Friday, November 6, 2026
Home Blog

Ada anggota baru, Duo Antonia rilis lagu “Jangan Lama – Lama”

0
Duo vokal ”Duo Antonia” resmi merilis single mereka yang berjudul “Jangan Lama-lama”. Single ini sekaligus merupakan single perdana bersama dengan formasi terbarunya, yaitu Widya Angela sebagai lead vocalist, yang dipercaya oleh Dona Antonia selaku founder ”Duo Antonia.”
Cover Art - Jangan Lama-Lama
Cover Art – Jangan Lama-Lama

Dona melihat karakter vokal Widya yang unik, dipadukan dengan pembawaannya yang penuh energi positif, sebagai warna baru yang dapat memperkaya nuansa musikal dalam setiap lagu ciptaannya bersama ”Duo Antonia”, Kehadiran Widya diharapkan dapat menghadirkan interpretasi yang segar sekaligus memperkuat karakter music ”Duo Antonia” tanpa kehilangan identitas musikal yang telah dibangun selama ini.

Di balik proses kreatif lagu ”Duo Antonia” ini, Dona Antonia mengambil peran yang cukup besar. dimana Dona juga berperan sebagai music producer, dan co-arranger bersama dengan Klency Lembono, selain tentunya sebagai songwriter dan composer untuk “Jangan Lama-lama” dan seluruh karya ”Duo Antonia.”

Peran Dona sebagai music producer dalam karya ini menjadi sebuah pencapaian tersendiri. Tidak hanya berada di depan sebagai performer, Dona juga mengambil bagian secara lebih mendalam dalam proses kreatif dan produksi musik, termasuk pengembangan ide hingga mewujudkan karakter musik yang ingin dibawa oleh “Duo Antonia.”

Duo Antonia
Duo Antonia

Sentuhan Bowo Soulmate yang dipercaya Dona sebagai Vocal Director dalam lagu ini turut memperkuat kedalaman ekspresi vokal, sekaligus menonjolkan karakter lagu yang dinamis, groovy, dan memiliki kesan manja yang playful, sehingga menghadirkan warna tersendiri dalam keseluruhan nuansa lagu.

Single yang dirilis secara eksklusif di bawah naungan label “Alunan Musik Abadi” ini bercerita tentang penantian seorang perempuan atas pernyataan cinta dari kekasihnya.

“Saya berharap lagu ini bisa relate dan menjadi teman penyemangat bagi para pendengar. Semoga ‘Jangan Lama-lama’ bisa membawa energi positif dan membuat siapa pun yang mendengarkannya ikut merasakan semangat dari lagu ini,” ungkap Dona.

Duo Antonia
Duo Antonia

“Jangan Lama-lama” kini sudah dapat dinikmati di seluruh Digital Streaming Platform (DSP) seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, Meta, dan platform musik lainnya.

Segera dengarkan “Jangan Lama-lama” dari ”Duo Antonia” di platform musik kesayangan kalian dan rasakan sendiri warna baru ”Duo Antonia!”

Film “Desember Jani” : Cerita 4 perempuan dari 3 generasi

0
Palari Films resmi merilis trailer dan poster film “Desember Jani”, usai menjalani World Premiere di Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-39 dalam kompetisi Asian Future. Di kompetisi tersebut, “Desember Jani” juga meraih Special Mention, Kisah tentang keluarga yang menunggu seorang anak pulang ini kini pulang ke penonton yang paling dekat dengan ceritanya, keluarga Indonesia, dan tayang di bioskop mulai 10 Desember 2026.
Presscon Desember Jani
Presscon Desember Jani

Trailer “Desember Jani” memperkenalkan empat perempuan dari tiga generasi dalam satu rumah: Oma (Tutie Kirana), Winnie (Sigi Wimala), serta dua anak perempuannya, Julia (Hyori Mika) dan Jani (Chempa Puteri). Saat Julia pergi dari rumah tanpa pamit, Jani menyimpan satu hal yang tak terucap. Ia harus memilih: tetap diam demi kakaknya, atau akhirnya bicara kepada ibunya.

Nuansa yang sama terasa di poster resminya “Desember Jani”. Keempatnya berada di ruang tamu yang sama. Ada kehangatan antara Jani dan Oma, namun juga jarak yang dingin antara Winnie dan anak sulungnya. Potret keluarga yang tidak sempurna, tapi masih mau mencoba.

Kemenangan “Desember Jani” di Tokyo menjadi apresiasi berharga bagi para pembuat film dan jajaran pemeran.

Presscon Desember Jani
Presscon Desember Jani

“Asian Future Special Mention memberikan kepercayaan bahwa akan selalu ada kesempatan untuk pertama kali. Film panjang pertama untuk Ariani Darmawan sebagai sutradara, skenario pertama untuk Cyntha Hariadi, pertama kali menjadi aktor utama bagi Chempa Puteri, dan film panjang pertama buat aktor Hyori Mika. Penghargaan ini juga apresiasi besar untuk kembalinya Sigi Wimala ke layar lebar, dan Tutie Kirana yang telah berkarya lebih dari 50 tahun. Harapan kami hanya satu, Desember Jani dirayakan di rumah sendiri dan ditonton oleh para penonton film Indonesia. Dan yang paling penting, memantik berbagai percakapan yang belum selesai dalam keluarga.” ujar produser Meiske Taurisia.

“Desember Jani” merupakan debut film panjang Ariani Darmawan setelah rehat. Seniman visual sekaligus pendiri Kineruku Bandung ini sebelumnya menggarap film pendek dan dokumenter bertema identitas, termasuk Sugiharti Halim yang berkompetisi di Clermont-Ferrand. Film ini menjadi refleksi personalnya sebagai seorang ibu dan anak.

“Dari luar, mungkin kita akan melihat bahwa ini cerita tentang keluarga tiga generasi. Ada satu anaknya yang pergi dari rumah dan bagaimana mereka menunggu sang anak pulang. Sambil menunggu, kemudian mereka saling terkoneksi satu sama lain. Tapi lebih dari itu, saya pikir “Desember Jani” juga tentang perasaan-perasaan terdalam mereka. Semua orang pasti punya lukanya masing-masing. Bahkan yang paling kecil pun juga sudah memiliki lukanya sendiri,” ujar sutradara Ariani Darmawan.

Presscon Desember Jani
Presscon Desember Jani

Skenarionya ditulis Ariani bersama Cyntha Hariadi, penyair dan novelis favorit Ariani sejak kumpulan cerpen Manifesto Flora. Mengagumi Ariani sebagai sutradara, Cyntha pun menyambut ajakan kolaborasi di debut skenarionya ini. Lewat “Desember Jani”, ia menghadirkan karakter multi-dimensi dengan sudut pandang masing-masing, sehingga penonton dapat memahami Oma, Winnie, Julia, dan Jani.

“Blue”, album kolaborasi Gloria Jessica dan Ade Govinda

0
Setelah delapan tahun menunggu, Gloria Jessica dan musisi sekaligus pencipta lagu Ade Govinda akhirnya menutup penantian itu lewat “Blue”, album perdana mereka yang resmi dirilis awal Oktober 2026 lalu, Sebelas lagu patah hati di dalamnya bisa didengarkan di seluruh platform musik digital. Di hari yang sama, video klip title track “Timpang” tayang di kanal YouTube Ade Nurulianto.
Artwork Blue
Artwork Blue

Album ini lahir dari kolaborasi yang dinantikan sejak lama. Ade Govinda pertama kali mendekati Gloria Jessica pada 2018 dengan satu cita-cita bahwa karyanya dinyanyikan oleh Gloria, yang menurutnya paling pas membawakan melodi dan liriknya. Cita-cita itu pun terwujud. Lagu yang semula hanya direncanakan sebagai satu master akhirnya berkembang menjadi satu album utuh, karena suara Gloria dinilai terlalu sayang untuk dilepas hanya lewat satu lagu.

Bagi Gloria Jessica, kolaborasi ini lebih dari sekadar bermusik. “Aku belajar banyak dari Kak Ade, bukan cuma sebagai kolaborator atau musisi, tapi juga tentang kehidupan, perjuangan, dan karier,” ujarnya.

“Album yang dinyanyikan Gloria Jessica ini berisi 11 lagu patah hati dengan pendekatan yang berbeda-beda. Aku mengajak semua pendengar untuk menyimak seluruh lagunya. Menurutku, ini akan menjadi album tergalau sepanjang masa,” ujar Ade Govinda.

Gloria Jessica dan Ade Govinda
Gloria Jessica dan Ade Govinda

Tracklist: “Terbelah Jadi Dua, Timpang, Dominasi, Baik-Baik, Jika Bertemu Lebih Cepat, Kepastian, Jika Kau Bukan Cinta, Tanpa Batas Waktu, Lebih Hati-Hati, Dominasi” (Acoustic Version) dan “Blue” (feat. Mads Wegner).

Sebelum album ini hadir, “Terbelah Jadi Dua” dan “Tanpa Batas Waktu” menjadi dua lagu yang lebih dulu sukses dan dikenal sebagai soundtrack sebelum album dirilis. “Terbelah Jadi Dua” dirilis pertama karena menjadi lagu yang sejak awal menjadi niat kolaborasi ini. Adapun “Timpang” baru hadir setelah album dirilis, sekaligus menjadi title track album.

Gloria Jessica dan Ade Govinda
Gloria Jessica dan Ade Govinda

Sambutan pendengar terhadap “Terbelah Jadi Dua” pun luar biasa. Lagu ini telah diputar lebih dari 21 juta kali di Spotify dan masuk Top 50 Indonesia di peringkat 23. Di YouTube, video musik resmi dan lyric video-nya ditonton hampir 9 juta kali, sementara di YouTube Music lagu ini telah diputar lebih dari 19 juta kali. Di TikTok, lebih dari 8 juta konten telah dibuat menggunakan lagu ini. Lagu ini juga hadir di Spotify OOH Billboard di Ratu Plaza pada 4-8 Oktober 2026.

Video Klip “Timpang”, Title Track Album.

Bersamaan dengan perilisan album, Gloria Jessica dan Ade Govinda menghadirkan video klip “Timpang” yang dibintangi aktris Dinda Kirana dan aktor Theo Supple. Keduanya beradu akting sebagai pasangan suami istri yang rumah tangganya diguncang oleh kehilangan dan penyesalan. Video klip ini disutradarai Bagoes Tresna.

Jenaka Mahila diam – diam suka di single “Memendam Suka”

0
Setelah rilis “Teman Sejati?”, penyanyi dan penulis lagu muda Jenaka Mahila kembali menyapa penikmat musik lewat single terbaru berjudul “Memendam Suka”, yang masih berada di bawah naungan label MyMusic Records. Lagu ini bercerita tentang menaruh suka diam-diam yang bikin senyum-senyum sendiri.
Artwork Jenaka Mahila - Memendam Suka
Artwork Jenaka Mahila – Memendam Suka

Di ciptakan oleh Ana Achjuman, Jenaka Mahila menceritakan momen pertama kali naksir seseorang, alias “cinta monyet” lewat lagu “Memendam Suka”. Liriknya sangat relate dengan keseharian anak sekolah, mulai dari teman sebangku yang modus pinjam buku sampai rasa gengsi dan malu-malu yang selalu menyertai cinta pertama.

Bagi Jenaka Mahila, “Memendam Suka” menjadi fase baru. Putri bungsu dari pasangan Tora Sudiro dan Mieke Amalia ini sebelumnya merilis “Teman Sejati?” pada 20 Juni 2025. Lagu itu terasa sangat personal karena lirik dan notasinya ia ciptakan sendiri. Kisahnya tentang hubungan persahabatan yang awalnya terasa nyaman dan dianggap sebagai “rumah”, namun ternyata penuh kepalsuan.

Kini, untuk pertama kalinya Jenaka mengeksplorasi tema percintaan. “Di sini itu pertama kali aku mau rilis lagu mengenai cinta-cintaan, suka-sukaan, jadi it’s a fresh start for me, like explore new things,” ungkap Jenaka Mahila.

Jenaka Mahila
Jenaka Mahila

Proses rekaman pun jadi tantangan tersendiri bagi Jenaka. “Kesulitannya pas aku recording lagu ‘Memendam Suka’ itu karena aku udah lama nggak recording. Jadi aku waktu itu nyoba untuk adapt to the place, karena it’s been a long time since I last stepped into a recording studio, terus aku harus kayak adaptasi lagi,” jelasnya.

Soal lirik, ada satu bagian yang menjadi favorit Jenaka yaitu “Aku suka banget yang ‘Aku mulai curiga kalau kau ada rasa, sampaikanlah saja kepadaku’, itu gemes banget. Liriknya aku suka banget, relatable banget,” tambah Jenaka.

Dalam video musiknya, “Memendam Suka” divisualisasikan lewat sehari penuh Jenaka yang dipenuhi senyum berbunga-bunga karena memikirkan seseorang yang ia suka. Dari kamarnya, ia memutar musik dan menuliskan perasaannya di buku diary, lalu melanjutkan harinya dengan bersantai di kolam renang sambil membaca ulang tulisannya dan tersenyum sendiri. Ia kemudian bersepeda ke taman, menggelar bekal dan musik, dan kembali larut dalam diary-nya. Saat bersiap pulang, senyum bahagianya mendadak berubah menjadi senyum canggung ketika ia tak sengaja bertemu pria yang selama ini ia tulis di diary-nya. Di video musik ini, Jenaka juga turut terlibat dalam pengembangan konsep.

Jenaka berharap lagu ini bisa diterima dengan baik. “Semoga lagunya disukain sama masyarakat Indonesia, bisa diterima, dan all the best, semoga berkah semuanya, amin,” harapnya.

Jenaka Mahila
Jenaka Mahila

Sementara itu, sebagai pencipta lagu, Ana Achjuman berharap lagu ini bisa menyentuh pendengar dari berbagai usia.

Jika harus merangkum lagu ini dalam satu kata, Jenaka memilih “Gemas”. Audio dan video “Memendam Suka” bisa di simak di seluruh DSP dan tonton video musiknya di kanal YouTube MyMusic Records.

Matter Mos kolaborasi dengan Dere di “Senyum Tidurnya”

0
Matter Mos dan Dere merilis singel baru berjudul “Senyum Tidurnya” pada tanggal 16 Oktober 2026 lalu. Ini merupakan kolaborasi perdana antara keduanya. Lagu “Senyum Tidurnya” bercerita tentang sebuah harap untuk bisa memiliki momen di mana otak, batin, dan hati bisa rehat dengan tenang di tengah ketidakpastian yang dihadapi.
Artwork Matter Mos & Dere - Senyum Tidurnya
Artwork Matter Mos & Dere – Senyum Tidurnya

Harapan untuk bisa merasakan momen yang membuat kita senyum tidurnya. Memiliki latar belakang yang serupa, proses penulisan karya ini mengalir dengan mudah dan natural. Penggabungan nuansa hiphop dari Matter Mos serta permainan gitar ritmis dari Dere menawarkan sebuah kesegaran baru.

“Sebagai sesama anak Jakarta Timur, rasanya pengin aja kolaborasi sama Dere. Awalnya gue ingin melibatkan Dere di proyek yang sudah ada, tapi ketika Dere main ke rumah, kepikiran kenapa nggak buat kolaborasi yang benar-benar baru? Jadi proses itu mengambil 4 jam. We just work on it, find the melody, mencari lirik, apa segala macam di situ. Ada Jinan juga yang berbagi ide selama kita mengerjakan proyek ini,” ujar Matter Mos, yang memiliki nama asli Fadhil Alamudi.

“Melodi gitar di lagu “Senyum Tidurnya” sudah ada idenya di kepalaku dari sekitar 2 tahun lalu. Tapi rasanya si suara gitar perlu ketemu rumah yang pas. Tiba-tiba saat tulis bareng Matter Mos, ide gitarnya datang lagi dan ternyata suasananya benar-benar terasa ‘cocok’. Akhirnya, ide gitar itu langsung kita rekam, Matter Mos naikin pitch dan buat beat drumnya, lalu kita langsung isi-isi lirik. Setelah beberapa jam ngulik dan ngobrol ke sana ke mari, lagunya jadi,” kata Dere.

Matter Mos & Dere
Matter Mos & Dere

Selain audio, video visual lagu “Senyum Tidurnya” juga turut dirilis. Disutradarai oleh Jovian Fraajie, konsep video ini terinspirasi dari ritme groovy pada lagunya. Di dalamnya, terdapat siluet Matter Mos dan Dere menari-nari dengan permainan gelap terang cahaya tiga warna. Ketiga warnanya menjadi penggambaran lirik lagu ini. Jingga menggambarkan semangat, biru menggambarkan keragu-raguan, dan hijau merupakan perpaduan antara keduanya untuk menggambarkan harapan.

“Sebelumnya gue sudah pernah menari di klip “Sujud”, begitu pun Dere di “Puspa”. Jadi pada saat dengar ketukan “Senyum Tidurnya” yang asyik, kayaknya wajib ada tarian di sini,” ujar Matter Mos.

“Senyum Tidurnya” telah tersedia di berbagai layanan musik digital. Semoga lagu ini bisa berkesan baik di hati teman-teman. Selamat mendengarkan.

Natania Karin rilis album baru “Siluet Kita Berjalan dan Menjauh”

0
Lima tahun setelah rilisan album perdananya, Natania Karin menjajakan album baru berjudul “Siluet Kita Berjalan dan Menjauh”, berisikan sebelas trek, menceritakan kisah-kisah kenangan yang mati di dalam waktu untuk hidup di dalam kita.
ARTWORK SILUET KITA BERJALAN DAN MENJAUH
ARTWORK SILUET KITA BERJALAN DAN MENJAUH

Natania Karin mendendangkan lagu-lagu sayang, marah, jenaka, damba, juga kontemplasi dari sudut pandang seseorang yang mengintip dari masa depan, pengamat rahasia yang telah memahami perpisahan itu sudah/pasti/akan terjadi sebelum tokoh-tokoh dalam lagunya pun curiga.

Sebelas lagu dalam album ini memang berangkat dari kejadian-kejadian personal maupun yang Natania Karin amati dari orang terdekat sekitarnya selama lima tahun ke belakang. Kompilasinya antara lain adalah seorang pengecut yang menjadi berani melalui cinta, jerih payah hati seorang sahabat, surat terbuka untuk semua ayah, museum yang hanya berisi bayang-bayang kenangan, keluhan perempuan independen yang dimanfaatkan lelaki kebocahan dan siluet-siluet masa lalu yang selalu membayangi setiap langkah kita.

Semuanya ini dibungkus dalam balutan musik pop, folk, dan R&B yang kaya akan petikan gitar, goresan strings dan semilir piano, mengiringi tautan lirik yang melodis dan ekspresif. Natania Karin juga menggandeng Sal Priadi yang sudah bekerja erat dengannya selama tujuh tahun, sebagai kolaborator penulis lagu dan penyanyi pada trek keenam yang berjudul “Api dan Salju”.

Natania Karin
Natania Karin

Kalau biasanya Karin dikenal sebagai backing vocal yang ikut menghiasi panggung-panggung Sal, kali ini Sal turut mewarnai lagu Karin dengan menawarkan perspektif sebagai lawan tengkarnya, dimana mereka berdua menjelma pasangan yang tengah berdansa dan bernegosiasi dalam perbedaan mereka.

Untuk produksi sebelas lagu dalam album ini, Karin dibersamai sejumlah produser, baik mereka yang telah familiar dan memiliki rekam jejak panjang, maupun mereka yang tengah merintis. Di antaranya adalah Lafa Pratomo, Gihon Lohanda, Dissa Kamajaya atau yang kerap dikenal sebagai Jacques, Bayu Rusady, Tjdika dari Littlefingers dan Klio Mathew, Alexander Kosasih dan Feliks Fernando, serta Evan Gunardi.

Judul “Siluet Kita Berjalan dan Menjauh” diambil dari potongan lirik lagu pembuka album, yaitu “Siluet”, yang sudah dirilis duluan menjadi single pada bulan November 2025 lalu sebelum disusul oleh “Lelaki Sok Kuat” dan “Bermain SMA” sebagai single kedua dan ketiga sebelum perilisan album.

 Natania Karin
Natania Karin

Lagu “Siluet” sendiri menjadi prolog bagi pesan-pesan yang hendak diutarakan dalam album ini, menawarkan kaca selubung bagi pendengar untuk bisa memandang lagu-lagu lainnya sebagai memori yang terpampang dari masa lalu; meminta didengar, rindu untuk dimaknai dan dibawa serta semua amanah dan kebaikannya, terlucuti dari segala yang pernah menjadikannya sakit atau murka.

“Siluet Kita Berjalan dan Menjauh”, album penuh kedua Natania Karin bisa didengarkan di seluruh media streaming digital. Kita semua punya kenangan. Kita semua punya siluet, yang bersamanya kita terus berjalan dan menjauh.

Film “Pasukan 1000 Janda” bakal tayang di 12 November 2026

0
Manara Films mempersembahkan film fantasy action karya sutradara Archie Hekagery berjudul “Pasukan 1000 Janda”, yang terinspirasi dari kisah nyata perjuangan Laksamana Malahayati dan Pasukan Inong Balee di Tanah Aceh.
Poster film Pasukan 1000 Janda
Poster film Pasukan 1000 Janda

Film “Pasukan 1000 Janda” ini menghadirkan kisah epik dalam perjuangan melawan penjajah yang ingin menduduki tanah para warga Aceh, namun berhasil diusir dengan semangat juang para perempuan yang tengah berduka.

Film “Pasukan 1000 Janda” ini mengikuti kisah Laksamana Malahayati (Atiqah Hasiholan), yang harus kembali bertempur sekali lagi di medan perang. Namun, pertempuran kali ini juga penuh lapisan emosional. Sebab, suaminya baru saja gugur. Ia harus memimpin para perempuan lain yang suaminya juga gugur saat melawan penjajah.

Laksamana Malahayati melatih para perempuan yang kemudian disebut dengan Pasukan Inong Balee tersebut menjadi ahli bela diri, memegang senjata, dan bergerilya di pesisir. “Pasukan 1000 Janda” berhasil menghidupkan kisah epik Malahayati ke layar lebar dengan pendekatan yang modern.

Adegan-adegan pertempuran dari duel 1 vs 1 hingga penghancuran kapal yang menjadi salah satu adegan puncak film ini disajikan dengan dramatis.

Atiqah Hasiholan
Atiqah Hasiholan

“Dengan balutan fantasy action yang terinspirasi dari kisah sejarah Malahayati, “Pasukan 1000 Janda” menyajikan tontonan yang akan menghibur, penuh aksi laga kolosal, dan bisa ditonton keluarga,” ujar sutradara Archie Hekagery.

“Para perempuan di film ini membuktikan bahwa kehilangan bukan berarti akhir dari segalanya. Laksamana Malahayati dan Pasukan Inong Balee maju ke medan tempur berangkat dari rasa duka yang justru bertransformasi menjadi kekuatan besar untuk bangkit dan mempertahankan tanah air,” tambah Archie.

Di film “Pasukan 1000 Janda”, Atiqah Hasiholan harus menjalani workshop action selama tiga bulan. Ia pun harus belajar menggunakan rencong, senjata tradisional Aceh.

Presscon dan press screening film Pasukan 1000 Janda
Presscon dan press screening film Pasukan 1000 Janda

“Ini adalah film action pertama saya. Saya harus melakukan adegan laga dengan tali sling di atas kapal, dan yang paling berkesan adalah saya harus duel satu lawan satu dengan aktor laga internasional berpengalaman Ron,” ujar Atiqah Hasiholan.

Bagi Cut Mini, yang memerankan Maisaroh, salah satu Pasukan Inong Balee, mengungkapkan nilai yang bisa diteladani dari film Pasukan 1000 Janda.

“Perempuan pada dasarnya sudah diciptakan sangat kuat. Menangis dan bersedih itu wajar ketika kehilangan, tetapi air mata itu justru menjadi booster untuk bangkit kembali. Pasukan Inong Balee membuktikan bahwa kekuatan itu ada di dalam diri setiap perempuan, tinggal kita memilih untuk menyerah atau bangkit menjadi pejuang yang tangguh,” ujar Cut Mini.

Presscon dan press screening film Pasukan 1000 Janda
Presscon dan press screening film Pasukan 1000 Janda

Film “Pasukan 1000 Janda” akan hadir dengan tontonan yang menyajikan aksi laga megah berbalut kisah yang terinspirasi dari sejarah nasional. Tak hanya tontonan dan cerita yang relevan untuk perempuan, namun juga menjadi tontonan untuk keluarga dan generasi muda.

Disutradarai Archie Hekagery, “Pasukan 1000 Janda” diproduseri oleh Yuda Wirafianto dengan ko-produser Mifta Nur Rizki, dan produser eksekutif Bunga Mentari. Film ini dibintangi oleh jajaran aktris ternama dan berbakat Indonesia. Atiqah Hasiholan dipercaya sebagai Laksamana Malahayati yang perkasa dan berani memimpin pasukan. Sementara itu, para pasukan Inong Balee di antaranya diperankan oleh Cut Mini, Tasha Siahaan, Fergie Brittany, dan Ully Triani. Turut bergabung di jajaran pemeran di film ini, Emil Kusumo, Vincent Verhaag, Hans de Kraker, Dafina Jamasir, Syaura Salsabila, Muzakki Ramdhan, dan Ron Smoorenburg, aktor laga internasional aktor internasional asal Belanda yang pernah menjadi lawan Jackie Chan di film Who Am I?.

Film Pasukan 1000 Janda akan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026.

Penyanyi asal Jogja, Maretha Esther rilis single “Love Isn’t Real”

0
Penyanyi dan penulis lagu pendatang baru Maretha Esther, yang dikenal dengan nama panggung Reth, resmi merilis single debutnya bertajuk “Love Isn’t Real”, sebuah lagu R&B yang personal dan emosional, mengangkat kisah tentang patah hati serta kesadaran bahwa cinta tidak selalu berjalan seperti yang diharapkan.
ALBUM-COVER-RETH
ALBUM-COVER-RETH
Melalui penulisan lirik yang intim dan karakter vokalnya yang penuh penghayatan, Reth menggambarkan kerentanan seseorang setelah kehilangan orang yang dicintai, sembari mempertanyakan kembali kenangan, janji, dan perasaan yang dahulu terasa begitu nyata. Memadukan pengaruh R&B kontemporer dengan harmoni yang hangat serta penceritaan yang ekspresif, “Love Isn’t Real” menjadi perjalanan reflektif yang menelusuri duka, penerimaan, dan proses melepaskan.

Berangkat dari pengalamannya sebagai penulis lagu dan vokalis, Reth terus mengembangkan identitas musikalnya, menggabungkan kejujuran emosional dengan tekstur musikal yang kaya. Setelah berbagai karya dan kontribusinya sebagai penulis lagu, termasuk keterlibatannya bersama pemenang Indonesian Idol 2023, Salma Salsabil, perilisan ini menjadi langkah penting berikutnya dalam membangun identitas artistiknya.

Melalui “Love Isn’t Real”, Reth mengajak pendengar memasuki ruang refleksi yang penuh kerentanan, mengingatkan bahwa meskipun cinta dapat memudar atau berakhir, emosi dan pelajaran yang ditinggalkannya akan selalu memiliki makna.

“Love Isn’t Real” tersedia di seluruh platform streaming digital mulai Minggu, 16 Agustus 2026.

Maretha Esther
Maretha Esther

Tentang Maretha Ester

Maretha Esther, yang dikenal secara profesional sebagai Reth, adalah penyanyi, penulis lagu, dan vokalis asal Yogyakarta. Lulusan terbaik Program Studi Vokal Pop Jazz ISI Yogyakarta ini membangun identitas musikalnya melalui perpaduan R&B, jazz, dan ekspresi vokal yang terinspirasi dari musik gospel. Karya-karyanya mengeksplorasi tema cinta, penyembuhan, dan pencarian jati diri melalui penulisan lagu yang intim serta penampilan yang penuh penghayatan.

Rilis single baru, Think A Belle perkenalkan formasi baru juga

0
Think A Belle kembali hadir dengan karya terbaru mereka, single berjudul “Barangkali”. Lagu ini bercerita tentang sebuah hubungan yang terasa hambar, di mana dua orang yang seharusnya saling menguatkan justru kini berjalan tanpa arah. Tidak ada lagi percikan, hanya rutinitas dan keheningan yang makin terasa.
Think A belle
Think A belle

Think A Belle memaknai single “Barangkali” sebagai pesan tentang keberanian untuk memberi ruang yang mungkin dengan mengambil sikap berpisah sementara, agar keduanya bisa menemukan kembali diri sendiri, karena tidak semua hubungan harus dipertahankan jika memang sudah tidak lagi membuat kita bahagia. Kadang, waktu sendiri adalah jawaban terbaik.

Single “Barangkali” ini menjadi rilisan pertama dari formasi kedua Think A Belle, sekaligus menandai babak baru perjalanan musik mereka. Dengan warna musik yang tetap khas plus lirik yang jujur, single “Barangkali” diharapkan bisa menjadi teman bagi siapa pun yang sedang merasakan hal serupa.

Think A Belle adalah band yang terbentuk dari persahabatan dan kecintaan yang sama terhadap musik. Dengan perpaduan melodi yang kuat, lirik yang personal, serta aransemen yang khas, Think A Belle terus berusaha menghadirkan karya yang bisa menyentuh hati banyak orang.

Think A Belle
Think A Belle

Dirilisnya single “Barangkali” ini sekaligus menjadi ajang Think A Belle memperkenalkan formasi terbarunya ke tengah – tengah masyarakat dan industri musik Indonesia yang kali ini digawangi oleh : Calista (Vokal), Nunoz Nugraha (Gitar), Andika Naliputra “Peterpan” (Gitar 2 / Keyboard), Cecep Abdurahman (Bass) dan Luthfan (Drums)

“Kami berharap, semoga karya-karya Think A Belle dapat dinikmati dan disukai oleh orang banyak. Terima kasih selalu untuk semua yang sudah mendukung perjalanan musik kami” ujar para member Think A Belle.

Dimas Supartono : “Musik dan Property bisa jalan bareng”

0
Nama Dimas Supartono selama ini dikenal di industri musik sebagai seorang produser, sekaligus putra almarhum musisi Tono Supartono. Namun, kini Dimas mulai memperluas kiprahnya dengan merambah bisnis properti melalui pengembangan perumahan Nuansa Indah Village di Sawangan, Depok.
Dimas Supartono
Dimas Supartono

Di bawah PT Karya Perkasa Indonesia yang dipimpinnya, Dimas Supartono mengembangkan kawasan perumahan dengan luas total mencapai 26 hektare. Dari keseluruhan lahan tersebut, sekitar 7 hektare telah dikembangkan, dengan Cluster Cinnamon sebagai tahap pengembangan yang berjalan saat ini.

Dimas mengungkapkan, keputusan terjun ke bisnis properti berawal dari peluang yang dilihatnya di kawasan Depok, termasuk pembebasan lahan yang telah dilakukan beberapa tahun lalu.

“Karena adanya kesempatan dan peluang yang baik di daerah Depok yang sedang saya kembangkan. Mengingat pembebasan tanah di beberapa tahun yang lalu dengan harga yang cukup baik,” ujar Dimas.

Ia menjelaskan, pengembangan Nuansa Indah Village bermula dari lahan yang ditawarkan pemilik sebelumnya kepada PT Karya Perkasa Indonesia. Sejak itu, pengembangan dilakukan secara bertahap hingga kawasan yang dimiliki saat ini.

Nuansa Indah Village mengusung konsep perumahan asri yang menyasar konsumen kelas menengah. Selain hunian asri, Nuansa Indah Village memiliki fasilitas kolam renang dan danau indah. Menurut Dimas, segmen tersebut memiliki potensi permintaan yang cukup besar di kawasan Sawangan dan sekitarnya.

Saat ini, pengembangan berfokus pada Cluster Cinnamon yang terdiri dari sekitar 200 unit rumah di atas lahan seluas 3,5 hektare. Dimas bersyukur proses pengembangan dapat berjalan sesuai target yang telah direncanakan.

Nuansa Indah Village
Nuansa Indah Village

“Alhamdulillah, bisa mencapai target sesuai yang kita rencanakan. Target ke depannya mengembangkan cluster-cluster setelah ini, dan juga beberapa fasilitas umum yang masih dalam pengembangan,” tuturnya.

Meski mulai serius membangun bisnis properti, Dimas mengakui bahwa beradaptasi dengan bidang baru memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam hal waktu dan kesiapan modal.

Menurutnya, proses produksi musik relatif dapat diselesaikan dalam waktu singkat, sedangkan pembangunan rumah membutuhkan perencanaan, waktu pengerjaan, serta dukungan modal yang lebih besar.

“Ketika membuat musik bisa diselesaikan dalam kurun waktu satu bulan. Lain halnya dalam membuat rumah, perlu waktu yang lebih lama dan kesiapan modal yang cukup,” jelasnya.

Di tengah kesibukannya mengembangkan Nuansa Indah Village, Dimas memastikan dirinya tidak akan meninggalkan industri musik yang telah menjadi bagian dari kehidupannya sejak kecil.

Kecintaannya terhadap musik tumbuh dari lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia tersebut. Sebagai putra almarhum Tono Supartono, Dimas terbiasa mengikuti perkembangan musik, baik karya musisi Indonesia maupun mancanegara.

Dimas Supartono
Dimas Supartono

Ia juga memiliki studio musik dan terus mengikuti dinamika industri musik sebagai bekal untuk melahirkan karya-karya baru.

“Kalau properti ada beberapa peluang dan keuntungan yang bisa diraih, sedangkan musik adalah passion,” ungkap Dimas.

Pada 2024, Dimas merilis lagu berjudul “Jujur Saja” yang dinyanyikan Ira Batti. Kini, ia kembali mempersiapkan karya terbaru untuk meramaikan industri musik Indonesia.

Dimas pun memberikan sinyal bahwa single berikutnya akan dirilis dalam waktu dekat.

“Tentu siap. Ditunggu ya, single-single berikutnya dalam waktu dekat ini akan rilis lagu berikutnya,” katanya.

Dengan mengembangkan bisnis properti sekaligus mempersiapkan karya musik baru, Dimas Supartono menunjukkan bahwa perjalanan karier tidak harus terpaku pada satu bidang. Baginya, properti menjadi peluang untuk mengembangkan bisnis, sementara musik tetap menjadi ruang untuk menyalurkan kecintaan dan kreativitasnya