Kategori Putera
Di kategori Putera, William Wijaya dari RRI Jakarta menduduki posisi tertinggi dengan perolehan 127.025 suara disusul juara kedua, Umar Thalib La Waru dari RRI Kendari dengan 86.068 suara, juara ketiga, Muhammad Hamzah dari RRI Pontianak dengan 43.809 suara. Sementara itu posisi Juara Harapan 1 diraih Muhammad Angga Fahlika dari RRI Samarinda dengan 21.380 suara dan Billy Christopher Supit dari RRI Singaraja meraih Juara Harapan 2 dengan 36.891 suara.
Di Kategori Puteri, Shasyelfa Setyaning dari RRI Bandung menjadi pemuncak sekaligus Juara Favorit dengan perolehan suara tertinggi, yakni 263.550 suara, diikuti oleh juara kedua Leony Almeida Sinter dari RRI Banjarmasin dengan 101.553 suara, lalu sang juara ketiga Keysha Diva Azzahra Putri Susanto dari RRI Semarang meraih 106.634 suara. Untuk juara harapan satu dan dua di raih oleh Kanaya Sheva Alea Gershan dari RRI Makassar memperoleh suara 38.995 dan Hugies Imelda Putri dari RRI Bandar Lampung meraih 40.491 suara.
Shasyelfa Setyaning Juara 1 Kategori Puteri
Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI), Dr. I. Hendrasmo, S.I.P., M.A., mengungkapkan kebahagiaan dan kebanggaannya terhadap para finalis yang telah berjuang sampai detik terakhir. Menurut Dr. I. Hendrasmo, S.I.P., M.A., Bintang Radio memiliki sejarah panjang dalam melahirkan penyanyi berbakat Tanah Air. Sejak pertama kali diselenggarakan 75 tahun lalu, ajang tersebut telah menjadi panggung bagi sejumlah nama besar, seperti Titiek Puspa, Broery Marantika, dan Hetty Koes Endang.
Ditegaskan oleh Dr. I. Hendrasmo, S.I.P., M.A., bahwa generasi muda tidak hanya dituntut memiliki kemampuan bernyanyi, tetapi juga mampu menyampaikan pesan positif melalui karya dan suara mereka. Ia juga mengingatkan agar para finalis menggunakan popularitas dan kemampuan bermusik untuk menyuarakan kebenaran, membangun toleransi, serta melawan penyebaran hoaks.
Pembagian Hadiah Bintang radio 2026
Sementara itu, juri Bintang Radio Indonesia 2026, Bemby Noor, yang mewakili dua juri lainnya, yakni Mita Lestari dan Ferdy Tahier, menyampaikan bahwa seluruh finalis telah memberikan penampilan maksimal sepanjang kompetisi.
“Para peserta memiliki kualitas vokal dan karakter penampilan yang baik sehingga persaingan untuk menentukan pemenang berlangsung cukup ketat. Sebagai dewan juri, kami bertiga menilai dengan objektif”, terang Bemby Noor.
Shasyelfa Setyaning dan William Wijaya
Dr. I. Hendrasmo, S.I.P., M.A., menyampaikan bahwa RRI telah menyiapkan single bagi para finalis sebagai langkah awal untuk merambah industri musik Indonesia. Melalui Bintang Radio Indonesia 2026, RRI kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi ruang lahirnya talenta-talenta musik baru sekaligus memberikan kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk menunjukkan kemampuan mereka di tingkat nasional maupun dunia.
Usai merilis beberapa single sepanjang tahun 2026 lalu, akhirnya band rock ‘Reborn Ryota’ meluncurkan juga EP / mini album perdananya. Melalui EP yang diberi judul “Kawan Palsu” tersebut, Reborn Ryota memperkenalkan 5 lagu yang semakin mentahbiskan mereka menjadi group band bergaya Glam Rock lewat musik, lirik dan atribut serta outfit yang mereka tampilkan di atas panggung.
Presscon Launching EP Kawan Palsu_Reborn Ryota
EP “Kawan Palsu” memiliki 5 lagu di track listnya yaitu “Kawan Palsu, Salah Jalan, Ayah Menjaga, Ratu Hati” dan “Fight For It”. Di gawangi Allan (vokal), Arya (gitar), Ghani (bass) dan Tio (drums), lirik di EP perdana Reborn Ryota ini memiliki keterkaitan tema dari satu lagu ke lagu berikutnya yaitu tema sosial.
“Saya banyak dibantu oleh sahabat saya, Adol, dalam membuat lagu, tema yang diangkat di lagu – lagu Reborn Ryota banyak diangkat dari kisah nyata yang saya alami dan kehidupan sehari – hari saja”, jelas Allan, frontman Reborn Ryota dalam sesi konferensi pers di acara peluncuran EP “Kawan Palsu”, Jum’at (30/10) di Glamz Antasari.
Reborn Ryota 4 On Stage
“Lagu Reborn Ryota yang berjudul “Ayah Menjaga” dengan lagu “Salah Jalan”, kedua lagu tersebut saling berkaitan menjadi satu cerita bersambung yaitu tentang Ayah yang menjaga anaknya jangan sampai salah jalan. Itu adalah cerita pribadi Mas Allan yang diangkat kedalam lagu. Jadi saya buat dari pengalaman hidup Mas Allan juga”, ujar Adol yang merupakan sahabat Allan.
EP “Kawan Palsu” di produksi dan di produseri sendiri oleh Reborn bekerja sama dengan Nada Bumi Indonesia yang juga bertindak sebagai publisher dan aggregator. EP ‘Kawan Palsu’ menjadi kelanjutan dari single-single Reborn sebelumnya sebelum mereka merilis album pertama mereka di tahun 2027.
Reborn Ryota 4 On Stage
Di depan awak media, Allan mengaku bahwa mereka berempat memang sangat menyukai musik dan penampilan ala glam rock. Bahkan Allan pernah menyempatkan untuk memantau dan melakukan survey tentang perkembangan musik glam rock di tanah air.
“Saya sempat survey ke daerah – daerah saat saya sendiri maupun saat manggung bersama Reborn Ryota, ternyata masih banyak pecinta musik ini di daerah – daerah apalagi saat kita manggung, respon penonton terhadap musik ini masih sangat kuat, oleh karena itu setelah perilisan EP ini kita berencana mengadakan tur ke daerah dan akan kita mulai dari Jawa Tengah”, terang Allan.
EP “Kawan Palsu” dikerjakan selama 3 bulan oleh personil Reborn Ryota, pengumpulan materi lagu nya sendiri sudah di cicil semenjak kita merilis single pertama dan kedua beberapa bulan lalu.
Reborn Ryota
“Ya, dari mulai ngumpulin lagu, rekaman sampai mixing mastering kurang lebih 3 bulan lah kita kerjain. Untuk video klip dari lagu “Kawan Palsu” sendiri baru akan kita launching di bulan November depan “, tutur Allan.
Peluncuran mini album “Kawan Palsu” sendiri juga dibarengi digelarnya intimated showcase Reborn Ryota juga menggelar mini showcase malam itu yang tampil energik membawakan lagu-lagu di EP “Kawan Palsu”.
EP “Kawan Palsu” dari Reborn Ryota akan segera rilis di Digital Store Platform kesayangan kita, yuk kita support!
Memasuki hari kedua Grand Final Bintang Radio 2026 yang dilangsungkan di Auditorium RRI Jakarta, Kamis 29/10/2026, sepuluh finalis Bintang Radio 2026 tersebut diwajibkan membawakan dua lagu yaitu : lagu pop daerah Nusantara dan lagu hits lintas generasi pilihan dari penyelenggara Bintang Radio yang menjadi tantangan / babak challenge buat para peserta.
Grand Final Bintang Radio 2026 hari kedua
Billy Christopher Supit dari RRI Singaraja tampil aman di Grand Final Bintang Radio 2026 hari kedua lewat lagu “Sue Orang Jamu” dari Jawa Tengah, namun pada lagu “Semut Hitam” dari band rock legendaris Godbless, Billy justru terlihat menurun dan banyak kekurangan. Sementara itu Leony Almeira Sinter wakil RRI Banjarmasin yang tampil prima di lagu “Si Patokaan”, justru semakin meningkat di lagu kedua “Cintaku Padamu” dari Ita Purnamasari.
Hari kedua Grand Final Bintang Radio 2026 ini juga ditandai dengan beberapa kontestan yang masih stabil diatas panggung seperti saat mereka tampil di hari pertama. William Wijaya dari RRI Jakarta yang menyanyikan lagu Jambi “Dodoi Si Dodoi” dan “Bawalah Cintaku”, Keysha Diva Azzahra Putri Susanto dari RRI Semarang dengan lagu “Butet” dan “Sinaran”, serta Umar Thalib La Waru dari RRI Kendari menyanyikan “Sengko”, lagu dari Sumatera Utara dan “Barcelona” nya Fariz RM, tampil stabil dan percaya diri.
Tidak hanya yang tampil stabil, beberapa kontestan Bintang Radio 2026 seperti Muhammad Angga Fahlika dari RRI Samarinda dengan lagu “Es Lilin” dan “Malam Biru” serta Muhammad Hamzah dari RRI Pontianak yang menyanyikan “Wayawai Windawe” dari Papua dan “Ada Kamu” mengalami sedikit slip di beberapa bagian lagu.
Dua kontestan lain yaitu Kanaya Sheva Alea Gershan dari RRI Makassar dengan lagu “Kicir Kicir” dan “Mengapa” serta Hugies Imelca Putri dari RRI Lampung yang membawakan “Cik Cik Periuk” dan “Dulu” di hari kedua grand final ini justru mengalami peningkatan. Keduanya tampil baik dan penuh kontrol. Berbeda dengan kontestan asal RRI Bandung, Shasyelfa Setyaning yang ramai di kawal pendukungnya dari RRI bandung membawakan lagu “Bolelebo” dan “Takkan Apa” yang dibawah dukungan suporternya justru tampil tidak lebih baik dari hari pertama.
Grand Final Bintang Radio 2026 hari kedua
Juri Bemby Noor menilai persaingan tahun ini berlangsung ketat. Menurutnya, beberapa peserta menunjukkan aura bintang dan kualitas yang kuat, sementara penampilan hari kedua menghadirkan dinamika dibandingkan hari sebelumnya.
“Pesertanya tahun ini paling oke, paling punya aura bintang, lagu daerah menjadi ujian tersendiri karena setiap lagu memiliki karakter, gaya bernyanyi, dan skala vokal yang berbeda. Para finalis, menurutnya, mampu menghadapi tantangan tersebut.” kata Bemby.
Sementara itu Ferdy Tahier yang juga menjadi juri mengatakan penilaian tidak hanya bertumpu pada teknik vokal, tetapi juga penguasaan panggung dan aura bintang.
Dewan Juri : Bemby Noor, Mytha lestari dan Ferdy Tahier
“Penampilan mereka semua sangat mengejutkan, bagus sekali,” ujar Ferdy.
Ferdy menambahkan bahwa penilaian juri dilakukan berdasarkan kualitas peserta, sementara voting turut berkontribusi sebesar 30 persen.
Juri ketiga, Mytha Lestari juga mengapresiasi peningkatan penampilan para finalis. Ia menilai mereka lebih menikmati panggung dan tampil lebih siap pada hari kedua. Menurut Mytha, busana daerah yang dikenakan peserta turut memperkuat penampilan, meski lagu yang dibawakan tidak selalu berasal dari daerah mereka.
Gimana penampilan para kontestan di hari ketiga yang merupakan babak result nanti? Ikuti terus yuk.
Sebanyak 44 tim marching band dari 9 provinsi anggota Federasi Youth Band Indonesia (FYBI) akan berkompetisi dalam Kejuaraan Nasional FYBI 2026 yang diselenggarakan pada 7 – 8 November 2026 di Kota Tangerang, Provinsi Banten.
Poster FYBI 2026
Kejuaraan Nasional FYBI 2026 diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Federasi Youth Band Indonesia (PP FYBI), dengan Pengurus Provinsi FYBI Banten sebagai tuan rumah. Ajang ini merupakan bagian dari komitmen FYBI untuk membina generasi muda, meningkatkan prestasi marching band, serta memperkuat nilai-nilai disiplin, kreativitas, kerja sama, dan sportivitas melalui olahraga masyarakat.
Rangkaian kegiatan FYBI 2026 selama dua hari di dua lokasi. Pada Sabtu, 7 November 2026, perlombaan Cultural Parade akan dilaksanakan di Pusat Pemerintahan kota Tangerang. Selanjutnya, pada Minggu, 8 November 2026, perlombaan Concert, Color Guard Contest, dan Individual Contest akan berlangsung di GOR Nambo Sport Center, Tangerang.
Dengan melibatkan puluhan tim dari berbagai daerah, Kejurnas FYBI 2026 diharapkan menjadi ruang kompetisi sekaligus sarana evaluasi hasil pembinaan marching band di tingkat daerah maupun nasional.
Kejuaraan Nasional FYBI 2026 mempertandingkan empat divisi resmi, yaitu Junior Non Brass, Senior Non Brass, Senior Brass, dan Military. Melalui pembagian divisi tersebut, setiap tim memperoleh ruang untuk menunjukkan kemampuan sesuai dengan kategori yang diikuti. Para peserta akan berkompetisi dengan mengandalkan keterampilan musikal, ketepatan gerak, kreativitas, koordinasi, kekompakan, dan kualitas penampilan.
Dokumentasi Lomba FYBI di Jakarta selama tahun 2025
Untuk mendukung kualitas kompetisi, FYBI menghadirkan juri profesional dari Indonesia dan luar negeri, termasuk Malaysia dan Filipina. Keterlibatan juri internasional diharapkan dapat memberikan perspektif penilaian yang beragam sekaligus memperkaya pengalaman para peserta dalam mengembangkan kemampuan dan meningkatkan standar penampilan marching band.
Kejurnas ini juga diharapkan menjadi momentum untuk memperluas interaksi antarkomunitas marching band, memperkuat jejaring antarprovinsi, serta mendorong lahirnya talenta-talenta baru yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Youth Band Indonesia, Hermanto, S.T., yang juga pengusaha asal Bandar Lampung, CEO sekaligus pendiri stasiun televisi lokal Mitra TV Lampung, serta Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Provinsi Lampung, menegaskan bahwa Kejuaraan Nasional FYBI merupakan bagian penting dari komitmen dan konsistensi organisasi dalam membina serta meningkatkan kemampuan para pegiat marching band di Indonesia. Menurut Hermanto, kompetisi memiliki peran strategis dalam mengukur hasil pembinaan, mendorong peningkatan kualitas penampilan, dan memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mengembangkan potensi terbaiknya.
“Kejuaraan Nasional FYBI 2026 merupakan wujud komitmen dan konsistensi FYBI dalam menjalankan peran sebagai induk organisasi olahraga marching band di Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa pembinaan para pegiat marching band tidak berhenti pada kegiatan latihan, tetapi juga didukung oleh kompetisi yang terarah, berkelanjutan, dan memberikan ruang bagi setiap peserta untuk berkembang serta meraih prestasi”, terang Hermanto, S.T.
Dokumentasi Lomba FYBI di Jakarta selama tahun 2025
Melalui Kejurnas ini, kami berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam kemampuan musikal dan keterampilan marching band, tetapi juga memiliki disiplin, tanggung jawab, kreativitas, kemampuan bekerja sama, serta sportivitas. Kami ingin menjadikan marching band sebagai salah satu sarana pembinaan generasi muda yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan kemajuan olahraga Indonesia,” tambah Hermanto, S.T.
Pembukaan Kejuaraan Nasional FYBI 2026 diharapkan turut dihadiri oleh Ketua Umum KORMI Nasional, Adil Hakim, serta Gubernur Banten, Andra Soni, bersama jajaran Pemerintah Provinsi Banten.
Kehadiran para tokoh tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan dan semangat bagi para peserta, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga masyarakat, dan komunitas marching band.
Perjalanan para pemenang ‘Bintang Radio 2025’ berlanjut melalui perilisan sepuluh lagu terbaru yang menampilkan karakter, emosi, dan kekuatan vokal masing-masing penyanyi. Steven Kwa, Sabila Chaitra, Rahmat Bahari, Stella Kaya, Hifnie Zaidan, Anastasya Ivanka, Rara Sutera, Romie Janeiro, Bayu Al Wagfa dan Gloreta Henoch hadir dengan karya yang merepresentasikan perjalanan musikal mereka, sekaligus menjadi langkah baru dalam memperkenalkan potensi para talenta terbaik Bintang Radio kepada pendengar musik Indonesia.
Presscon Launching Album 10 Finalis Bintang Radio Indonesia 2025
Lima lagu Bintang Radio 2025 yaitu “Memenangkanmu” yang dibawakan Steven Kwa, “Selingan Hati” oleh Sabila Chaitra, “Rencana Tuhan” oleh Rahmat Bahari, “Matahari Baru” oleh Stella Kaya, dan “Berdua” oleh Hifnie Zaidan diciptakan dan diproduseri oleh Kangga Supernova dan Riicco. Sementara itu lima lagu lainnya yaitu “Dulu dan Sekarang” oleh Anastasya Ivanka, “Kenangan yang Pergi” oleh Rara Sutera, “Aku Tak Siap” oleh Romie Janeiro, “Cinta Membawamu Kembali” oleh Bayu Al Wagfa, dan “Bayang Semu yang Hilang” oleh Gloreta Henoch masing – masing diciptakan dan di produseri oleh Dennis Hendrawan dan Ananda Mahardhika Putra. Semua lagu yang terpilih berhasil menghadirkan pendekatan musikal untuk menggali karakter vokal serta identitas setiap penyanyi.
Sepuluh lagu terpilih dari Bintang Radio 2025 bukanlah sekadar rilisan baru, tetapi juga menjadi representasi perjalanan para pemenang Bintang Radio dalam melangkah dari panggung kompetisi menuju industri musik profesional. Masing-masing lagu membawa cerita dan sudut pandang berbeda tentang cinta, hubungan, harapan, serta perjalanan hidup yang dekat dengan pengalaman banyak orang.
Di balik kesepuluh lagu tersebut, Kangga Supernova, Riicco, Dennis Hendrawan dan Ananda Mahardhika Putra mengambil peran sebagai pencipta sekaligus produser. Keterlibatan keempat musisi pencipta lagu ini menjadi bagian penting dalam membangun arah musikal setiap rilisan, dengan memperhatikan karakter vokal dan potensi yang dimiliki oleh masing-masing penyanyi.
Melalui proses kreatif tersebut, setiap lagu dikembangkan sebagai karya yang memiliki identitas tersendiri. Ke-sepuluh penyanyi tidak hanya membawakan lagu, tetapi juga mendapatkan ruang untuk memperkenalkan karakter artistik mereka kepada publik melalui materi musik yang dirancang untuk menonjolkan keunikan masing-masing.
Kehadiran sepuluh lagu ini sekaligus memperlihatkan bagaimana Bintang Radio menjadi titik awal bagi para penyanyinya untuk melanjutkan perjalanan di industri musik. Setelah menunjukkan kemampuan di panggung kompetisi, kini mereka memiliki kesempatan untuk membangun identitas, memperluas jangkauan pendengar, dan mengembangkan karier melalui karya orisinal.
Yonas Markus Tuhuleruw, S.E. dan Steven Kwa
Bagi Steven Kwa, Sabila Chaitra, Rahmat Bahari, Stella Kaya, Hifnie Zaidan, Anastasya Ivanka, Rara Sutera, Romie Janeiro, Bayu Al Wagfa dan Gloreta Henoch perilisan ini menjadi babak baru yang mempertemukan pengalaman kompetisi dengan proses berkarya secara profesional.
Sepuluh lagu dengan karakter dan cerita berbeda ini diharapkan dapat menjangkau pendengar dari berbagai latar belakang, sekaligus memperkenalkan potensi generasi baru penyanyi Indonesia. Seluruh pemenang Bintang Radio 2025 kini melangkah ke tahap berikutnya untuk menyampaikan cerita mereka melalui musik dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan para pendengar.
Direktur Layanan dan Pengembangan Usaha (LPU) LPP RRI, Yonas Markus Tuhuleruw, S.E., menyebut perilisan ini sebagai momentum untuk memberi karya dan ruang bagi para finalis.
“Karena kita masuk lima besar untuk putra dan lima besar untuk putri. Itu adalah anak-anak bangsa Indonesia, harus diberikan ruang. Saya kira itu momentum,” ungkap Yonas saat peluncuran Album di Gedung RRI, Jakarta.
Menurutnya, Bintang Radio perlu menjadi lebih dari panggung kompetisi. RRI berkomitmen mendampingi para penyanyi agar dapat menghasilkan karya dan bertemu dengan pendengar.
“Bintang Radio itu tidak sekadar hanya melahirkan panggung, tetapi bagaimana melahirkan karya. Kenapa? Karena musik itu membutuhkan ruang dengar, pendengar, dan RRI itu membutuhkan musik untuk mendekatkan diri dengan masyarakat,” ujarnya.
Yonas Markus Tuhuleruw, S.E., Steven Kwa, Kangga Supernova dan Suhendra (RRI)
Sepuluh pemenang, sepuluh lagu, dan sepuluh perjalanan musikal yang dimulai dari satu panggung: Bintang Radio 2025 :
Steven Kwa – “Memenangkanmu”
Melalui “Memenangkanmu”, Steven Kwa hadir dengan sebuah lagu yang mengangkat semangat memperjuangkan cinta dan keinginan untuk mempertahankan seseorang yang berarti. Lagu ini menjadi ruang bagi Steven untuk menunjukkan karakter vokalnya sekaligus menyampaikan emosi yang dapat terhubung dengan pendengar.
Sabila Chaitra – “Selingan Hati”
Sabila Chaitra membawakan “Selingan Hati”, sebuah judul yang mengundang pendengar untuk menyelami dinamika perasaan dan hubungan. Dengan karakter vokalnya, Sabila menghadirkan interpretasi personal yang diharapkan mampu menyentuh mereka yang pernah berada dalam situasi cinta yang tidak sederhana.
Rahmat Bahari – “Rencana Tuhan”
“Rencana Tuhan” menjadi karya yang dibawakan Rahmat Bahari dengan nuansa reflektif tentang kehidupan, penerimaan, dan keyakinan bahwa setiap perjalanan memiliki maknanya sendiri. Lagu ini membuka ruang bagi pendengar untuk merenungkan berbagai pengalaman hidup dan menemukan harapan di tengah ketidakpastian.
Stella Kaya – “Matahari Baru”
Stella Kaya hadir melalui “Matahari Baru”, sebuah lagu yang merepresentasikan harapan, awal yang baru, dan keberanian untuk melangkah ke depan. Judul ini membawa pesan optimisme tentang kesempatan untuk bangkit dan menemukan cahaya setelah melewati berbagai tantangan.
Hifnie Zaidan – “Berdua”
Hifnie Zaidan melengkapi rangkaian rilisan ini melalui “Berdua”, sebuah lagu yang mengangkat kedekatan dan kebersamaan dalam sebuah hubungan. Lagu ini menjadi wadah bagi Hifnie untuk menyampaikan sisi emosionalnya melalui interpretasi vokal yang personal dan penuh penghayatan.
Romie Janeiro – “Aku Tak Siap”
Tentang cinta yang begitu dalam, tentang rasa takut kehilangan, dan tentang hati yang tetap memilih orang yang sama. Melalui lagu pop romantis ini, Romie Janeiro menyampaikan kisah tentang seseorang yang tidak siap kehilangan orang tercinta. Dengan karakter vokal yang tebal, kuat, dan penuh dinamika, setiap lirik menjadi ungkapan perasaan yang mungkin pernah dirasakan oleh siapa saja yang takut kehilangan cinta.
Bayu Al Wagfa – “Cinta Membawamu Kembali”
Melalui lagu pop romantis ini, Bayu Al Wagfa mengisahkan pertemuan kembali dengan seseorang yang pernah dicintai. Tentang kenangan yang tidak benar-benar hilang, rindu yang masih tersimpan, dan keyakinan bahwa sebuah hubungan mungkin memang layak mendapatkan kesempatan kedua. Dengan lirik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan nuansa romantis yang hangat, lagu ini membawa pesan bahwa terkadang kita tidak perlu mencari jawaban atas semua yang telah terjadi.
Gloreta Henoch – “Bayang Semu Yang Hilang”
“Bayang Semu Yang Hilang” merupakan lagu pop romantis bernuansa minor yang mengisahkan pergulatan batin ketika kenangan cinta lama terus menghantui hubungan yang baru. Di antara kebersamaan dan rasa bersalah, tersimpan luka yang belum selesai dan perasaan yang sulit dijelaskan. Lagu ini menghadirkan perpaduan nuansa melankolis dan aransemen pop yang ringan, menciptakan suasana emosional yang tetap nyaman dinikmati.
Rara Sutera – “Kenangan Yang Pergi”
“Kenangan yang Pergi” merupakan lagu pop romantis yang mengisahkan perjuangan merelakan seseorang yang masih dicintai. Tentang hati yang belum sepenuhnya sembuh, kenangan yang masih tersimpan, dan keberanian untuk menerima bahwa sebuah kisah telah sampai di penghujungnya. Melalui karakter vokalnya yang kuat dan berkarakter, Rara Sutera menyampaikan emosi kehilangan sekaligus ketegaran untuk melepaskan. Setiap bagian lagu membawa pendengar menyelami perjalanan dari kesedihan menuju keikhlasan.
Tasya Ivanka – “Dulu & Sekarang”
“Dulu & Sekarang” mengisahkan perubahan dalam sebuah hubungan ketika kesetiaan tidak lagi dihargai, komunikasi kehilangan makna, dan seseorang harus terus bertanya tentang perasaan pasangannya sendiri. Dibawakan oleh Tasya Ivanka, Juara 2 RRI Bintang Radio Indonesia 2025, lagu ini menjadi ruang bagi karakter vokal yang kuat dan penjiwaan yang matang untuk menyampaikan cerita tentang kekecewaan, ketidakpastian, dan keberanian mengakhiri hubungan yang melelahkan.
Derry Rulita Panjaitan mewakili Indonesia dalam Karaoke World Championships (KWC) 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat. Membawa semangat untuk mengharumkan nama bangsa, Derry tampil dalam kompetisi internasional yang pada halaman resmi penyelenggara mencantumkan 24 negara peserta, termasuk Indonesia. KWC Indonesia mengajak seluruh masyarakat memberikan doa dan dukungan bagi perjuangan Derry di panggung dunia.
KWC 2026 Derry Rulita Panjaitan
Rangkaian KWC World Finals 2026 berlangsung pada 25–29 Oktober 2026 di Veil Pavilion, Las Vegas, dengan babak kompetisi pada 26–29 Oktober. Penyelenggaraan ke-24 ini mempertemukan para penyanyi dalam kategori solo dan duet. Derry Rulita Panjaitan tercantum dalam daftar resmi peserta kategori solo sebagai wakil Indonesia.
Pada babak kedua, Derry Rulita Panjaitan membawakan “Man Upon the Hill”, lagu yang dipopulerkan oleh Stars and Rabbit, kelompok musik asal Yogyakarta. Kredit rekaman lagu tersebut mencantumkan Elda Suryani dan Adi Widodo sebagai komposer, dengan lirik ditulis oleh Elda Suryani. Pilihan ini menghadirkan karya musisi Indonesia kepada penonton internasional sekaligus memperlihatkan kekayaan ekspresi musik Tanah Air.
Menurut keterangan KWC Indonesia, pada babak kedua para peserta diminta menghadirkan lagu dengan latar belakang alam dan budaya negara masing-masing. Dalam konteks tersebut, “Man Upon the Hill” menjadi pilihan Derry Rulita Panjaitan untuk memperkenalkan karya Indonesia yang memiliki kedekatan dengan alam.
“Pilihan lagu ‘Man Upon the Hill’ oleh Derry merupakan kesempatan untuk berbagi sesuatu yang bersifat pribadi, sekaligus memperkenalkan karya lagu dari Indonesia kepada dunia. Saya berharap ia percaya pada interpretasinya sendiri dan membiarkan penonton terhubung dengan kisah yang ingin ia sampaikan,” ujar Lucky Octavian, mantan peserta Indonesian Idol sekaligus juri KWC.
Keikutsertaan Derry melanjutkan rekam jejak membanggakan Indonesia dalam kompetisi ini. Shabrina Leonita berhasil memenangkan kejuaraan dunia kategori solo KWC pada tahun 2021, disusul oleh Keke Adiba pada tahun 2022, yang berarti Indonesia telah meraih gelar juara dunia selama dua tahun berturut-turut. Pencapaian mereka terus menjadi inspirasi bagi para penyanyi Indonesia yang mengejar peluang di panggung internasional.
Bagi KWC Indonesia, partisipasi Derry juga menjadi momentum untuk merayakan kreativitas musik tanah air serta menjalin persahabatan dengan para penampil dari berbagai belahan dunia.
“Pesan saya untuk Derry adalah tetap fokus, nikmati panggungnya, dan bernyanyilah dengan penuh keyakinan. Kepada seluruh masyarakat Indonesia, mohon dukung Derry dengan doa dan semangat. Mengetahui bahwa orang-orang di tanah air memberikan dukungan akan sangat berarti saat seseorang tampil jauh dari rumah,” tambah Lucky.
Derry Rulita Panjaitan
KWC Indonesia mengajak masyarakat umum, komunitas musik, dan diaspora Indonesia untuk mendukung Derry sepanjang perjalanannya dalam kompetisi ini. Doa agar ia senantiasa sehat, percaya diri, dan tenang, serta pesan-pesan penyemangat, akan sangat berarti baginya dalam upaya memberikan penampilan terbaik.
Publik dapat menyaksikan siaran langsung dan video kompetisi melalui www.kwc.fi/live, serta turut mengirimkan pesan dukungan bagi perwakilan Indonesia tersebut.
Asal mula Karaoke World Championships
Didirikan di Finlandia pada tahun 2003, Karaoke World Championships (KWC) mempertemukan para penyanyi dari seluruh dunia untuk menampilkan bakat mereka dan merayakan kecintaan yang sama terhadap musik. Babak final dunianya telah diselenggarakan di berbagai negara.
Partisipasi Derry melanjutkan perjalanan Indonesia yang telah menorehkan prestasi membanggakan di KWC. Shabrina Leonita meraih gelar World Champion KWC 2021, kemudian Keke Adiba meraih gelar World Champion KWC 2022. Keberhasilan keduanya menjadikan Indonesia pemegang gelar juara dunia kategori solo KWC selama dua tahun berturut-turut.
Prestasi Shabrina dan Keke menjadi bukti kemampuan penyanyi Indonesia untuk bersaing dan mendapatkan pengakuan di tingkat dunia. Jejak keberhasilan tersebut diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi Derry untuk tampil dengan percaya diri, menunjukkan karakter musikalnya, dan memberikan penampilan terbaik.
Bagi KWC Indonesia, kehadiran wakil bangsa dalam kompetisi ini juga merupakan kesempatan memperkenalkan kreativitas musisi Indonesia serta membangun persahabatan melalui musik. Melalui “Man Upon the Hill”, Derry membawa suara sekaligus karya Indonesia ke hadapan masyarakat internasional.
KWC Indonesia memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar Derry Rulita Panjaitan diberikan kesehatan, ketenangan, kepercayaan diri, dan kelancaran selama mengikuti kompetisi. Dukungan keluarga, sahabat, komunitas musik, media, serta diaspora Indonesia menjadi penyemangat yang berarti dalam perjuangannya jauh dari Tanah Air.
Derry Rulita Panjaitan
Masyarakat dapat mengikuti siaran dan video kompetisi melalui www.kwc.fi/live, membagikan kabar partisipasi Derry, serta menyampaikan pesan dukungan yang positif.
Dari keberhasilan Shabrina Leonita dan Keke Adiba hingga perjuangan Derry Rulita Panjaitan, Indonesia terus membawa semangat untuk tampil, berkarya, dan berprestasi di panggung dunia.
Selamat berjuang, Derry. Doa dan dukungan Indonesia menyertai setiap nada!
Derry Rulita Panjaitan
Tentang Karaoke World Championships
Karaoke World Championships (KWC) merupakan kompetisi menyanyi internasional yang bermula di Finlandia pada 2003. Ajang ini mempertemukan penyanyi dari berbagai negara untuk menunjukkan bakat, membangun persahabatan, dan berbagi kecintaan terhadap musik. Informasi resmi tersedia di www.kwc.fi.
Ajang pencarian bakat Bintang Radio Indonesia 2026 telah memasuki babak akhir atau grand final. 10 finalis dari berbagai daerah tampil dan bekerja keras menunjukan bakat bernyanyinya di grand final hari pertama dari tiga hari acara yang dilangsungkan di Gedung Auditorium RRI Jakarta Rabu (28/10/2026).
Grand Final Bintang Radio Indonesia 2026
Tampil dalam dua kategor yaitu putra dan putri, ke sepuluh finalis Bintang Radio Indonesia 2026 tampil membawakan masing – masing satu lagu pop yang mereka pilih sendiri dengan di kawal oleh kehadiran tiga juri yang sangat kompeten yaitu Ferdy Tahier (Musisi, komposer, produser dan aktor dari group band Element/Rocker Kasarunk), Bemby Noor (Komposer) dan Mytha Lestari (Penyanyi).
Di kategori putra, ada Billy Christopher Supit dari RRI Singaraja, Muhammad Angga Fahlika dari RRI Samarinda, Muhammad Hamzah dari RRI Pontianak, Umar Thalib La Waru dari RRI Kendari, dan Wiliam Wijaya dari RRI Jakarta. Kategori putri diisi Hugies Imelca Putri dari RRI Lampung, Kanaya Sheva Alea Gershan dari RRI Makassar, Keysha Diva AzzahraPutri Susanto dari RRI Semarang, Leony Almeira Sinter dari RRI Banjarmasin, serta Shasyelfa Setyaning dari RRI Bandung. Sepuluh finalis Bintang Radio Indonesia 2026 ini tampil luar biasa di grand final hari pertama.
Leony Almeira Sinter dari RRI Banjarmasin
Tampil dengan karakter vokal masing – masing sepuluh finalis Bintang Radio Indonesia 2026 mendapat catatan positif dari dewan juri yang mengawal dan memberikan penilaiannya hari itu.
Ferdy Tahier memuji penampilan Billy dan Hugies yang tampil percaya diri sejak memasuki panggung dan mampu menguasai ruang pertunjukan. Ia juga mengapresiasi respons keduanya saat mengalami kendala dalam mendengar suara monitor.
Wiliam Wijaya dari RRI Jakarta
Sementara itu Mytha Lestari menyebut Hamzah dan Kanaya mempunyai warna suara yang baik dan unik. Mytha menilai warna suara mereka berdua sesuai dengan selera industri musik saat ini. Kesiapan keduannya diatas panggung membuat Mytha memberikan acungan jempol kepada mereka.
Bemby Noor juga tak urung memberikan apresiasi pada Angga dan Shasyelfa. Suara Angga terdengar empuk dan memiliki kemiripan karakter yang baik. Teknik vokalnya dinilai bagus, dengan beberapa kejutan dalam penguasaan panggung. Shasyelfa dari Bandung juga mendapat pujian yang sama dari Bemby.
Grand Final Bintang Radio Indonesia 2026
Menurut juri, mulai dari pitch, pemilihan nada dasar, kontrol vibrato, groove, hingga kendala monitor, menunjukkan ketatnya perhatian pada detail penampilan. Di saat yang sama, pujian terhadap timbre, interpretasi, dan keberanian menguasai panggung menandai persaingan yang juga bertumpu pada karakter masing-masing finalis.
Grand Final Bintang Radio 2026 dijadwalkan berlangsung pada 28–31 Oktober di Jakarta.